Rumah 7 Turunan

Rumah 7 Turunan
162. Ana [4]


__ADS_3

Pasti banyak yang bertanya bagaimana aku dan keluargaku bisa melihat makhluk tak kasat mata, saat aku diceritain ibuku waktu kecil saat aku tak bisa membedakan mana yang makhluk halus dan manusia, pelan-pelan beliau menjelaskan kalau memang aku mempunyai sedikit kelebihan yaitu ini, bisa merasakan yang tak semua manusia rasakan, bisa melihat yang tak semua manusia lihat, kakakku pun sama juga seperti itu tetapi dia ini tipikal yang santai dan sudah bodoh amat sedangkan aku sampai sekarang adalah tipikal yang selalu excited karna kata uti kalau aku memiliki sedikit kepekaan yang lebih dari kakakku, hampir mirip dengan ibuku tetapi tak sekeren ibuku.


Ibuku selain bisa merasakan, melihat dan menjelajahi masa lalu beliau juga pandai berkomunikasi secara jelas dan aku belum bisa seperti itu dan kakakku tidak berniat bahkan dia takut kalau anaknya juga bisa melihat yang tidak terlihat, ibu juga bilang kalau aku juga tidak perlu belajar hanya belajar yang wajar-wajar saja karna kalau terlalu menuruti mereka yang telah tiada itu bisa runyam, dan ternyata memang benar sangat runyam berhadapan dengan keluarga Asmirah, rasanya memang sangat-sangat membuatku mual, kalau membahas ini aku jadi ingat Toby yang sedikit bisa merasakan, padahal dulu kami di kantor diluar kantor merasa sahabatan banget dengan semuanya, dan ya cinta seperti menghancurkan semuanya, Kris dengan kesibukannya, Aca walaupun saat itu dengan Toby tapi masih sama saja, ketika semuanya berpencar rasanya perubahan sangat besar terjadi, kami tak kompak seperti sedia kala, dan yang aku pusingkan nanti saat minta bantuan agar di malam purnama itu apakah kami bisa mengatasi dengan orang yang tak selengkap dulu. Rasanya aku ingin bertanya ke anak-anak apakah kita masih orang yang sama atau kita sudah menjadi berbeda karna sudah tak lagi sehati.

__ADS_1


Aku sempat curhat dengan ibuku situasi kantor dan pertemanan kami, ibu malah marah karna seakan-akan aku yang tak terima kalau teman-temanku memiliki kehidupan lain dan aku yang tak memilikinya seakan iri, karna aku pulang kerja juga langsung membantu ibu, tak pergi kencan atau sekedar hangout dengan manusia lain yang bukan temen deket, dan aku jadi menyadari kalau aku memang sedikit egois tetapi kegiatanku cukup banyak juga, karna aku lumayan bergaul dengan tongkrongan anak basket kata ibu aku harusnya sudah memacari banyak lelaki tapi tak aku lakukan dan kata ibuku aku tak memanfaatkan apa yang ada pada diriku dengan baik, harusnya bisa sambil memilah mana yang lelaki tulus mendekatiku. Rasanya aku pengen sekali mencoba membuka hati tetapi aku sudah mikir pasti sangat merepotkan dan aku cukup tak punya waktu untuk itu semuanya sangat membutuhkan waktu dan juga pikiran dan hati secara bersamaan dan membuatku menyerah sebelum hal itu terjadi.


Oh iya, namaku juga hampir mirip dengan nama keponakanku yang cantik yaitu Kirana dan aku Kiana, kata kakakku memang terinspirasi dari keluarga sendiri kalau nama anak perempuan harus cantik, dan kalau mereka punya anak lagi juga namanya akan sedikit sama dengan anggota keluarga lainnya, sangat mengesankan dan aku harus bersyukur. Ditengah rasa syukurku hal yang mengejutkan datang yaitu orderan pesanan ibu terlalu banyak dan aku harus cuti hari ini karna gak mungkin ibu gak butuh aku, aku sudah menitipkan kerjaan ke anak-anak lainnya, dan aku juga bakal nyiapin makan siang mereka juga yang menunya sama dengan pesanan yang banyak ini, ternyata pesanan yang tiba-tiba ini dari sekolahku dulu, jadi aku belanja dengan karyawan ibu dan langsung memasak bersiap karna besok dikirim ke sekolah, hari ini kami semua sangat sibuk dan rasanya tulangku sakit semua dan sedikit masuk angin, sampai akhirnya kami melalui semuanya dan selesai dan aku sudah berencana besok akan full tidur seharian tetapi tak mungkin bisa karna banyak juga kerjaan di kantor, tetapi aku curhat ke Aca dan menyuruhku tidur aja daripada ke kantor tapi malah bikin sakit.

__ADS_1


Ana dan Roy happy banget karna disuruh membantuku untuk bisa kenal paling gak tau dulu lah, jadi kami berencana minggu depan bakal main ke sekolahan hanya untuk main aja, karna aku kadang main nyamperin guru olahraga kami, yang masih keren banget walaupun usianya tak lagi muda anaknya pun bisa masuk timnas renang jadi sudah pasti digembleng banget sama ibunya ini, guru olahraga kami perempuan yang cenderung tegas tetapi juga komedi dan penyayang makanya kami bertiga cocok bersahabat dengan guru olahraga kesayangan semuanya, anak sekarang mungkin juga bakal menyukainya, kalau main ke ruang guru pasti main ke ruang guru olahraga yang tempatnya jelas berbeda dari guru lain, hampir mirip gudang penuh alat olahraga tapi sangat nyaman kalau main kesana. Padahal di ruangan itu ada penunggunya tapi aku pura-pura gak kenal gak kelihatan dan pura-pura gak tau padahal aslinya gak serem sih cuma ya gimana ya gitu deh coba bayangin makhluk begituan meskipun wujud gak serem tapi sekali ketauan kita bisa melihat bisa bahaya.


moment saat melihat guru bahasa itu akan tiba tapi ada yang aneh, ternyata ada sesosok yang selalu mengikuti guru bahasa tersebut dan sosok itu pasti kalian mengenalnya.

__ADS_1


__ADS_2