
Adi ternyata anak angkat mbok Darmi, yang membantu dirumah dan sudah ikut Asmirah belasan tahun. Mereka pindah di daerah sini karna rumahnya rusak dan ambruk, sedangkan kepemilikan rumah ini sudah tak ada turunan nya, hanya pak Broto yang merawat rumah ini. Pemilik rumah ini bernama Sri adalah istri muda pak Broto yang sudah meninggal saat melahirkan dan bercerita tak lama bayi itu juga meninggal karna sakit.
Tetapi bayi itu bukan anak pak Broto, Sri di jadikan istri karna untuk membantu agar tak di dzolimi oleh masyarakat, dan semua saudara yang mengetahui salut sekaligus kasihan kepada Asmirah. Adi sangat kagum dengan pak Broto dan memberikan dia pekerjaan bahkan di suruhnya Adi menikah karna sudah cukup umur, tetapi Adi tak ingin menikah karna kasihan dengan ibunya bisa saja tak ada yang merawatnya. Aku berpikir kalau Adi ini tahu sesuatu.
Lalu Batara datang dan memberi tahu kalau bapak sudah datang dan sedang pamit ke rumah pak Yadi, aku diminta untuk pamit juga kesana. Saat aku pamit dan menyalami ibu nya Adi, sang ibu seolah menatap begitu tajam dan berbisik padaku berhati-hatilah. Sontak aku kaget dengan apa yang dimaksud ibu nya Adi. Lalu aku menatap adi yang mengantarku kedepan rumahnya.
"Apakah ibumu tahu sesuatu? " tanyaku.
"Apa maksudmu? " jawabnya.
"Tentang ibuku? " jawabku dengan nada bertanya.
"Entahlah... " ucapnya.
"Jangan berbohong.... cepat katakanlah, aku sudah ditunggu bapak ku. " Ucap ku kesal.
"Ibu ku punya sedikit penglihatan dan bisa melihat makhluk lain, jika ingin tahu datanglah lagi kemari. " Jawabnya dengan tatapan yang serius.
Lalu aku berjalan kerumah pak Yadi dan mendapati pak Broto sudah di sana dan menyeduh kopi. Sedangkan nampak Batara sedang merengek karna tak ingin pulang. Kami pun pamit dan berterima kasih dan membawa barang-barang untuk oleh-oleh. Seperjalanan kami pulang, aku pamer mendapatkan bunga anggrek pensil dari mas Adi, dan bapak kaget kenapa aku bisa mengenalnya. Aku menceritakan pada pak Broto kalau mas Adi itu cukup tampan dan pak Broto tertawa terbahak-bahak mendengar anak gadisnya berbicara seperti itu.
Pak Broto bercerita kalau tak bisa aku bersama Adi karna Adi adalah anak angkat mbok Darmi dan aku meminta kapan-kapan aku bisa mengundang Adi dan ibunya untuk makan dirumah kami, dan bapak menyetujuinya untuk mengundangnya termasuk dengan pak Yadi sekeluarga. Namun Batara sangat lesu dan meminta untuk bisa bermain kesana lagi, aku pun juga sama. Pak Broto menyetujuinya dan lain kali harus dengan izin ibu ya, karna kalau ada ibu pasti akan susah keluar, dan harus mengunggu ibu pergi agar bisa dengan bebas bermain. Lalu kami pun sedih.
Sesampainya dirumah, Asmirah belum datang, dia baru sampai mungkin besok atau lusa. Aku pun memberi mbok Darmi banyak buah dan singkong untuk di masak dan aku meminta pak Broto untuk menanam anggrek kesukaanku ini. Karna pak Broto juga menyukai tanaman.
Aku masih terngiang-ngiang dengan ucapan ibunya Adi. Sepertinya ibunya Adi memiliki six sense jadinya beliau tahu dan mungkin saja merahasiakan itu semua.
"Mbok Darmi, apakah mbok tak punya anak? " Tanyaku.
__ADS_1
"Ada non, namanya Adi anak laki-laki mbok. " Jawabnya sembari mengupas rambutan.
"Aku kemarin bertemu mas Adi, dia tampan sekali. " Ucap ku.
"Benarkah? apakah dia tampan? " tanya nya.
"Iya mbok, ibunya sedang sakit. " Jawabku.
"Ibu nya adalah adek nya mbok, non. " Ucapnya.
"Siapa namanya? " tanyaku.
"Namanya Sari. " Jawabnya.
"Kenapa mbok mengangkat dia sebagai anak? " tanyaku lagi.
"Karna mbok tak punya anak. " Jawabnya sedih.
"Iya non, bapak sudah bilang bahwa mbok adalah bagian dari keluarga, mbok disini selain membantu rumah tangga di rumah ini, selain bersih-bersih dan memasak, mbok dan suami juga diberi kamar yang layak, bahkan makan di meja yang sama. Nyonya Asmirah juga pandai memasak dan tidak serta merta menyuruh mbok yang berlebihan. Bahkan Suami mbok membersihkan taman pun juga dengan cinta, tak cuma tukang bersih-bersih tapi pak Broto mempercayakan tanam menanam dan estetika rumah ini pada suami mbok. " Jawab nya dengan ekspresi yang penuh syukur.
"Tapi kenapa mbok memanggil, nona, nyonya, tuan kecil? kan kita saudara? " tanya ku.
"Karna mbok sudah terbiasa dulu dirumah orang tua Nyonya Asmirah, saat bapak pindah ke kerumah ini, baru kami di panggil di suruh membantu di rumah ini. Saat nyonya tinggal di rumah lama, kami tidak di sana. " Jawabnya.
"Kalau Adi dan ibunya tinggal dimana sebelum pindah ke sana mbok? " tanya ku lagi.
"Kami tinggal di pendopo kecil belakang rumah besar orang tua nyonya Asmirah, pekerjaan Adi dan Sari itu merawat perkebunan salak dan jagung milik orang tua nyonya Asmirah. Tapi karna Sari sering sakit karna bekerja kasar kan di kebun itu, maka pak Broto meminta nya untuk pindah ke rumah dekat rumah lama yang tak berpenghuni, di sana Sari bekerja berjualan bunga di pasar, dan Adi bekerja sebagai tukang pahat patung karna bapak ingin membuka galeri seni. " Jawab mbok Darmi.
__ADS_1
"Emm.. jadi begitu mbok, pantas saja mas Adi awalnya jutek padaku, saat aku bilang kalau sebelah rumah adalah rumah bapak ku, dia langsung melunak. " Ucap ku.
"Adi memang berparas tampan dengan bentul wajah yang tegas, tapi dia memang pendiam dan kurang bisa bersosialisasi dengan yang lain, jadi tolong di maafkan ya non. " Kata mbok Darmi.
"Mbok, besok tolong buatkan masakan yang cukup banyak untuk makan malam bersama yaa... " Ucap pak Broto tiba-tiba datang.
"Apakah ada acara dengan tamu pembeli lukisan pak? " tanya mbok Darmi.
"Bukan, karna Batara merajuk dan tidak napsu bermain dan tak ada senyum, jadi saya mengundang teman kecil saya, keluarga Yadi dan Adi. " Jawab pak Broto sambil menyeruput kopi nya.
"Apakah tidak mengapa jika tak ada nyonya, pak? " tanya mbok Darmi.
"Kenapa? " tanya balik pak Broto.
"Saya takut nyonya marah, " jawab mbok Darmi.
"Sudahlah, belanja saja dan persiapkan masakan terenak untuk besok. " Jawab pak Broto tenang.
"Baik pak, besok pagi saya akan ke pasar. " Ucap mbok Darmi.
Aku bahagia karna besok akan ada acara makan malam, dan cukup senang karna aku bisa berbicara dengan bu Sari, semoga saja aku mendapatkan kejelasan dalam alur cerita masa lalu ini. Pak Broto memang tipikal yang sangat memperhatikan keluarganya dan sangat baik, entah apa yang terjadi jika Asmirah ternyata besok datangnya. Ah aku tak mau pusing dengan hal itu, biarkan pak Broto saja yang mengurusnya. Karna aku ingin membantu mbok Darmi untuk mempersiapkan makan malam besok.
Kira-kira apa yang mbok Darmi masak, kenapa pak Broto hanya meminta menyiapkan sajian yang enak tanpa memberi arahan harus masak apa, dan mbok Darmi juga seakan tahu apa yang dimasak.
"Mbok, besok mau masak apa? " tanya ku.
"Entahlah non, mbok juga masih berpikir. " Jawab mbok Darmi.
__ADS_1
Seketika aku langsung tertawa terbahak-bahak, karna aku pikir mbok Darmi akan tahu apa yang di masak. Lalu kami mencoba berpikir bersama mengajak Batara untuk ikut mempersiapkan sajian makan malam.
Sampai jumpa di acara makan malam besok yaa...