
Aku diam dalam ketakutan dan menatap Toby, seketika aku menangis antara kesal dan lelah, menghabiskan energi untuk kisah orang lain sedangkan aku tak punya waktu untuk diriku sendiri. Kesalahan memang menjadikan rumah itu sebagai basecamp, kesalahan memilih rumah itu, semua kesalahan yang mengakibatkan kesakitan macam ini.
"Hey, ca.. its oke, maaf yaa ngagetin kamu, aku sendiri juga kaget. " Ucap Toby sambil memelukku.
"Kamu langsung masuk aja, bersih-bersih. Biar motor ini aku yang masukin. " Imbuh nya.
Aku hanya diam dan langsung masuk, mandi dengan cepat lalu berdiam di ruang tv. Toby datang memberiku susu coklat, dengan muka pucat, entah apa yang dia lihat.
"Bapak belum pulang? " tanyaku.
"Belum, kamu dari mana sih? " tanya Toby.
"Dari cafe deket sawah, ada urusan. " Jawabku tak menatap matanya.
"Oke, kalau gamau cerita. Aku balik pulang, hati-hati di rumah. " Ucap Toby sambil memakai jaket bersiap pergi.
Sepertinya Toby marah dan merajuk, apakah aku harus menghentikan nya atau membiarkan nya, aku tak tahu harus bagaimana.
"Bi... kamu marah? " tanyaku.
Dia hanya diam dan tetap memakai sepatu bersiap pergi.
"Bi.. udah jangan marah, maaf ya. " Ucapku sambil memegang lengan nya.
"Apa? " tanya nya sambil menatap mataku dengan tajam. Ini kali pertama Toby menatapku dengan murka.
"Emm.. jangan marah. " Jawabku bingung.
"Masuk sana, makan. Aku balik dulu, " ucapnya sambil berlalu pergi.
Lalu tiba-tiba Ana telepon.
"Halo ca! " ucap Ana.
"Iya halo, kenapa? " tanyaku.
"Dah sampe rumah kan? " tanya nya.
"Iya, kenapa emang? " tanyaku lagi.
"Ada yang ngikut kamu ca, tapi baik kok, itu teman tanteku. " Ucap Ana bikin aku kaget.
"Gilak yaaa!! " seru ku langsung masuk rumah.
"Maaf ya, dia sendiri mau ngikut terus sekalian aja jagain kamu dari Asmirah atau siapapun itu. " Ucap Ana.
"Wujudnya apaan? " tanyaku penasaran sekaligus takut.
"Laki, cakep seumuran kita. " Jawab Ana sambil tertawa.
"Haduh, napa dia bisa ikut sih? pantesan Toby marah, " ucapku kesal.
"Wah keknya dia lihat tuh. " Jawab Ana.
__ADS_1
"Terus aku harus ngomong apa nih? " tanyaku.
"Gapapa, Toby bisa ngerasain kok mana yang baik dan jahat, kalo niatnya jagain pasti ya di biarin aja sama Toby. " Jawab Ana menenangkan.
"Okedeh, semoga aku tidur nyenyak. " Ucapku mengakhiri telepon.
Tak lama bapak datang membawa martabak dan kami makan malam bersama, meski aku masih kekenyangan. Aku dan bapak membicarakan tentang rumah sekaligus kantor dan meminta bantuan bapak untuk segi bangunan dan interiornya. Cukup lama kami mengobrol dan akhirnya istirahat, masuk ke kamar masing-masing.
Di kamar aku merasakan hawa yang beda, apakah karna ada yang melindungiku aku jadi merasa tenang, aku juga chat Ana, apakah aku selalu di ikuti ternyata tidak, dia hanya datang saat benar-benar bahaya, selama aman aja dia tak akan ada di sekitarku. Ternyata keren juga berasa terhipnotis dan punya keberanian kalau aku merasa aman kaya terdoktrin gitu. Akhirnya malam itu aku tidur dengan lelap, bisa bangun pagi menyiapkan sarapan dan bersih-bersih rumah.
Setelah sarapan, bapak berangkat kerja dan aku pun juga bekerja, tapi kali ini tiba-tiba Roy menjemputku.
"Napa nih? tiba-tiba? gak bilang dulu? " tanyaku sambil masuk ke dalam mobil.
"Hari ini ikut aku ya, " ucapnya.
"Kemana? ketemu client? kenapa gak bilang dulu sih? aku tuh uda ngerancang planning kerjaanku sendiri, kalau kek gini kan jadi berantakan entar. " Ucapku kesal.
"Ssstttt.... diam, berisik. " Jawab Roy.
"Apaansih bikin kesel pagi-pagi. " Ucapku.
"Alca Madisa, please gausa ribut! " seru Roy.
"Kalau dah sebut nama lengkap begini biasanya serius, ada apa? " tanyaku.
"Kamu ketemu leluhurku? " tanya Roy.
"Hah? leluhur apa? " tanyaku loading.
"Oh.. Salim? " jawabku santai.
"Hah? " ucap Roy.
"Iya, tau dari mana? " tanyaku.
"Buyutku itu datang ke mimpiku dengan sangat jelas, beliau menyuruhku menikahimu. " Jawab Roy.
"Hah? gilak, tapi emang Salim ganteng kali pada masa itu! " seru ku.
"Kamu di mimpiin juga? " tanya Roy.
"Hmm.. bisa dibilang gitu, aku ketemu Salim tapi dia masih belasan tahun, tampan dan komedi banget. " Jawabku.
"Terus kenapa kita di suruh nikah? " tanya Roy.
Aku juga bingung kenapa buyutnya Roy dateng ke mimpinya, apakah di masa sekarang sudah tahu kalau aku sempat masuk ke tubuh Amini? apa ini? aku harus cari tahu kesiapa kalau beribet macam ini.
"Roy, bisa kita ke basecamp lama bentar gak? mampir aja. " Ucapku.
"Gak! " dengan gamblang dia menolak dan langsung tancap gas ke kantor.
Sesampainya di kantor Toby sudah datang duluan dengan muka masamnya dan kagetnya kenapa aku bisa berangkat bareng Roy.
__ADS_1
"Kenapa kau jemput Aca? " tanya Toby ke Roy yang sudah ku duga dengan respon nya.
"Yaa... kebetulan aja. " Jawab Roy.
"Kenapa ca? " tanya Toby.
"Tau tuh, Roy tiba-tiba ngajakin aku nikah. " Jawabku berasa mengadu domba.
"Apaan Roy? hah? ngajak ribut kau? " ucap Toby.
"Gak, ah berisik kali sih pagi-pagi. " Jawab Roy sambil menatapku tajam.
Dan aku hanya tertawa terbahak-bahak.
"Gak.. gak bisa kek gini, kita harus cepet daftarin pernikahan. " Ucap Toby serius menatapku.
"Bi.. gausa mulai deh yaaa... hari ini aku sibuk sekali, banyak kerjaan, banyak revisian dan nanti siang aku ada meeting bahas desain sama Ananta. " Jawabku lengkap.
"Tapi maksudnya apa tadi? " tanya Toby lagi.
"Itu becanda aja, ngapain serius amat sih? dan nanti bapak ngecek ke sini, kamu temanin bapak ya. " Ucapku.
Toby kembali bermuka masam nan galau, tapi entah mengapa dia ngeyel sekali ingin menikah denganku, takut banget aku direbut orang lain. Tak lupa aku chat Ana kejadian mimpi Roy tadi, dan Ana akan ke basecamp lama untuk memastikan situasi di jaman ini. Apakah aman-aman saja atau sebaliknya.
Akhirnya selesai meeting dengan Ananta dan sebelum aku kembali ke kantor aku menyempatkan diri untuk ke salon sebentar, rasanya aku ingin facial sebentar aja, karna muka ku kusam dan stress jadinya di lihat kek jelek banget.
Ada telepon, ku pikir Toby ternyata Ana.
"Ca... dimana? " tanya Ana.
"Di salon, habis meeting. " Jawabku.
"Bisanya malah nyalon nih, " ucap Ana.
"Kenapa? stress banget nih aku jadi wajahku gak cerah. " Jawabku.
"Besok lusa diajak ketemu sama mbak Laras, mbak Sekar, mas Teguh. " Ucap Ana.
"Waduh, kok keknya menengangkan ya. " Jawabku.
"Emang, aku aja takut. " Ucap Ana.
"Kenapa ada apa? " tanyaku penasaran.
"Gatau juga, tapi harus ajak Toby juga, jadi 3 lawan 3." Ucap Ana.
"Aduh, kamu aja yang ajak. Dia lagi ngambek sama aku. " Jawabku.
"Yauda, biar aku chat aja, nih dia lagi bikin kopi dengan cemberut. " Ucap Ana.
"Lah! kamu di kantor? " tanyaku.
"Iya .. tapi di luar biar gaada yang denger. " Jawab Ana.
__ADS_1
Lalu, hari janjian bertemu pun datang....