
Bangun-bangun badan sudah enteng banget, rasanya sangat menyegarkan dan terasa lebih tenang, aku bahkan meminta maaf karna ketiduran tapi tante Dama hanya senyum dan memberiku obat yang katanya vitamin bisa diminum saat aku merasa gusar atau banyak sekali yang aku dengar di telinga. Bapak sangat berterimakasih kepada temannya itu, aku juga lupa ingin menanyakan tentang masa kecil tante Dama yang berteman dengan makhluk lain tapi entah mengapa tidak sempat dan perbincangan ini hanya tentang aku saja. Rasanya aneh sekaligus tak mengerti kenapa bisa seperti ini, yang aku senang aku bisa sedikit lebih lega dan merasa tak berat lagi.
"Gimana sekarang nduk?" tanya bapak.
"Sudah lebih enakan pak, rasanya tidak terlalu benang kusut isi kepala, " jawabku sambil tersenyum.
__ADS_1
"Kalau kamu ada waktu bisa main ke tempat tante yaa… kita bisa jadwalkan seminggu sekali untuk video call, " ujar tante Dama.
"Iya tan, makasih banyak ya tan," jawabku.
"Sama-sama, kamu juga jangan terlalu berkutat dengan sesuatu yang bisa menjerumuskan, lebih baik jalani dengan tenang, sibukkan hari-hariku, apalagi kamu juga punya tunangan yang menjadi support sistem. " ujar tante Dama sedangkan bapak sibuk pilih menu buat beli makan online.
__ADS_1
"Yang membuat tenang itu saat kita gak perlu cari tau apa yang seharusnya gak tau, kalau cari-cari malah kaget dan gak siap juga. Kalau memang ada jalannya untuk diberi tau nih sama yang kuasa, berarti itu sudah harus tau. " jawab tante dengan tenang.
Setelah itu bapak juga cerita bagaimana mereka bisa berteman, dulu bapak katanya takut dengan tante Dama karna bocilnya aneh dan suka ngomong sendiri, sedangkan bapak dipaksa bapaknya untuk berteman dan alhasil berteman seperti keluarga sendiri sampai sekarang, cerita masa lalu sampai akhirnya makanan datang dan kami makan bersama masih dengan cerita mereka berdua waktu kecil, yang aku heran kenapa dulu mereka gak ada salah satu yang jatuh cinta, ternyata jawabanya adalah type mereka berbeda, tante Dama suka lelaki yang rapi dan culun dan itu jelas sekali bukan bapak, karna bapak di gondrong, sedangkan bapak suka wanita yang ayu dan manis, jelas juga bukan tante Dama, bukan berarti tante Dama gak ayu ya, tapi karna tante Dama sedikit rock and roll apalagi suka ngomong sendiri. Mendengar kisah mereka waktu muda membuat mood ku naik dan merasa lebih baik, akhirnya tante Dama pamit pulang bukan pulang ke kotanya tapi ke rumah orangtuanya yang ada di kota ini dan bapak mengantarnya karna tadi tante Dama pakai taksi.
Aku dirumah sendirian membersihkan rumah dan bermain dengan Sunny, melihat Sunny aku foto-foto dan menjadikannya story setelah sekian lama rasanya benci banget sama HP dan langsung di komen anak-anak yang katanya merindukanku, aku tak membalasnya karna merasa tak perlu untuk dibalas. Aku juga membaca banyak sekali pesan Toby yang panjang-panjang sekali, ucapan permintaan maafnya karna dugem dengan para wanita, dan entah mengapa aku juga tak tertarik membacanya sampai selesai. Apakah aku sudah mati rasa karna tak lagi percaya, berbohong demi menjaga hatiku sedangkan di sana dia asik-asik aja, apakah aku pantas mendapat perlakuan semacam ini?
__ADS_1
Rasanya resah karna mungkin benar kata tante Dama kalau aku tidak suka dengan adanya perubahan dan takutnya lingkungan merubah seseorang dan nyatanya itu benar-benar terjadi, perasaanku juga tak lagi sama, dulu aku akan marah namun sekarang masa bodoh rasanya, tak lagi ada kekhawatiran yang ada hanya pasti dia sedang mencari alibi untuk kebohongannya. Bukan karna apapun tapi sudah beberapa kali dia berbohong dan bohongnya katanya demi kebaikanku, sedangkan apa yang demi kebaikanku? apakah aku baik-baik saja kalau dibohongi aku akan merasa tenang karna dia disana baik-baik saja. Sedangkan dia disana dugem, berdansa, berjoget sampai mabuk, bisa jadi dia karaoke dengan lingkungan seperti itu bisa jadi sewa cewek di dalamnya sampai terjadi hal-hal tak senonoh, semua itu bisa saja terlebih Toby yang aku tau anak baik-baik dari kota kecil ke koto besar dengan segala usaha dia untuk beradaptasi. Jika kelak memang tak lagi bersama aku juga tidak kenapa-kenapa, untuk apa menjalani hubungan dengan orang yang tidak membiarkanku bisa percaya dan merasa tenang. Selagi aku berpikir aku juga membawa Sunny ke kamarku dan rebahan aja sampai kami berdua ketiduran.
Sampai bapak membangunkanku dan menyuruhku untuk memasukkan bahan makanan ke kulkas karna bapak belanja banyak sekali, malam ini bapak ingin membuat pizza dan menyuruhku untuk membantunya, bapak menyuruhku mandi karna bapak lupa kapan terakhir aku terlihat cantik, dan aku menanggapinya dengan tawa karna aku sendiri juga lupa kok gembel banget terus-terusan, akhirnya kami membuat pizza yang banyak topping dan baunya harum enak banget, bapak dengan bangga memamerkannya di story nya dan aku senang melihat moment ini. kami makan dengan lahap sambil bapak cerita tadi di rumahnya tante Dama dan bertemu dengan ibunya, ibunya tante Dama marah karna bapak tak pernah berkunjung, bapak juga bercerita kalau dulu bapak kan orang yang biasa aja, sedangkan tante Dama anak orang kaya jadi bapak sering makan enak dimasakin ibunya tante Dama, bapak memang jarang berkunjung tapi bapak suka kirim roti kesukaan ibunya via online. Bapak juga bercerita kalau bapaknya bapak dulu itu sangat pintar sekali, sehingga kenal dengan anak orang kaya yaitu bapaknya tante Dama dan mereka berteman dekat karna mereka berdua punya hobi yang sama, bapaknya tante Dama juga membuatkan kolam ikan untuk kakung karna kakung suka budidaya ikan, apapun itu kakung pasti bisa memecahkan masalah karna memang cerdas, matematika cerdas, sains cerdas, dan kepintaranya menurun ke bapakku yang jago banget sampai jadi arsitek yang keren banget. Bapak juga bilang kalau aku juga pintar karna dari dulu bapak diajarkan untuk bisa memanage diri dan bisa memutuskan pilihan sendiri, jadinya bapak sama sekali tidak pernah menggekangku sama sekali, bapak mendukung keputusanku dan selalu ada disisiku apapun yang terjadi, membuatku semakin sayang dengan bapak. Aku yang diperlakukan bak tuan putri di rumahku sendiri, apakah aku sudi untuk diperlakukan semacam sampah dari orang lain? tentu saja tidak, tunggu saja akan ada hal besar yang terjadi kalau ada yang bermain-main denganku. Aku akan bangkit dari keterpurukan ini dan bersiap menghancurkan siapapun itu yang meremehkanku.