Rumah 7 Turunan

Rumah 7 Turunan
62. Dingin


__ADS_3

Seketika aku melihat lintasan kejadian yang terjadi di alam lain, perasaan pak Broto dan kemarahan sekaligus kekecewaan. Aku pun menitihkan air mata karna terasa sangat menyayat dan menyedihkan. Butuh puluhan tahun agar pak Broto tau yang sebenar-benarnya, rasa sakit yang berkecamuk di dalam hatinya seakan membara, penuh murka dan amarah. Aku tak bisa membendung tangisan kesedihan ini. Cukup pahit dan pilu yang dirasakan pak Broto, aku pun juga penasaran bagaimana respon Asmirah dan bu Diajeng saat ini.


Pantas saja Amini ketakutan, mungkin ibunya saat ini meledakkan semua amarah padanya karna merusak rahasia yang disimpan sedalam-dalamnya malah terkuak. Aku takut Amini dipukuli dan semakin tersiksa, apa yang harus aku lakukan untuk menyelamatkan nya.


"Ca .. kenapa? kenapa nangis? " tanya Toby.


"Aku sedih, aku ngerasahin kepahitan ini, sesak sekali dadaku. " Jawabku.


"Kamu tenang dulu, " ucap Toby.


"Tenang gimana? " jawabku kesal.


"Kamu ngerasain apa ca? dari tadi kamu ngelamun pas Toby lagi telepon. " Tanya Ana.


"Entahlah, aku ngerasa bayangan pak Broto di alam lain tuh nyampe kesini, seakan aku tau apa yang pak Broto lalui. " Jawabku.


"Jadi secara gak langsung tiba-tiba kamu tau apa yang terjadi di alam lain? " tanya Ana.


"Iya, semacam itu. " Jawabku singkat.


"Gilak, bisa gitu yaaa... " tambah Roy.


"Aku gatau kenapa kamu bisa gitu tanpa ada benda atau sesuatu yang bisa menghubungkanmu. " Ucap Ana.


"Mungkin karna Aca pernah jadi Amini di masa lalu, sehingga Aca ngerasain apa yang dialami bapaknya Amini sekarang, kek udah nyatu gitu. " Jawab Ambar.


"Iya, bisa jadi. " Jawab Ana.


"Lalu gimana nih sekarang? " tanya Kris.


"Saat ini, aku juga gatau kita harus ngapain, kata Laras kan kita harus tenang dulu dan nungguin aba-aba dari mereka. " Jawab Ana.

__ADS_1


"Iya, lebih baik kita istirahat aja, jangan ada yang ngelamun yaa.. dah para cewe-cewe masuk kamar Aca sana. " Ucap Roy.


Lalu kami pun masuk ke kamarku, dan karna kami gamau over thingking kami memutuskan untuk bermain game among us, sampai ngantuk, sampai tertidur. Aku bermimpi dalam tidurku ada seseorang menangis saat kudekati ternyata Amini, dia dengan tatapan kepedihan benar-benar meminta pertolongan.


Aku terbangun, ku cek hp ternyata masih jam 3 pagi, saat aku mau kembali tidur dan lagi tiba-tiba ada hawa dingin sangat menusuk sangat-sangat dingin. Aku melihat teman cewe yang lain mereka tidur dengan nyenyak tanpa kedinginan, aku beranjak keluar untuk melihat anak cowo apakah mereka meringkuk kedinginan karna mereka diluar tanpa selimut. Saat aku membuka pintu yang otomatis langsung melihat mereka diruang tv aku terkaget sekaget-kagetnya. Meski lampu utama tidak nyala, yang nyala hanya lampu berdiri dipojokan membuat suasana teduh dan samar, aku melihat dengan jelas kalau mereka tidak bertiga, tetapi banyak bayangan yang berdiri melihat kearah mereka.


Lalu aku melihat kebelakang kekamarku, kami tidur dengan aman tanpa bayangan, saat aku menoleh lagi kedepan, semua bayangan itu berganti menatapku. Hawa dingin itu semakin pekat, semakin dingin. Aku berusaha untuk berteriak tetapi aku tak bisa mengeluarkan suaraku ini. Aku mencoba kembali kekamar tetapi badanku pun tak bisa kugerakkan, aku berusaha untuk bergerak semakin lama semakin kaku dan hanya bisa berdiri kaku, yang keluar hanya air mataku yang merasa dingin dan takut, akan terjadi apalagi saat ini.


Aku meronta berusaha memanggil semua teman-temanku tapi mereka tidur dengan nyenyak, sedangkan semua bayangan ini tanpa lelah tetap menatapku, bayangan hitam, mata menyala, menakutkan dan aku tak bisa apa-apa.


"Ca... ca.. bangun, " suara Ana membangunkanku sambil menggoyangkan badanku.


"Aca!! " teriak Toby.


Sedangkan aku serasa masih tak bisa bergerak.


"Caaaa... woiiiii!! " terdengar juga suara Roy.


"Kamu mimpi apa? " tanya Ana.


"Kamu nih ketindihan ya? " tanya Toby.


"Hmm.. iya keknya, aku mimpi dalam mimpi berarti, badanku tak bisa bergerak dan bersuara. " Jawabku.


"Astaga, tunggu aku buatkan susu coklat dulu. " Ucap Toby dengan muka khawatir.


"Apa yang dalam mimpimu ca? " tanya Ana.


Lalu aku menceritakan mimpiku yang Amini minta tolong dan bayangan hitam yang banyak itu. Kata Ana kemungkinan bayangan itu adalah suruhan Asmirah untuk mencegah kami melakukan apapun ataupun membantu Amini, kekuatan kebencian Asmirah sangat besar dan dia memiliki energi yang besar pula. Sementara Amini hanya memiliki sedikit energi dan kasih sayang pada ibunya yang membuat dia lemah sama juga terhadap pak Broto. Bisa saja mereka berperang dialam sana jika pak Broto mau, tetapi sampai sekarang sepertinya hal itu masih belum terjadi.


"Ini ca, minum dulu, " ucap Toby sambil menyodorkan susu coklat hangat.

__ADS_1


"Saat ini, kerja nya di sini aja ya, gausa ke kantor. Aku ngeliat jadwal kita gaada ketemu client atau yang lainnya. " Kata Roy.


"Iya sih, " jawab Ambar.


"Tapi aku gak bawa baju. " Ucap Kris.


"Pakai aja bajuku Kris. " Jawabku.


Kamipun bekerja dirumahku, pagi-pagi biar semua kerjaan selesai dengan cepat lalu kami berencana mengunjungi Laras dirumah lama pak Broto. Kami semua harus segera berdiskusi untuk hal ini, karna semakin berlarut hanya akan membuat suasana semakin suram.


Yang membuat sarapan kali ini Ana dan Toby karna mereka tak ada pekerjaan yang mendesak, sementara yang lain bekerja. Aku juga banyak sekali kerjaan yang deadline nya sudah mepet sekali, gara-gara ini jadi buntu semua ide-ide.


Waktu berlalu begitu cepat, tiba-tiba tanpa sadar sudah siang saja. Sedangkan aku harus bertemu langsung dengan Ananta perihal animasi dan sketsa, karna jika video call dan jelasin aku takut salah, karna ini benar-benar harus jadi hari ini juga tanpa ada salah lagi.


"Aku mau ketemu Ananta bentar ya, ada urusan mendesak nih. " Ucapku.


"Gak! suruh Ananta kesini aja. " Jawab Toby.


"Yaa.. gabisa dong, harus ketemu ditengah. " Jawabku.


"Yauda, aku anter, apa? gabisa lagi? " jawab Toby.


"Gabisa, kitakan ada janji kerumah lama pak Broto, " jawab Ana.


"Tuh, udahlah lewat video call aja jelasin nya, masa gitu aja dia gagal paham. " Ucap Toby.


"Ya.. yaa, " jawabku kesal.


Akhirnya aku merancang visual dengan pengertian yang mudah dimengerti, masa udah gini masih bisa miskom terus. Akhirnya tepat jam 4 sore kami berangkat ke rumah lama pak Broto, perjalanan karna macet jadi 1 setengah jam baru sampai.


Tapi ada yang aneh saat sampai disana ternyata mas Teguh sedang sakit dan mereka bergegas membawanya kerumah sakit, sedangkan kata Laras kami disuruh untuk kembali pulang saja. Karna mereka mau kerumah sakit dan nanti akan dihubungi kembali. Tetapi aku meminta kunci rumah ini karna aku ingin menginap dirumah ini, pernyataanku membuat semua orang kaget dan Laras memberikan kuncinya.

__ADS_1


"Kamu taukan, apa yang harus kamu lakukan, " bisik Laras sambil berlalu pergi.


__ADS_2