
Ingat dulu sering kali saat aku waktu kecil melihat muka mama yang lebam-lebam karna dipukuli laki-laki brengsek, bisanya dia membuat mamaku yang cantik ini sakit, dulu sewaktu kecil aku gak tau apa yang sebenarnya terjadi, saat aku tanya mama bilang kalau mama habis jatuh, jatuh dari tangga, jatuh dari sepeda, jatuh dari manapun yang mama pikirkan saat itu. Sampai akhirnya aku melihat mama menangis karna aku tak pernah sekalipun melihat mama menangis. Saat itu aku SD kelas 6 dan mendapati mama menangis sampai kehabisan napas, saat aku menghampiri dan bertanya mama kenapa, mama hanya memelukku sambil berusaha menenangkan diri agar tidak menangis lagi. Nyatanya aku baru tau kelakuan biadab lelaki itu saat aku SMP, kebetulan aku pulang cepat dari les karna guru lesku sedang sakit perut tiba-tiba jadi memang baru saja datang dan langsung pulang, aku melihat lelaki itu memukul muka mamaku, mereka masih bersitegang dan bertengkar hebat.
Aku sangat sedih, sangat marah dan tak terima dengan perbuatan lelaki itu, aku rasanya ingin masuk dan ku tonjok mukanya, kenapa mama gak ngelawan kenapa mama hanya melawan dengan omongan, iya aku tau mama ga tega melukai lelaki itu, tapi lelaki itu sangat bajingan, di tonjoknya berkali-kali muka mama tanpa ada rasa salah, ternyata setelah aku mendengarkan pertengkaran mereka, mama mendapati laki itu berselingkuh. Lelaki itu berselingkuh dengan rekan kantornya yang aku tau laki-laki itu adalah seorang marketing dan selingkuhanya adalah sales, bukan hanya kerja sama untuk mendapatkan untung, mendapatkan uang, tetapi juga bekerja sama dalam perselingkuhan yang parahnya lagi semua orang kantornya tau tapi tutup mata dan malah melindungi mereka. Semua orang bekerja sama membantu perselingkuhan dan pengkhianatan ini.
Sungguh laki-laki yang menjijikkan, bukan hanya itu lelaki itu juga menghamili selingkuhannya, akhirnya ketahuan dan mama yang sudah sakit hati dan mental ini harus sakit fisik ? Semua kerugian ada di mama kenapa mama harus disakiti seperti ini lagi ? Selama ini sering berselingkuh dan jika ketahuan dia akan memukuli mama, sering ternyata dan aku yang waktu kecil sangat menyesal karna aku tak tau kalau orang tuaku seperti ini. Aku sangat marah lalu membuka pintu, dan berteriak membentak lelaki itu langsung ku tinju juga mukanya, bagian vitalnya aku tendang sampai kesakitan dan membawa mamaku keluar dari rumah itu. Mama melihatku dan merasa sangat sedih, saat itu yang aku katakan pada mama hanyalah, “Ma aku ingin bahagia sama mama, bukan seperti ini.”
__ADS_1
Lalu mama pun menyeka air matanya dan mengajakku naik mobil langsung ke rumah sakit untuk mendapati pengobatan dan juga visum sebagai alat bukti, mama akan menceraikannya dan menuntutnya untuk berbagai hal. Mama menjadi kuat karna mama berpikir aku akan sedih jika tak ada keluarga lengkap, ternyata mama salah berpikir seperti itu, mama juga mengumpulkan bukti-bukti perselingkuhan, serta luka-luka dan melaporkannya ke pihak berwajib dan juga kantornya. Sebenarnya kantornya gak mau tau karna itu urusan personal, tapi karna sudah menjadi buah bibir maka mereka berdua dipecat dari kantor. Aku sangat berharap karma akan segera datang dan membuat setiap hari mereka bagaikan hidup di neraka.
Setelah keluar dari rumah itu kami tinggal di rumah mbah putri, mbah putri sangat sedih karna melihat anak dan cucunya seperti ini, mbah putri juga menyayangkan perbuatan lelaki itu kenapa dengan tega melukai istri dan anak demi wanita lain bahkan sampai punya anak dari selingkuhan. Tetapi mama juga menyuruhku untuk tidak terlalu membenci, karna dia tetap orang tuaku, tapi aku sangat benci dan sangat tidak suka sekali, ingin rasanya melukai mereka secara tajam.
Mama sibuk mengurus perceraian dan aku juga pindah sekolah karna sekolahku terlalu jauh dari rumah mbah putri. Setelah sekian lama akhirnya keluarlah putusan cerai, mama sangat bahagia karna terpisah dari lelaki biadab itu, tapi tanpa tau dirinya lelaki itu menikahi selingkuhanya karna kandungannya sudah besar. Selingkuhan nya berjualan karna lelaki itu setelah dipecat belum mendapatkan pekerjaan lain, aku sangat bahagia dan menginginkan dia hancur sehancur-hancurnya.
__ADS_1
Bagaimana itu bisa sembuh, sangat tak mungkin. Lelaki itu tak hanya melukai hati, tapi mental dan fisik secara nyata. Aku sungguh tak ingin bertemu dengannya. Sangat-sangat tak ingin, kami berdua juga sering ke psikolog untuk healing masing-masing karna mama juga khawatir denganku. Karna aku laki-laki dan melihat laki-laki setega itu dalam bersikap dan menyakiti yang bukan tandinganya aku merasa malu dan jijik. Entah pikiran apa yang menggerayangi nya sampai bisa segitunya. Waktu itu terjadi aku lebih takut manusia daripada setan, sungguh manusia yang berakal tapi kelakuan macam iblis.
Aku juga berusaha selalu baik dan tak merepotkan mama, sebisa mungkin aku belajar dengan giat sampai mendapatkan beasiswa saat kuliah, kebetulan aku berkuliah juga di kampus mama agar mendapatkan diskon pada awalnya, ternyata malah aku lolos untuk dapat beasiswa. Aku juga kerja part time di cafe dekat rumah yang saat ini ownernya sudah menjadi teman baikku dan sering sekali aku ngajak teman-teman kesana. Dunia akan membaik pasti akan baik-baik saja bagi orang baik, dan aku mengharapkan neraka bagi orang-orang jahanam.
Dendam pasti ada tapi aku hanya bisa diam dan berdoa terus-terus berdoa sampai waktunya tiba Tuhan mengabulkan doa itu. Selepas lulus kuliah aku juga langsung di hire oleh perusahaan asing dengan gaji yang cukup, sampai akhirnya aku mengajukan kerja remote karna kerjaanku bisa dimana saja bekerjanya. Cukup sulit namun akhirnya bisa karna aku termasuk pegawai teladan, dan aku gabung di perusahaan yang Aca bangun dengan Roy.
__ADS_1
Sampai akhirnya bisa bangun rumah sendiri karna selain rajin menabung aku juga investasi. Mama juga tau dari mana saja uangku, freelance ku dan lain-lainnya. Mama bahagia dengan aku yang sebagai lelaki bisa memuliakan mama sebagai orang tuaku satu-satu, berbagi dengan saudara dan teman-temanku. Mama cuma berpesan jangan sampai main tangan atau berbicara kasar meledak-ledak, jika marah berjalan-jalanlah sendirian, take your time, berpikir panjang. Jangan sampai terjerumus oleh api amarah, apalagi mempermainkan perasaan orang, bermain api, jangan sampai aku seperti itu.
Mama percaya padaku, dan aku tak akan pernah berperilaku macam lelaki brengsek itu.