Rumah 7 Turunan

Rumah 7 Turunan
131. Roy [16]


__ADS_3

Hari berganti hari, masa dimana Toby akhirnya yakin dia akan pindah ke kantor pusat dan aku langsung meminta Adam untuk pindah di kantorku, Ana dan Aca pun senang karna ada teman sendiri, tetapi aku juga mencari orang lain lagi yang sekiranya memang kompeten untuk jadi pegawai kontrak, karna memang Adam basic nya di game walaupun aku yakin dia bisa mengatasi ini tetapi buat jaga-jaga aja kalau Adam tidak bertahan lama di kantor ini, mengingat dia diatur oleh istrinya yang anak orang kaya itu.


Malam ini terasa dingin dan sendu, aku ada dirumah sendirian sambil main game di PC dan rasanya sangat-sangat sendu entah mengapa, tiba-tiba ada telepon berbunyi, gak taunya adalah Adam.


“Ya, kenapa dam?” tanyaku.


“Aku dibolehin nih sama istriku, kira-kira aku masuk kapan?” tanyanya.


“Besok aja masuk, kalau gak kelarin dulu sama kerjaanmu yang dulu, masa iya langsung resign secepat itu?” tanyaku.


“Tenang aja, yang punya temennya mertua, jadi aman, jadi aku mintanya kerja sama mereka tuh waktunya bisa dikerjakan kapanpun tanpa masuk kantor,” jawabnya.


“Enak kali jadi mantu orang kaya hahaha…” candaku.


“Woi, situ juga orang kaya,” jawabnya.

__ADS_1


“Gak juga hahaha… yaudah besok langsung datang aja,” jawabku.


“Oke Roy, thanks ya.” jawabnya.


Aku langsung memberitahu grup kalau besok Adam akan mulai bekerja dan menyuruh Toby untuk mengajarinya dengan detail, anak-anak pun merasa senang dan ada kalanya mereka merasa kehilangan toby, aku juga merasa kehilangan Toby padahal aku yang mengirimnya menjauh tetapi rasanya aku yang menjauhkan dia dari teman-teman padahal tak berniat sejauh ini, tapi ya sudahlah memang sudah jalannya seperti ini.


Malam ini dingin ternyata diluar hujan dan ternyata aku dengan kesendirianku berimajinasi masa depan dengan Aca, banyak sekali khayalan menjelang tidur, membuat skenario sendiri sampai akhirnya ketiduran dan dibangunkan oleh telepon Adam yang menanyakan masuk jam berapa MMA bukanya, agak kesal sih karna ini terbilang masih pagi, soalnya ini jam 5 sedangkan masuk nya jam 9 tuh jauh padahal seringnya bangun pagi kalau ada sesuatu doang, emang gak bisa ya aku rada santai gitu hidupnya, selalu ada saja. Aku sarapan roti dan susu aja, karna males beli di luar, terlebih habis hujan semalaman membuat hawa nya ingin kembali rebahan karna seperti sudah lama aku gak rebahan dengan enjoy menikmati rebahan.


Setelah sarapan aku bersih-bersih halaman luar dulu, karna banyak daun kering berguguran, kalau dibiarkan risih juga, ternyata pagi-pagi banyak aktivitas yang jarang aku pedulikan di lingkungan ini, banyak yang mengantar anaknya sekolah, jogging, bersepeda, berbelanja, dan mereka baik-baik juga mau menyapa, ternyata setelah tersadar Aca adalah duniaku, aku juga tersadar kalau dunia di lingkungan rumahku ini bersih dan baik-baik orangnya, selama ini aku kemana aja kok cuek banget. Setelah selesai aku mandi dan berangkat ke kantor, memakai kemeja bergambar tengkorak yang dulu pernah dibelikan Aca saat aku ulang tahun, mungkin sudah bertahun-tahun lalu.


"Roy, kok cepet banget si Adam bisa masuk? dia gak ngurus resign di kantor lamanya? " tanya Ana.


"Dia gak resign, tapi WFA kan yang punya kawannya mertuanya yang kaya itu, " jawabku.


"Enak ya, jadi orang kaya terus banyak channel dan koneksi, " jawabnya seakan iri.

__ADS_1


"Ya enak, lain sama kita-kita ini. " jawabku.


"lain apanya? kau tuh kaya anjir," jawabnya yang tak terima.


"Kaya dari mana sih? orangtua ku juga gak ngasih aku seenak kek Adam, apa-apa dituruti," jawabku kesal.


"Iya juga sih, eh kau jangan deket-deket Aca ya, selama Toby jauh aku yang jaga." ujarnya sambil melotot.


"Buset dah na, ngapain sih? biasa aja kali," jawabku.


"Inget ya, Aca jelas milih cowok kalem kek Toby dari pada cowok berandal macam kau!" terangnya sambil melotot dan meninggalkan ruanganku.


Aku merasa kesal padahal aku juga gak berandalan, apa yang berandal dalam diriku, aku gak pernah mendua, gak pernah macem-macem, hanya saja setiap habis putus tuh cepet dapat penggantinya bukan karna apa-apa tapi memang cepat move on dan gak selingkuh juga. Bisa-bisanya Ana memandangku seperti itu, toh Aca aja baik-baik sama aku.


Aku mengajak semuanya makan siang bersama karna katering sudah datang sambil nonton film pendek, kami semua makan dan nonton, ada yang bawel dengan ceritanya, ada yang menikmati cerita, ada yang detail banget lihatnya, senang aja lihat suasana kantor yang tidak kaku tapi kerjaan tetap beres, aku juga mengumumkan kalau memang benar Toby pindah dan sudah ada jadwal pindah, sebelum itu aku akan mengajak pesta perpisahan dan ditanggapi senang oleh teman-teman karna kami jarang berpesta.

__ADS_1


Ambar merasa ini adalah perbuatan yang pemborosan, jadi dia tidak setuju, lagian juga katanya kalau kita mengadakan pesta perpisahan otomatis kita pesta atas perginya Toby, tapi aku bantah kalau perpisahan ini adalah bentuk support Toby dan menyelamatinya, jadi bukan pesta senang Toby pergi, akhirnya Ambar tidak berkutik dan mengiyakan yang penting tau budget saja.


__ADS_2