
Setelah jogging aku makan nasi uduk di depan kompleks dan sarapan di tempatnya langsung, cuaca sangat bagus dan segar rasanya sangat fresh setelah jogging dan sarapan, aku pun kembali kerumah dan di jalan disapa Kris dan Dipta ternyata mereka menuju rumahku, aku pun suruh mereka langsung nunggu dirumah aja, sedangkan aku berjalan kaki, dalam hati berpikir ngapain sih mereka nih, astaga pengen banget libur ngeliat orang-orang ini ternyata malah nyamperin. Mungkin aku dan Kris dekat sekali dulu bahkan disangka kami saling mencintai ternyata zonk dan sudah ada batas karna Kris mau menikah.
“Kalian ngapain kemari?” tanyaku.
“Emang kenapa Roy? Kan mau jenguk orang sakit, ini aku bawain makanan sama buah-buahan,” jawab Kris dan aku langsung membuka pintu menyuruh mereka masuk.
“Maaf ya Roy, sebenernya udah ngabarin mau kesini tapi gak angkat teleponnya,” ujar Dipta.
“Iya, gak pegang HP seharian, full istirahat dari klinik terus pagi ini jogging sekalian cari sarapan,” jawabku.
“Sakit apa?” tanya Dipta.
“Kurang makan aja jadinya pusing mulu, emang lagi gak mood, kalian mau minum apa?” tanyaku.
__ADS_1
“Apa aja,” jawab Kris, karna apa aja aku lihat isi kulkas ternyata cuma ada sisa black tea aja, ini pun punya mama.
Ternyata Dipta berterimakasih sudah diberi sponsor dan aku sudah approve, dia teramat bersyukur karna memang diitung-itung tuh bisa ratusan juta acara ditempat cewek aja, padahal memang mau sekalian tapi intimate wedding tapi gagal karna memang keluarga Kris gak mau pernikahan yang sederhana, terlebih Kris adalah anak terakhir jadi harus mewah dan meriah. Aku pun mengerti kerisauan Dipta, karna memang sebagai laki-laki harus bertanggung jawab serta siap dengan segala situasi dan resikonya. Aku pun juga bertanya apakah akan ada acara di pihak lelaki, dan dia pun menjawab ada acara intimate dengan keluarga dan teman-temannya di kampung asri, sedangkan acara pihak perempuan ada di hotel.
“Emang ya Kris anak terakhir harus istimewa banget, siapa tuh yang bayar ratusan juta itu?” tanyaku ke Kris.
“Ya orangtuaku, terus kakakku juga nyumbang, sama Dipta pun juga ngasih,” jawabnya.
“Beban banget ya,” responku yang membuat Kris sedih.
“Terus setelah nikah tinggal dimana?” tanyaku.
“Kata bunda disuruh tinggal sama mereka karna aku anak terakhir, sedangkan Dipta anak satu-satunya jadi ya masih bingung, mungkin gantian,” jawabnya dengan raut wajah yang bingung juga.
__ADS_1
“Kalau nikah buru-buru tanpa persiapan tuh gitu, kalian kenapa nikah kek gak ke planning gitu?” tanyaku.
“Sebenarnya terplanning cuma ganti planning aja, aku juga gak mau habisin uang untuk pesta sehari, tapi apalah daya orang tua Kris maunya begitu,” jawab Dipta.
“Iya, aku udah berusaha bilang ke orang tua sama kakakku tapi mereka tetep kekeh, karna orang tua sering diundang nikahan kawan-kawannya jadinya harus begini,” jawab Kris.
“Yasudah kalau itu memang keharusan gak papa, dijalanin aja, nurut aja asal jangan hutang buat pesta, nanti pusing bayarnya,” jawabku.
“Thanks ya Roy atas pengertiannya,” jawab Dipta.
Lalu kami pun ngobrol panjang lebar, bahas Aca dan om yang lagi camping sama Ana dan orang kompleksnya, bahas Adam yang udah jago dan juga Toby, panjang lebar pembahasan sampai akhirnya mereka pamit pulang. Lalu aku juga mengecek HP siapa aja yang menghubungiku ternyata banyak sekali yang menghubungi, aku bales satu-satu dan melihat story-story mereka yang bersenang-senang, melihat story mama yang berlibur ke Bali sedangkan aku dirumah aja, dari dulu memang anak rumahan.
Lalu aku telepon Toby untuk menanyakan kapan dia berangkat, agar aku bisa bersiap-siap membagi tugas jika wakilnya gak ada kan harus ada wakil baru, dan otomatis Aca yang jadi wakilnya, Aca sendiri juga harus udah ngasih banyak ilmu ke anak-anak divisinya jika suatu saat dia harus urus hal lain, berkali-kali Toby meminta maaf walaupun sebenarnya dia sangat berat dan terbilang tidak rela kalau sampai meninggalkan MMA tapi apa dikata kesempatan tak mungkin datang dua kali, jadi dia akan berusaha yang terbaik dengan kantor barunya, dia juga menitipkan kantor dan teman-teman padaku, memintaku untuk terus berkabar dan juga menghubungi dia kapanpun.
__ADS_1
Dia bulan depan akan pindah ke kantor pusat, dan aku juga harus menyusun ulang tentang SDM dan lain-lainnya yang berkaitan, aku juga menghubungi Ambar agar membantu, termasuk semua orang di MMA harus saling membantu. Malam ini aku berencana keluar mau ngopi dengan Adam tapi gagal karna Adam harus menjaga bayinya, karna istrinya lagi nyalon, emang jalan dengan bapak-bapak akan sangat sulit karna sudah beda dunia, aku pun juga akan sama seperti itu kelak kalau Aca sibuk nyalon dan anak kita harus bersamaku biar bonding semakin kuat tak terbantahkan. Akhirnya aku ngopi masa Febri dan adiknya Arin. kami mengobrol masih dengan Arin yang heboh dengan suara sapu malam-malam dan aku menjelaskan kalau itu aku yang nyapu, katanya gak boleh sapu malam-malam dan aku dilarang mengulanginya, tetapi kata Febri memang terkadang tiap malam ada yang nyapu, tapi aku baru nyapu sekali, karna Febri pulangnya selalu malam jadi dia kadang mendengar dengan jelas tapi gak ada wujudnya.