Rumah 7 Turunan

Rumah 7 Turunan
115. Told Me


__ADS_3

Tak salah lagi, yang aku lihat adalah sosok Amini sedang duduk dibelakang kakeknya Roy. bahkan bukan duduk mungkin berdiri cuma aku tidak nampak kakinya. Aku tak bisa fokus seperti briefing awal karna aku mengamati Amini yang menyuruhku untuk melihatnya, apa maksud Amini ada disini, bukankah dia dihalangi ibunya untuk pergi-pergi bahkan menampakkan diri, bukankah dia terakhir kali minta tolong dan ini kali pertama dia menampakkan diri lagi.


Aku hanya makan tak bersuara dan pandanganku fokus ke Amini dan memberikan tanda seperti aku mengharapkan dia berbicara padaku tentang maksud kedatangan dia kemari, apakah dia masih menyukai leluhurnya Roy atau dia menyukai Roy aku tak mengerti apa maksud kedatangannya di acara keluarga ini untuk apa, dan atas dasar apa bahkan dia juga mengamati keluarga ini dengan seksama seakan dia juga bagian dari keluarga ini dan benar-benar seolah-olah dia juga bisa dilihat oleh keluarga ini.


Roy pun menatapku keheranan ada apa denganku yang tiba-tiba diam dan hilang fokus dan juga entah apa yang aku lakukan makanku juga banyak dan tak mengerti situasi macam sekarang, Roy juga sering memberikan kode kalau harus tetap fokus dengan sesuai yang direncanakan tapi aku sepertinya tidak bisa, karna aku kan aslinya tak bisa melihat makhluk tak kasat mata, dan ini aku melihatnya dengan jelas membuatku sakit kepala.


“Kenapa ca?” tanyanya.


“Kepalaku pusing Roy, kamu bisa lihat gak, ada Amini disini?” tanyaku.


“Hah? Serius?” jawabnya dengan muka yang kaget.


“Iya, dia ada di samping kakekmu,” jawabku.


“Oke biar aku foto dan tanya Ana,” jawabnya sambil mencari HP nya dan memotretnya.


Tiba-tiba ada mamanya Roy ngajak aku untuk coba kue nya, dan aku iya-iya aja ngikutin dia ambil kue dekat kaca besar yang bisa lihat pemandangan di luar.


“Makasih ya, sudah betah berteman sama Roy,” ujarnya.


“Iya tante, betah aja kok.” jawabku sambil memakan kue yang lembut banget dan enak, dah langsung terasa kuenya mahal.


“Kamu tau pacar Roy sekarang?” tanyanya.


“Roy lagi gak punya pacar tante,” jawabku.


“Kalau kamu gimana sama Roy aja, sepertinya dia nyaman dan sering main ke rumahmu, tante lihat di story ayahmu.” jawabnya.


“Buset tante, aku kan sudah tunangan sama Toby,” jawabku sambil sedikit tersedak kaget gak nyangka kata-kata itu akan keluar dari mamanya.


“Tapi tante serius ya ini, bukan sarkas, kamu kan selalu menganggap tante sarkas dari jaman kecil,” jawabnya.


“Tapi Aca juga serius tante, kalau Aca sudah sama Toby sekarang.” jawabku berusaha dengan muka serius padahal pengen ngakak.

__ADS_1


“Tante pikir nanti ujung-ujungnya kamu sama Roy, karna Roy juga akrab dengan ayahmu, bahkan ayahmu juga sering ngabari Roy lagi ngapain biar kami gak khawatir,” ujarnya seakan memaksa.


“Lalu Toby mau dikemanain tante? Toh Aca sama Roy cuma sebatas sahabat tidak lebih dan kurang,” jawabku.


“Hmmm… tante bingung soalnya tante banyak nolak pacar Roy karna berharap ujungnya Roy sama kamu,” jawabnya.


“Itu gak mungkin tante, karna kami sering berantem.” jawabku.


“Berantem kan biasa aja, namanya hubungan dan kalian juga membangun bisnis bersamakan?” jawabnya sambil menatap tajam.


“Tapi kami tak ada perasaan lebih tante,” jawabku yang bingung mau jawab apalagi.


“Itu mungkin karna kamu gak sadar dengan perasaan itu, lagian kalau Roy ga ada rasa ngapain dia ngajak kamu yang cuma teman ke acara keluarga?” tanyanya.


“Nah itu Aca juga bingung, padahal dia bisa sendirian aja, Aca dipaksa kesini loh tante,” jawabku terang-terangan.


“Tapi tante berharap perasaanmu berubah dan bisa sama Roy,” jawabnya yang tetep ngeyel.


“Tapi kenapa tante mau saya sama Roy? Padahal tante seperti gak peduli juga.” jawabku dengan tegas.


“Bisa kok tante, kalau tante mau Roy bahagia ya ubah aja pola keluarga, jangan berharap anak tante dibahagiakan orang lain, sedangkan Roy sendiri ingin bahagia bersama orangtuanya,” jawabku yang amat berani padahal aku bisa saja dibenci dengan jawabanku yang teramat jujur.


“Nah ini, suka aku wanita yang sadis dan berani,” jawab papanya Roy yang tiba-tiba muncul.


“Mirip denganku kan pa?” tanya mamanya Roy ke suaminya.


“Iya, calon mantu kita kah?” tanya papanya.


“Maaf om, Aca cuma temennya aja gak lebih, jadi jangan beranggapan seperti itu,” jawabku yang langsung mempertegas, pusing juga dikerubungi dengan sesuatu yang gak nyaman.


“Hahaha… iya tau ca, om lihat di sosmed mu kamu sama Toby kan, kalian saling bersahabat dan juga partner kerja, mana mungkin hancur karna cinta segitiga kan?” tanya nya sambil tertawa.


“Betul banget om, ga akan karna susah bangun bisnis dan bangun hubungan,” jawabku menohok.

__ADS_1


“Kalau begitu bantu tantemu ini biar berhubungan baik dengan anaknya ya?” ucapnya dengan baik.


“Siap om, laksanakan,” jawabku singkat.


Langsung aku permisi ke kamar mandi sambil melihat ke sekeliling mencari Amini kemana kok gak nongol lalu kaget tiba-tiba dia sudah ada di kaca kamar mandi, benar-benar di kaca saat aku lihat disampingku gak ada, dia hanya ada di kaca di depanku. Lalu aku memasang handsfree biar gak disangka ngomong sendiri andaikan ada orang lain didalam kamar mandi.


“Halo, kamu mau apa?” tanyaku pada Amini.


“Haii… aku merindukanmu,” jawabnya.


“Maumu apa lagi?” tanyaku.


“Kenapa kamu tidak datang menolongku?” tanyanya.


“Aku sudah berusaha mencari tau tapi ternyata rumahmu sangat luas dan tak bisa mencapai pintu yang beneran.” jawabku.


“Benarkah? Kamu datang? Dan kamu tidak bisa menembusnya?” tanyanya.


“Kamu tau dimana kunci ruang bawah tanah disimpan?” tanyaku langsung ke intinya.


“Kamu juga tau tentang ruang itu ?” jawabnya dengan muka bingung.


“Dimana?” tanyaku.


“Kunci itu selalu dibawa kepala rumah tangga di rumah itu,” jawabnya.


“Lalu aku harus mencarinya dimana?” tanyaku.


“Datang saja kerumah, jika kamu mengamati dibawah tangga kayu itu ada seperti kayu yang bisa dicongkel, disitu ada kotak peti kecil berisi kunci,” jawabnya dengan tatapan yang sayu.


“Kamu baik-baik aja?” tanyaku.


“Cari kunci itu dan musnahkan kertas perjanjiannya, tapi akan sangat sulit karna ruang bawah tanah ada penjaganya dari jaman dulu, ini bukan setan dari arwah manusia tapi benar-benar setan yang dipuja di jaman dulu,” jawabnya lalu menghilang dengan tatapan sayu yang berusaha menyemangatiku.

__ADS_1


Aku kaget dan juga pusing karna aku pikir masalah akan segera selesai tetapi bagaikan mendaki gunung melewati lembah.


__ADS_2