Rumah 7 Turunan

Rumah 7 Turunan
127. Roy [12]


__ADS_3

Hari berganti hari akhirnya masa dimana Toby mendapatkan email untuk pindah kerja sudah diterima, dia kaget dan bingung sampai dia screenshot dan dikirimkan ke grup inti, aku yang membacanya hanya tersenyum membaca email diangkatnya dia ke kantor pusat dan dengan bahasa inggris itu. Sedangkan respon yang lain juga kaget dan gak tau harus gimana, sedangkan aku hanya mengompori saja biar semakin panas. Apakah hal ini termasuk dalam hal keji atau licik? Aku rasa sih tidak ya, meskipun menggunakan koneksi orang dalam untuk menyingkirkan seseorang tapi nyatanya aku gak bisa dibilang licik karna aku membuatnya naik jabatan, bukan menjebloskan dia ke suatu daerah terpencil, malah aku kirim ke kantor pusat, harusnya sih dia bersyukur.


Respon paling baik adalah respon bijak Aca dia merasa bangga atas pencapaian Toby dan katanya ini saatnya dia untuk berkarir dengan fokus lagi karna naik jabatan yang sangat membanggakan, sedangkan Toby gak terima karna selama ini dia gak masalah kalau kerja nya WFA tapi kok tiba-tiba dia naik jabatan padahal dia gak ngajuin buat ikut tes kalau ingin naik jabatan dan Aca menenangkan dia kalau ini moment yang susah untuk diulang dan didapat jadi harusnya bersyukur Toby bisa naik jabatan dan itu keren bagi Aca. si Toby hanya lesu dan bingung padahal dia sudah merencanakan pernikahan kalau dia dipindah ke pusat berarti harus LDR dan jauh dari Aca dan makin jauh dari pernikahan, karna dia tau Aca akan menetap dikota ini sampai dia tua karna bapaknya ada di kota ini. Aku juga mendukung tapi sekaligus tidak mendukung karna Toby adalah IT handal di MMA dan sangat cepat kerjanya dan akan sulit mencari pengganti Toby apalah tiba-tiba begini kalau ada anak baru siapa yang ngajarin, masa iya anak intern.


Dengan ucapanku itu Toby malah meminta maaf dan merasa bersalah, dia akan menemui bosnya yang dicabang sini untuk meminta kejelasan dan alasan mengapa dia bisa naik jabatan tanpa tes, apakah karna pengamatan personal atau bagaimana dia juga masih bingung, karna itu perusahaan memang sangat susah untuk naik jabatan, dia senang sekaligus sedih dan kepikiran dengan Aca, tapi komenan Aca santai-santai aja, karna aku tau dia gak mau nikah terburu-buru selama masalah dengan keluarga pak Broto belum selesai dan cuma Toby aja tuh yang ngebet banget pengen kawin. Sekarang hari sabtu aku ada janji dengan kakekku yang ingin bertemu dan nenek tiri yang katanya ingin bertemu katanya sudah lama tidak ngobrol denganku, maka hari ini aku akan masuk setengah hari saja.


“Gimana nih Roy?” Tanya Toby.


“Menurutmu gimana? Menurutku ini keren banget loh, kan ini perusahaan multinasional yang gede dan bisa naik jabatan tuh luar biasa keren, jangan disia-siakan kesempatan ini, tapi jangan lupa juga nanti ajarin anak barunya sampai dia bisa menghandle.” jawabku dengan tenang.


“Menurutmu aku deserve? Dan apakah ini memang sesuatu yang harus dirayakan?” tanyanya.


“Of course bi, kau udah kasih tau keluargamu kan?” tanyaku.


“Sudah dan mereka happy banget dan bangga sama aku atas pencapaian ini,” jawabnya.


“Terus Aca gimana?” tanyaku.


“Dia sih excited dan bangga banget, cuma aku gak mau LDR, kalau aku nikahin dan bawa Aca kira-kira dia mau gak ya?” tanyanya.


“Jelas gak sih, emang dia mau jadi ibu rumah tangga? Dan emang dia mau ngelepasin karirnya yang udah dia bangun? Dia kan tipikal gak mau kerja ikut orang.” jawabku.


“Iya juga sih Roy, duh aku makin galau, senin aku nemuin bosku, aku mau tau detail dan katanya ada kontrak baru jadi aku harus baca dan memastikan.” jawabnya.


“Jadi deal nih pergi? Terus MMA gimana?” tanyaku sok sedih.


“Gimana ya, udah mulai harus cari orang sih, nanti aku coba ya liat temen-temenku kali aja ada, kamu juga cari juga, mumpung aku masih disini pasti aku bantu,” jawabnya dengan muka tegang.


“Yakin?” tanyaku kembali.


“Kalau keluarga dan Aca sebegitu excitednya masa aku malah sedih kan konyol,” jawabnya dengan muka bimbang.

__ADS_1


“Iya juga bi, aku nih mau nemuin kakek dan nenek tiriku, mau ikut gak?” tanyaku.


“Buset, mereka kan termasuk orang tua yang kolot dan kaku, apa gak serem?” tanya Toby.


“Ya biasa aja sih kalau udah kenal, kali aja kamu bisa lihat sesuatu karna keluarga kami semua benci dan gak suka sama nenek tiri ini,” jawabku.


“Aku tanya Aca dulu ya,” jawabnya.


“Kenapa tanya dia?” tanyaku bingung.


“Ya ini malam minggu Roy, kalau dia nanti ngomel karna gak ditemenin jajan dan nonton aku bisa kena omel,” jawabnya.


“Perasaan dia biasanya nonton sendiri dan jajan sendiri, eh sama om sih biasanya.” jawabku.


“Ya aku tanya dulu ke meja dia bentar,” jawabnya sambil berlalu pergi karna posisiku lagi asik ngopi di taman belakang dengan laptopku.


Tiba-tiba Kris datang dan menanyakan bagaimana dengan proposalnya,


“Baik pak, anda begitu kejam mirip dosen pembimbing saya dulu,” jawabnya kesal.


“Yakan masalah duit kantor jangan jadi boros dong Kris, nanti kalau Ambar tau bisa-bisa dihabisin kamu,” jawabku dan ternyata Ambar datang dengan membawa makanan mau ikut nimbrung, memang kalau sabtu gini kadang rada longgar.


“Apa ? kenapa?” tanya Ambar.


“Coba itu cek proposal pengajuan diskon kantor buat nikahan Kris,” jawabku.


“Hah? Mana coba lihat.” jawab Ambar yang bingung.


“Iya sebentar bu dosen kedua, saya ambil dulu di meja pak dosen pertama,” jawab Kris sambil masuk lagi ke dalam.


“Itu jadi beneran si Kris ngajuin diskon?” Tanya Ambar.

__ADS_1


“Iya, sampe kerjaannya aku yang pegang tuh, banyak lagi minta diskonnya, makanya gak ku ACC dan banyak yang ku coret-coret gak terima.” jawabku kesal.


“Bisa-bisanya ya dia, padahal lakinya jelas-jelas mampu,” jawab Ambar yang ikut kesal.


Akhirnya Kris masuk dan memberikannya pada Ambar dan terjadilah percekcokan yang bikin kuping sakit akhirnya aku tinggalkan mereka dan menemui Toby apakah dia bisa ikut menemani, dan Aca membolehkannya Toby ikut denganku, sedangkan Aca malam ini udah janjian mau nonton bioskop dengan bapaknya, sementara itu aku dan Toby siap-siap untuk berangkat aku masih dengar perdebatan Kris dan Ambar yang tak kunjung selesai dengan tawar menawarnya.


“Kalian belum selesai juga?” tanyaku menghampiri.


“Ya ini Kris bikin kantor kita bangkrut aja, aneh-aneh sih dia nih.” jawab Ambar.


“Kris kan itu udah aku tandai, mana-mana yang gak masuk akal, mau tawar menawar apalagi?” tanyaku.


“Baik bapak, saya akan segera memperbaikinya,” jawab Kris dengan muka bete.


“Kenapa sih kenapa?” tanya Aca tiba-tiba datang.


“Gak tau tuh temanmu ngeyel banget, coba baca tuh proposal!” jawab Ambar kesal.


“Iya sini mana,” jawab Aca dan memeriksa lembar demi lembar proposal itu dan responnya tertawa terbahak-bahak.


“Setuju kan ca?” Tanya Kris.


“Kris, ini tuh kamu ngerampok namanya, ini aji mumpung karna kamu kerja disini dan minta potongan ini itu, kalau kamu mau yang bener bikin aja proposal yang masuk akal, kamu minta aja MMA sebagai sponsor untuk apa gitu salah satu, jangan semua-semua gini, ini namanya kamu gak respect sama kantor kita,” jawab Aca sambil tertawa.


“Nah loh, dia founder asli loh dah ngomong gini, gila aja kamu Kris.” jawab Ambar yang gak terima uangnya mau dirampok.


“Oh gitu ya ca, oke deh aku akan memikirkan untuk disponsori apa,” jawab Kris.


“Inget ya, cuma satu, perusahaan ini hanya akan mensponsori satu aja.” jawab Aca.


“Kalau udah bikin proposalnya dengan matang langsung presentasi ke tim inti di hari dimana kamu siap,” ujarku yang membuat mereka semua melongo dan aku langsung pamit pergi keluar dengan Toby.

__ADS_1


__ADS_2