Rumah 7 Turunan

Rumah 7 Turunan
176. Ana [18]


__ADS_3

Tiba-tiba kepalaku pusing dan entah mengapa berat sekali lalu Aca datang dan menanyakan kenapa aku pucat, dia mengira aku masih shock dengan keadaan mantan suami ibuku dan disuruhnya aku untuk baring istirahat, akupun mengiyakannya dan tidur sejenak dan seakan aku bermimpi lagi dengan jelas kalau Asmirah murka denganku dan keluargaku serta teman-temanku, Asmirah menuduh kami mencari tim atau bala bantuan untuk melawannya, padahal Surti yang datang sendiri, aku pun tak pernah melihatnya di rumah itu, aku juga tak mengerti bagaimana dia menemukan rumahku sampai meminta perlindungan padaku dan ibuku, dia sangat marah dan mengancam akan membuatku hancur, aku pun hanya diam saja dalam mimpiku karna yang terlihat adalah bentukan Asmirah yang jelek dan menyeramkan. Lalu aku dibangunin Aca karna katanya aku mengigau dan dia memberikanku teh hangat, ingin rasanya bercerita tapi aku gak mau mengganggu kehidupan Aca yang dengan susah payah untuk menjadi tenang.


“Kamu nih kenapa?” tanyanya bingung.


“Gapapa kok mungkin aku cuma kecapekan,” jawabku.


“Ada kerjaan apa yang belum selesai hari ini?” tanyanya.

__ADS_1


“Ada itu sih aku belum kasih invoice yang diminta client,” jawabku.


“Itukan urusannya Ambar.” jawabnya.


“Iyaa tapi clientnya kan berhubungan langsung sama aku, jadi Ambar bikinin terus aku tinggal kirim.” jawabku.


“Udah sekarang kamu pulang aja, aku pesenin ojol yak, entar motormu biar dianter Roy,” jawabnya dengan enteng.

__ADS_1


“Haduh ribet amat dikasih tau, dahlah aku pesen ojol cari mobil yang nyaman, bentar aku ambil HP dulu,” jawabnya dan berlalu pergi.


Aku yang rasanya masih berat kepala ini gak bisa melarang Aca lagi kalau udah kemauan dia. Tak lama Ambar masuk dan bilang padaku kalau masalah invoice dia aja yang kirim, dia juga sudah merapikan mejaku dan menyuruhku menghabiskan teh hangat dan menunggu ojol datang didepan dan aku cuma iya-iya saja karna anak-anak sudah mengusirku, tak lama ternyata Andreas datang rupanya sudah janjian dengan Roy karna Roy punya ide yang mau dibagi sama Andreas, dia bertanya aku kenapa dan aku males juga sebenernya jawab, tapi aku harus menjadi menyenangkan, ini si Roy ngapain juga kok jadi dia yang pendekatan sama Andreas, dan mungkin dia juga kesal karna pergerakanku cukup lama mendekati Andreas. Tak lama ojol pun datang dan aku pulang, aku sempat tidur sebentar dan akhirnya sampai di rumah, ibuku bertanya aku kenapa dan aku cuma bilang aku pusing saja.


Langsung ibuku memberikan makanan dan diberinya obat pusing dan disuruhnya aku tidur dengan nyenyak, karna rumah cukup ramai sekali dengan mbak-mbak yang memasak dan cukup banyak pesanan jadinya ibuku tak bisa menungguku. Aku pun mengiyakan saja karna aku cuma perlu tidur, aku tidur dan terbangun lagi, begitu saja seterusnya tak bisa tidur dengan nyenyak tetapi pusingku sudah mendingan. Ibuku masuk kamar dan bilang kalau aku kemungkinan kecapekan jadinya pusing, ibuku cuma lihat aku dan memberiku puding lalu keluar kamar lagi. Sampai akhirnya sudah jam malam, Surti datang dengan malu-malu, walaupun malu-malu tapi tetap menakutkan karna mengagetkan seakan kedatangannya tak ada aba-aba. Aku bertanya pada Surti apakah Asmirah punya kekuatan atau dia bersekutu dengan setan sebelum dia meninggal, dan dia menjawab dia tidak tahu apapun karna dia meninggal dengan cepat, aku juga bertanya siapakah yang lebih dulu tiada, suaminya atau dia yang duluan, dan jawabannya adalah dia duluan yang tiada lalu datang menjemput suaminya agar ikut dengannya.


Jadi intinya Asmirah tidak mau mati sendiri jadi ngajakin suaminya dan menjadi setan bersama-sama, kenapa kisah para setan ini cukup sweet untuk seorang setan, manusia aja gak ada yang kek gitu, kenapa juga dia ngajak-ngajak sih, cukup sadis juga dan bagaimana juga cara ngajak matinya kan dia udah jadi setan. Aku juga bertanya bagaimana cara Asmirah meninggal dan Surti juga tidak tahu dengan pasti karna dia sama sekali tak bisa keluar dan melihat-lihat rumah secara keseluruhan karna dia tinggal di ruang bawah tanah. Aku sampai tak bisa berkata-kata karna ini seperti benang kusut, aku sangat penasaran sekali dengan kisah Asmirah ini, sangat penasaran kenapa dia sebegitunya menjadi sosok yang jahat, tapi jika aku tanya Surti, Asmirah adalah istri yang baik dan sempurna dimata suaminya tetapi dia bukan ibu yang baik karna membuat anak-anaknya semakin lama semakin tidak menyukai nya yang aku belum mengerti adalah mengapa Asmirah seperti itu, kenapa juga dia mencampuri kami kehidupan nyata ini padahal jelas-jelas dia sudah membina keluarga besarnya saat masih hidup maupun sekarang saat semuanya sudah mati. Tolonglah rumah 7 turunan sudah berakhir karna keturunan terakhir sudah masuk ke keturunan ke 8 jadi tidak perlu lagi mengganggu yang masih hidup. Ingin rasanya aku bilang pada Asmirah seperti itu tapi susah sekali karna tak terkoneksi alias gak punya akses. Dia datang dan pergi seenaknya seakan dunia ini semuanya miliknya, sangat menyebalkan sekali.

__ADS_1


Aku keluar kamar dan ternyata ibuku sedang bikin kue bolu dan aku memakannya karna butuh yang manis dan enak-enak, mukaku katanya masih pucet dan disuruhnya makan lagi tapi aku udah kenyang banget, ibuku bikin aku susu panas juga pokoknya ibuku memang yang terbaik, tak lama Roy datang dengan membawa motorku dan menanyakan kabarku dan dia kaget kenapa mukaku pucet gitu seperti melihat setan sambil tertawa, dia gak tau aja rumah ini selain ada penjaganya juga ketambahan si Surti ucap dalam hatiku sambil menahan tawa. Ibuku malah menyuruh Roy buat makan dan boleh incip apapun kecuali yang sudah di packing dan dia bersemangat untuk makan, dia juga pengen susu coklat panas juga dan ibuku bikinkan, tak lama Aca datang dengan mobil Roy ternyata dia jemput Roy supaya nanti bisa pulang, mereka ini memang sahabatku. Aca juga makan dan ibuku juga membuatkan susu coklat panas, anak ibuku memang ada 4 dan 1 cucu. Walaupun beliau repot tapi masih peduli sama anak-anaknya. Aca memaksaku untuk bercerita karna dengan bercerita nanti aku bisa lebih tenang dan gak pusing atau kepikiran, Roy juga sama saja, akhirnya ku mencoba menceritakan apa yang terjadi kepada mereka berdua.


Pasti sudah tahu respon mereka berdua sudah pasti sangat heboh, terlebih lagi karna ibuku mengizinkan sosok kunti menginap pohon rumahku dan mereka juga bertanya sampai kapan dia menumpang disini, karna mereka jadi takut dan ngeri juga kalau lihat kunti nangkring di pohon. Aku pun menjelaskan kalau dia tak akan menampakkan diri jadi akan aman saja, dan mudahan sosok ini bisa membantu kita kelak.


__ADS_2