Rumah 7 Turunan

Rumah 7 Turunan
56. Kesibukan


__ADS_3

Waktu demi waktu, hari demi hari kami lewati dengan damai sebelum badai, entah firasatku seakan mengatakan bahwa ini adalah ketenangan sebelum badai tiba, kami lewati kedamaian ini dengan kesibukan yang sangat sibuk, proyek demi proyek dan banyak sekali pekerjaan serta berbagai deadline.


Bahkan untuk bercanda ataupun berghibah dengan teman-temanpun jarang sekali, bertemupun pasti yang dibahas kerjaan, banyak meeting sana-sini, pokoknya serba repot dengan kerjaan masing-masing.


Ada waktu dimana aku sangat marah dengan Toby karna dia tidak bisa membedakan mana hubungan pribadi dan pekerjaan, aku sangat marah dan tidak menegornya selama bebera waktu kecuali urusan pekerjaan terap profesional, karna aku menginginkan Toby juga bisa profesional, jangan sampai terbawa perasaan.


Dalam beberapa hari kedepan aku juga ada urusan diluar kota dengan Kris, kami berdua mengunjungi perusahaan di kota sebelah dan akan menginap dalam 2 hari. Saat pergi pun aku meminta Toby dengan tegas agar tidak terlalu over protective karna itu sangat menganggu pekerjaan dan konsentrasiku.


Aku dan Kris berangkat dengan kereta, kami berdua sengaja naik kereta sekalian jalan-jalan karna sudah lama tak naik kereta. Perjalanan kami sekitar 3 jam dan selama di kereta Kris bersemangat sekali menceritakan tentang Dipta, ternyata hubungannya semakin erat dan lebih mengenal lagi, aku juga bertanya bagaimana dengan Roy, tapi kata Kris hubungan dengan Roy akan berakhir menjadi sebatas teman dan rekan kerja karna tak punya kecocokan dalam gaya hidup dan prinsip, hal itu yang membuat Kris tidak merasa yakin dengan Roy, sedangkan Kris berpikit untuk menjalin hubungan yang serius dan berkeluarga.


Sesampainya kami di stasiun, Kris ingin naik angkutan umum untuk mengenang masa kecil yang sering naik angkot, dan kamipun akhirnya nemuin angkot jurusan ke hotel kami menginap. Setelah sampai akhirnya kami bisa beristirahat di kamar, menyalakan tv biar tak sepi, dan mandi. Aku nungguin Kris mandi sampai ketiduran cukup lama dan Kris membangunkan dengan sangat terpaksa karna aku gak bangun-bangun.


Setelah itu kami berencana jalan-jalan sambil mencari makan malam, selama berjalan-jalanpun aku merasa seolah ada yang mengikuti kami, karna aku udah parno duluan takut yang tidak-tidak karna kami ada di kota orang, perasaan kami berdua tidak bikin hal-hal yang buruk, serta pikiran kami pun positif ingin bekerja dan healing, kok malah jadi parno gini kan kesal. Tapi aku gak bilang ke Kris takut dia parno juga.


Kami makan lalapan di pinggir jalan, cukup enak dan sambelnya mantab banget sampai aku tambah lagi. Sepulang makan aku beberapa kali nengok kebelakang karna merasa ada yang mengikuti, bikin kesal saja. Tetapi saat akan masuk ke loby hotel aku coba nengok lagi dan ternyata nampak Toby, apa jangan-jangan dia ngikutin aku sampai kesini, ini benar-benar keterlaluan jika sampai itu terjadi.


"Kris tadi kek ada Toby yaa? " tanyaku.


"Gak tuh, ihh buset udah kangen aja kamu! " jawab Kris.


"Gak sih, apa aku salah liat yaaa. " Jawabku.

__ADS_1


"Bilang aja kalau kangen, telepon sanaaaa. " Ucap Kris.


"Ih! gak! " jawabku kesal.


"Kalau gitu aku telepon Dipta dulu yaa, night call. " Ucap Kris sembari senyum.


"Iyaaaa... aku cek berkas buat besok aja. " Jawabku sambil membuka laptop.


Aku masih kepikiran karna aku benar-benar nampak Toby, sangat Toby sekali perawakan nya, dan dia juga gak telepon sama sekali atau menghubungi, biasanya kan udah heboh banget. Masa itu cuma perasaanku doang kan aneh.


Setelah mengecek berkas-berkas, aku matikan lampu dan segera tidur, karna Kris sudah ketiduran padahal telepon nya masih nyambung, aku melihatnya dan ku foto lalu ku bikin story di sosial media ku dengan caption, good night, sleep call. Padahal aku gapernah sebucin itu, tapi melihat teman yang membucin aku jadi terharu dan ikut bahagia. Ternyata banyak yang komen di story itu, terlebih lagi Roy yang nampak shock Kris dekat dengan siapa, aku merasa bersalah karna lupa kalau Roy itu gak tahu.


"Ca... terus aku harus gimana? " tanya Roy telepon.


"Duh.. gangguin orang yang besok presentasi aja, " jawabku.


"Ya gimana? " tanya Roy.


"Bentar aku pindah di sofa dulu, udah baring enak-enak di telepon lagi! " seru ku kesal.


"Maafin aku caa, tapi please lah. " Ucap Roy.

__ADS_1


"Haduh, aku tuh gak tau, inikan urusan kalian, jangan libatin aku dong. " Ucapku.


"Kris tuh bilang, kalau aku tuh gak bisa sama dia karna beda prinsip dan hal lainnya, sedangkan dia gak jabarin. " Ucap Roy kesal.


"Yaa.. tanyain dong, pokoknya aku gak mau pertemanan kalian jadi kacau gara-gara perasaan ya! " ucapkku.


"Iya, kek hubunganmu sama Toby yang galau dia seharian. " Jawab Roy.


"Udah, gausa bahas aku. " Jawabku kesal.


"Iya maaf, tapi siapa yang di telepon Kris itu? " tanya Roy.


"Besok aja bahas, tanyain langsung, aku harus tidur. Besok bangun pagi!! bye! " lalu kumatikan telepon nya.


Saat aku bangkit dari sofa menuju kamar seakan aku melihat bayanganku dikaca nampak tak sama dan mirip denganku, saat aku mendekat untuk melihat wajahku, tiba-tiba wajah yang dikaca tersenyum dengan lebar. Sontak aku langsung berteriak dengan kencang dan lampu kamar tiba-tiba mati idup terus. Sedangkan aku menoleh ke Kris dia masih tidur dengan pulas. Aku berlari bangunin dia tetapi dia malah ketawa dengan lantang.


Aku berteriak mengguncangkan tubuh Kris agar dia bangun, tetapi dia masih tertidur dengan mulut terbuka dan tertawa dengan nyaring. Aku bingung apa yang harus aku lakukan karna terlalu panik, aku coba telepon Ana dan gak nyambung, aku teriak-teriak pun Kris tetap gak bangun. Aku coba telepon customer service tapi telepon itu tak berfungsi. Ku banting telepon hotel itu dengan marah lalu lampu menyala dan Kris tak tertawa dengan suara yang menyeramkan lagi.


Lalu aku bangunkan Kris dengan pelan dan dia kebangun, aku tanyain tadi apa dia tau aku teriak dan dia mengeluarkan suara tawa yang menyeramkan, dan seketika itu juga Kris jadi merinding dan merasa tak melakukan apapun, dia hanya tidur, dan telepon nya pun tetap hidup dan Dipta ternyata juga tidur. Aku menceritakan apa yang terjadi barusan dan Kris jadi ketakutan dan tak bisa tidur lagi, akhirnya lampu kamar tetap menyala, tv juga di nyalakan agar kami merasa tak sendiri.


Namun, sampai pagi pun kami tetap terjaga, karna jelas sekali sepanjang malam bulu kuduk kami berdiri seakan kami tak hanya berdua disini.

__ADS_1


__ADS_2