Rumah 7 Turunan

Rumah 7 Turunan
165. Ana [7]


__ADS_3

Pagi telah tiba, Aca membangunkan kami semua untuk menikmati matahari terbit, dengan muka bantal semua kami sangat heboh mengagumi terbitnya matahari yang begitu indah dan sangat romantis dan menenangkan, ternyata aku bisa juga berpikir alay karna selama ini aku selalu menganggap orang-orang yang berlebihan akan sesuatu adalah alay dan kali ini memang benar kata Aca selama ini, kalau aku terlalu serius dalam menjalani hidup dan lupa akan rasa syukur, kali ini memang aku wajib bersyukur dan menikmati sesederhana mungkin dalam berpikir dalam kehidupan. Sahabatku Aca yang cuek dan misterius itu memang terkesan bagaimana gitu dalam hidup harus sesuai passionnya, dan cenderung santai, pikirannya kalau lagi pengen makan bakso tapi abang bakso langganan gak jual ya beli ditempat lain, jangan sampai kepikiran banget kesal dan sedih gak jelas. Kalau gak ada jalan menuju a ya kita pakai b, bahkan kalau suka coklat kita gak melulu harus makan coklat, kita coba rasa lain.


Dia memang tidak terlalu memperibetkan hal-hal yang tidak harus dibikin ribet, tapi kalau sudah mengenai pekerjaanya dia selalu cari celah untuk dijadikan mudah, karna untuk apa memperibet yang sudah ribet. Sedangkan aku selalu mengolah hal-hal yang ribet untuk dipikir ribet, makanya kalau aku lagi debat sama Roy, penengahnya adalah Aca dan selalu memaki kita kalau kita ribet, yang aku sadari kalau aku memang cenderung doyan mempertanyakan hal-hal yang harus sampai menemukan jawaban, tapi kalau udah kepalang sakit hati, sudah pasti aku bakal memusuhi siapapun itu termasuk setan juga pernah aku musuhin saking menyebalkannya selalu mengusikku. Rasanya benar-benar tak karuan waktu itu kalau diingat, sampai diusir kakakku tuh setan, saking aku sampai nangis gegara dia ngeledekin aku mulu saat bertemu, setan yang aneh, doyan banget ngeledek.


Setelah kami menikmati sunrise, Roy sudah menyuruh kami berbaris untuk dia pimpin senam pagi dengan lagu yang cukup bikin ngakak, dan kami semua menurutinya dengan ogah-ogahan tapi sekaligus juga bersemangat karna suara debur ombak dan udara yang indah dipagi ini, menjadikan kami bahagia sekaligus bersemangat. Apa yang lebih indah dari kebersamaan dan kerukunan, kami semua tertawa riang gembira dan juga merasakan rasa kasih satu sama lain, intinya hari ini harus dibawa happy.


“Ca, kamu ngapain hapus fotomu sama Toby di IG?” tanya Kris sok mancing, kami bertiga duduk ditepi pantai sambil main air.


“Ya menurut anda? Hahahaha…” jawabnya sambil ketawa lepas.


“Yakan fotonya bagus, fotonya tapi.” jawab Kris sambil ketawa juga.


“Foto bagus, manusianya yang gak bagus.” sahutku.


“Jadi malu dih, ngapain juga dulu upload taunya gagal.” jawab Aca.


“Gak papa, kenang-kenangan kalau dulu pernah begitu,” jawab Kris.


“Malu-maluin sumpah dah, kenapa yak bisa begitu kalau kena rayuan gombal pulau kelapa,” jawab Aca.


“Sama Roy juga banyak gombalnya.” jawabku.


“Padahal Toby juga gak gombal ya, dia effort banget loh kalau dipikir, tapi laki-laki ya gitu,” jawab Kris.


“Dahlah, mending aku gak perlu laki-laki sekarang, jalanan dengan tenang dan santai aja.” jawab Aca.

__ADS_1


“Yey, aku ada teman, hahaha…” jawabku dengan riang gembira.


“Jangan gitu ah, jadi parno tau, kan habis ini aku nikah.” jawab Kris.


“Yaudah gapapa Kris, kan beda kalo Dipta kan culun-culun gitu kan dia, dan doyan pacaran sama komputernya daripada bersosialisasi sama manusia,” jawabku.


“Iya, mending tukang gamers daripada tukang main cewek,” jawab Aca menenangkan Kris.


“Iya ya, mau nikah banyak sekali cobaannya, tapi makasih ya aku selalu dibantuin padahal aku juga udah jarang kumpul karna banyak sekali pertemuan keluarga dan juga pembahasan mau nikah dan persiapannya yang cukup riweuh.” jawab Kris.


“Asal habis nikah masih kerja sih, kalau habis nikah ngilang aku bakal marah,” saut Aca.


“Iya-iya, Dipta nya yang ikut aku kok tinggal disini, eh bukan, aku yang disuruh tinggal sama dia dirumah mamanya, takut ih tinggal bareng mertua, tapi ya gimana lagi ya…” jawabnya sambil berpikir.


“Maksudmu apa na?” Tanya Kris.


“Ya gapapa sih, hati-hati aja,” jawabku.


“Paansih na, bikin penasaran aja.” sahut Aca.


“Iyanih, jangan bikin parno.” jawab Kris.


“Gak kok, bercanda aja hahaha…” jawabku karna kelupaan ngapain tadi kek gitu yak hahaha.


“Huh, kamu tuh, eh ca tapi aku minta cuti habis nikah ya, karna mau ke jepang bulan madunya, lebihin dong.” tanya Kris.

__ADS_1


“Boleh, dilebihin satu hari,” jawab Aca sambil tersenyum.


“serius? “ Tanya Kris.


“Serius, tapi cuma bisa satu hari aja, kalau banyak-banyak keknya kantor kita bakal heboh tanpamu.” jawab Aca.


“Makasih ya ca,” jawab Ana sambil memeluk kesenengan.


“Ah, enaknya cuti dah dikasih banyak masih bisa nambah, aku sepanjang kita merintis kerjaan sampai seperti ini belum pernah cuti,” jawabku.


“Kalau kamu capek cuti aja na, gak ada yang larang kok, kalau di kantor lain mungkin iya,” jawab Aca.


“Hahaha… bercanda kok tapi baru kali ini aku merasa damai dan tentram, dulu-dulu aku emang ambisi banget olahragalah, kerjalah tapi ternyata butuh liburan itu penting juga untuk memanage perasaan kita dan lain halnya,” jawabku sambil tersenyum riang.


“Iya dong, kamu sih terlalu kaku dalam menjalani kehidupan,” jawab Aca.


“Emang kaku banget, kaya tiap harinya itu kegiatan padat,” imbuh Kris.


“Padat dan gak ada waktu buat diri sendiri,” imbuh Aca lagi.


“Iya juga sih kalau di pikir-pikir kurang me time,” jawabku sambil tertawa.


Sebelum pulang Roy mengadakan acara keluh kesah jika mau ada yang mau disampaikan mohon disampaikan, dan nanti akan di rapatkan jalan terbaik dikemudian hari, tapi anak-anak hanya menyampaikan hal-hal yang baik saja, tak ada yang buruk yang sampai semua harus rapat gitu, Roy merasa senang dan terharu kepemimpinannya ternyata baik dan butuh evaluasi sedikit. Kami semua persiapan untuk kembali pulang, menata barang-barang dan mampir dulu ke tempat makan, restoran keluarga favorite keluarganya Roy yang cukup mahal dan itu ditraktir pakai uang Roy pribadi, ternyata dia pengen kami ngerasain makanan yang enak-enak. Kami semua sangat happy banget dan rasanya dapat rejeki nomplok, tak lupa juga kami disuruh lihat saldo kami ternyata ada tambahan bonus dari Roy karna kemarin-kemarin yang hectic banget kami semua bisa melewati tanpa ada yang salah. Makin bahagia kami semua dan juga Ambar dia sangat senang mukanya karna dia gak tau, ternyata ini udah dirangkai oleh Roy dan Aca.


Roy dan Aca memang tidak pelit dan perhitungan jadinya mereka memang bisa disebut pasangan yang positif sekaligus mencekam karna kalau udah berurusan sama kerjaan mereka bisa jadi orang lain tapi hasilnya selalu sempurna dan karna hal ini anak-anak jadi semakin mendukung Roy agar bisa bersama Aca, karna punya dua bos seperti mereka termasuk rezeki, bos yang tenang santai dan memanusiakan manusia dengan baik. Kami menikmati makanan sampai kenyang dan pulang dengan bahagia.

__ADS_1


__ADS_2