
Aku hanya memandang Toby dengan tajam seakan menusuk jiwanya dan membelah relung hatinya, mencengkeram jantungnya dan membuat berhenti bernapas, dan ternyata dia merasakan kebencian ku dan kekecewaanku tapi dia hanya berkata,
“Terlalu sedih untuk ku meminta maaf, karna sudah banyak maaf aku utarakan tetapi aku selalu mengecewakanmu,” ujarnya dengan pipi yang merah karna tonjokan Roy.
“Wah … keren,” jawab Roy sambil bertepuk tangan dan aku hanya tertawa sinis.
“Haruskah kita berakhir seperti ini ca? Aku sayang kamu,” ujar Toby dengan tatapan sedih, sedangkan aku duduk ditengah sampingku ada bapak dan Roy yang menatapku seakan menantikan jawabanku, dan Toby posisi ada di depan kami.
“Hmm… aku gak tau ya bi harus jawab apa, gunamu kesini juga ngapain? Aku sudah lupa dan pertanyaanmu itu tolol, aku gak perlu jawab lagi, kemarin-kemarin kau kemana?” jawabku dengan sangat dingin dan sinis karna sudah terlalu males nanggepin.
__ADS_1
“Iya aku tau aku salah, kalau posisi kita jauh hal-hal yang kita omongin bisa menjadi salah paham, dan kamu gak mau nungguin aku datang, aku baru bisa sekarang.” jawabnya.
“Oh, jadi salahku ya?” tanyaku kepadanya yang playing victim.
“Bukan, ini salahku dan aku yang paling salah, aku juga minta maaf sama om karna sudah mengecewakan, tapi sungguh maksudku bukan seperti itu, aku hanya berupaya bergaul agar banyak relasi saja dan mempelajari lingkungan disana agar bisa membaur, hanya itu, tapi entah mengapa menjadi terbiasa dan tak bisa keluar.” jawabnya dengan menundukkan kepala.
“Ya itu karna kau tolol, dah tau circle buruk masih dimasukin,” jawab Roy yang emosi.
“Gini ya bi, kita sudah berakhir, aku sudah meminta maaf sama mama sama mbah putri, harusnya kau meminta maaf kepada mereka, aku juga sudah mengurus surat balik nama sertifikat rumah, jadi pergunakan rumahmu itu kelak bersama keluargamu sendiri, makasih banget segala effort dan apapun yang pernah kau lakuin sama aku, aku mengapresiasi segala kebaikanmu, sangat baik tetapi memang sampai disini kita, tak ada jalan lagi, dan memang kita tidak berjodoh.” jawabku berusaha ngomong dengan kepala dingin tanpa emosi karna aku sudah merdeka dengan diriku sendiri.
__ADS_1
“Ca, aku bangun rumah itu sesuai dengan desainmu, bagaimana bisa aku tinggalin dengan keluarga lain? Aku berniat membangun rumah tangga denganmu ca, gak ada yang lain, maafkan kesalahanku yang bodoh itu, aku berjanji aku gak akan bersama mereka lagi, semua itu salah paham, aku juga gak pernah tidur berdua bareng temanku itu, semua itu bersama-sama, kamu salah paham ca, maaf aku sudah bikin kamu gak percaya sama aku.” jawabnya dengan perasaan menyesal hal ini terjadi.
“Gak tau ya bi, jual aja rumahnya kalau gak mau menempati bareng keluarga barumu kelak, aku pikir kau bisa jaga diri, hanya itu aja yang aku harapkan tetapi aku salah besar, banyak loh bukti-bukti story foto tuh cewek yang pamer kedekatan denganmu, dengan pakaian yang kurang bahan, berpelukan dan entah apa lagi yang tak nampak di kamera, secara logika depan kamera aja begitu loh apalagi dibalik layar yak, hahaha…” jawabku dengan menertawakan pengkhianatan ini.
“Ca, aku gak tau ada story macam itu,” jawabnya membela diri.
“Ya tapi tetep itu kau, apa itu editan? Wow nyata banget yak kalau editan, lagian kau mabuk jadi gak sadar kalau ngapa-ngapain, aku bingung ya kupikir kau bakal bisa menjaga dirimu sendiri mengingat kehidupan keluargamu, masa kecilmu, ternyata aku salah besar. Dah cukup bi, aku malas emosi dan ini udah sedikit mendidih, mending kau pulang dan cukup sudah, jangan pernah nampak mukamu, pertemanan kita juga berakhir!!” jawabku dan langsung berdiri masuk kamar.
Toby langsung menarikku dan memohon kepadaku berlutut memegang kakiku, langsung di dorong Roy dan menyuruh Toby pulang, lalu bapak berdiri dan menyuruh Toby pulang dan sebelum itu ada yang mau bapak obrolkan dengannya. Aku masuk kamar dan Roy ikut aku kedalam dan menatapku tanpa berkata apapun, aku hanya diam dan menatapnya juga dengan diam, lalu dia menyuruhku menangis jika ingin menangis tetapi aku malah tertawa karna menatap mukanya yang bonyok, mata lebam dan bibir berasa di filler, dan kami pun tertawa bersama setelah dia berkaca kalau mukanya tak lagi tampan katanya. Sempat-sempatnya bercanda di moment begini, lalu aku ke dapur mengambil kain dan juga es agar mukanya itu dikompres. Aku memotretnya dan memamerkannya di grup, langsung direspon anak-anak dan kaget apa yang terjadi sama Roy, setelah aku ceritakan mereka lega dan menyemangati Roy karna Roy melakukan tugasnya dengan baik.
__ADS_1
Bapak masuk kamar dan mengabari kalau Toby sudah pulang dan menyuruh kami untuk jangan bermusuhan meskipun menyakitkan, karma yang akan berbicara, kita sebagai manusia hanya bisa memaafkan dan legowo alias ikhlas, kalai ikhlas apapun akan terasa lebih damai, kalau penuh dendam hidup jadi terasa berat karna ada goal buruk yang harus disegerakan, kalau dendam baik menjadikan diri lebih baik itu tak masalah. Aku dan Roy hanya iya-iya saja ketika dinasehatin, dan bapak menyuruh Roy pulang untuk istirahat dirumahnya, dan berterima kasih sudah membela anaknya dan membuat bapak terharu karna ada yang melindungi martabat anaknya ketika disakiti, ketika bapak bilang begitu baru aku menangis sejadi-jadinya karna aku merasa terharu dan merasa kalau aku dilindungi, mereka berdua bingung karna aku menangis tersedu-sedu dan mereka hanya menyuruhku untuk tidur.
Aku tidur sambil menangis sampai benar-benar tenggelam dalam tidurku yang nyenyak, bangun dengan perasaan yang lebih baik, sampai aku buka HP dan Toby masih berupaya menghubungiku langsung bad mood banget, kek ngapain sih situ yang nyakitin kok kaya situ yang disakiti, kan drama banget padahal aku sudah susah-susah mengembalikan hidupku yang sedikit merasa hancur. Lalu aku bermain dengan Sunny agar mood naik, berangkat ke kantor juga sama bapak karna motor ada di rumahnya Roy, hari ini juga sudah resmi pindah kantor jadi rasanya semangat baru dan membuang kesialan, apakah aku harus potong rambut untuk buang sial? Tetapi Toby ada juga di rumah Roy yang sekarang jadi kantor, rasanya sampe sana berasa pengen marah aja. Ternyata sudah ada Ana yang gantian maki-maki pakai nada tinggi, sedangkan Roy sepertinya masih tidur dan anak-anak yang lain masih belum datang karna mereka ada kunjungan ke partner kantor.