
Aku bertanya-tanya mengapa kantor baru ini atas namaku. Rumah 2 tingkat bergaya unfinish ini dengan parkiran yang cukup, dan beberapa ruangan yang pernah aku gambar di sketch book ku ini sangat mirip dengan desainku. Bahkan ini sangat sama dengan desain ku padahal aku kehilangan sketch book ku.
"Kenapa Caa?". Tanya Toby sambil tersenyum melihatku.
"Ini... mirip dengan desainku". Jawabku takjub.
"Yaaa. . ini memang desainmu yang aku aplikasikan langsung ke kantor kita". Jawab Toby sambil mengelus kepalaku.
"Serius?" Tanyaku.
"Emmm... ini sketch bookmu aku kembalikan". Ucap Toby sambil memberikan sketch book.
Tanpa sadar aku menangis haru dan dipeluk oleh Toby. Rasanya entah mengapa senang sekali desainku bisa jadi kantor beneran.
"Tapi kenapa ini atas namaku, ga sengaja aku lihat surat itu". Kataku bertanya.
"Loh! kamu lihat? ini sebenernya hadiah untuk menikahimu". Jawab Toby malu.
"Hah? apasih maksudnya?". Kataku bingung.
"Iya sebenernya aku akan melamarmu dan segera menikahimu. Aku nyicil bikin ini untuk mahar". Jawab Toby sambil menangis.
"Kenapa menangis?" Kataku.
"Aku sudah lama ingin menikahimu, aku menabung dengan keras dan bekerja lebih ekstra ada 3 pekerjaan". Jawab Toby penuh haru.
__ADS_1
"Tapi kenapa kamu percaya diri banget, ya kalo aku mau dinikahi". Jawabku ketus seperti biasanya.
"Ku pikir kamu juga menyukai ku". Ucap Toby sedih.
Dan aku membiarkan kesedihanya, karna entah mengapa aku masih belum yakin menyukainya, karna aku masih fokus mengembangkan bisnis ini dan juga belum ingin menikah. Sedangkan Roy menyuruh Ana membuat nasi tumpeng, kali ini tempat baru harus dengan doa yang khusyuk dan membagikan sedikit rejeki ke orang-orang sekitar karna belajar dari pengalaman. Mungkin lusa akan ada acara syukuran. Untuk saat ini aku dan teman-teman menata perlengkapan disetiap ruangan. Hanya saja kurang sofa-sofa dan kursi, untuk pantry juga belum ada kursi dan meja nya. Masih banyak ruang kosong dan terasa hampa.
Tiba-tiba Laras datang.
"Halo.. selamat siang". Kata Laras
"Hai mbak Laras, ada apa yaaa.. kok tiba-tiba". Kata Ambar.
"Silahkan masuk mbak, maaf yaa gaada tempat duduknya, mungkin ngobrol dibelakang aja". Kataku menambahi, karna dibelakang ada taman kecil dengan bangku duduk dari semen serta kolam ikan kecil dari kaca yang belum ada isinya.
Kami mengajak ke belakang dan duduk diteras belakang, kedatangan Laras karna ingin berterima kasih secara langsung karna berkat kami akhirnya sesepuhnya bisa mengerti meski ada yang jahat dan tidak mau berdamai. Sebagai hadiah Laras memberikan satu set sofa untuk diruang tamu, Laras sudah memesannya karna itu dari bisnis furniture keluarganya dan termasuk Laras sendiri sebagai bosnya. Kami sangat senang dan berterima kasih. Aku juga bilang ingin memotret foto keluarga Laras didepan rumah Laras karna Batara sepertinya ingin foto, dan Laras menyetujuinya. Nanti sore kemungkinan sofa akan datang dan Laras pamit pulang, karna jarak kantor baru kami dan kantor lama mungkin sekitar 1 jam perjalanan, tidak terlalu jauh sebenarnya.
Selapas Ana pergi aku ditelfon oleh nomor tak dikenal tapi aku tak menggangkatnya. Aku kembali ke ruangan meeting untuk mengecat dinding berwarna putih agar lebih clean.
"Ca... istirahat dulu Ca.. Aku beli es podeng". Ucap Kris.
"Wah enak tuh". Kataku sambil manaroh kuas cat dan berjalan ke pantry minum es sambil lesehan.
"Kantor baru nya keren banget nih, ciyee yang mau nikah". Ucap Kris kegirangan.
"Siapa yang mau nikah sih". Kataku kesal.
__ADS_1
Tiba-tiba Ana menelpon di Hp Kris dan di loudspeaker.
"Halo.. Kris". Ucap Ana
"Tolong suruh si Toby kesini ya, Hpnya gabisa di hubungi". Ucap Ana menambahkan.
"Ada apa emang? kami lagi minum es podeng". Ucap Kris.
"Ada hal mendesak suruh Toby kesini sendirian, sekalian bawa kamera yaa buat foto keluarga". Kata Ana.
"Aku juga kesana ya bareng Toby". Kata Roy.
"Gak! buruan Toby tuh wooi". Kata Ana yang udah marah langsung di tutup telponnya.
Toby langsung berangkat dan membuat kami bertanya-tanya, ada apa ini kenapa hanya Toby saja. Kami lanjut mengecat dan setelah selesai kami mau ke toko peralatan kantor karna mau membeli beberapa storage sekalian jalan-jalan karna sudah lama gak ngemall.
Sesampainya di suatu mall ada wahana rumah hantu drive thru yang sedang ramai dan Roy ingin mencobanya nanti setelah selesai belanja. Saat selesai makan dan belanja kami mencoba wahana itu, terlihat biasa aja sih tapi ada suatu kejadian kami seolah-olah masuk di kompleks kantor lama dan ada banyak orang di depan basecamp ternyata itu banyak keranda serta jenazah yang berjajar di depan halaman, sontak kami pun kaget dan terdiam.
"Ini dimana Roy?" Kataku dengan suara yang lirih bergetar.
"Aku juga gatau, kita kan ada di mall". Jawab Roy.
"aaaaaaa.... aaa". Teriak Kris karna di sampingnya ada pocong dengan mata hampir keluar di jendela mobil. Kami pun melihat juga dan banyak hantu mengerubungi mobil ini, aku coba telpon anak-anak sinyal di hpku jelek. Semua hp kami seakan tidak berfungsi. Kenapa ini kenapa tiba-tiba menyeramkan.
Entah karna shock dan gak habis pikir kalau kami sedang ada di alam lain. Kami berusaha berpikir diam dan berdoa, semoga kami bisa kembali ke wahana bukan dalam kompleks yang banyak makhluk lain ini.
__ADS_1
Suara semakin menghilang, pandangan mata semakin kabur. Ada suara yang meminta kami berpamitan.