
Keesokan harinya di kantor, Aca langsung memberikan kode kalau memang benar kata mbah putri, dari pada terus-terusan digantung seperti ini baiknya memang berkomunikasi langsung dengan pak Broto tapi tanpa sepengetahuan Laras dan Sekar karna tak ada yang bisa kita percaya untuk saat ini. Lalu Ana memintaku untuk mencoba berkomunikasi dengan pak Broto, saat itu aku mencoba menutup mata dan memberikan akses ku untuk bisa memanggil pak Broto namun gagal tak ada jawaban, Ana pun juga mencoba apakah bisa menghubungi pak Broto tapi gagal juga.
Mungkin karna kami ada di daerah yang mungkin bukan daerah pak Broto jadi susah untuk memanggilnya, padahal Asmirah bisa kemana aja, sungguh kekuatan apa yang membuat Asmirah bisa segitunya. Roy pun meminta kita untuk tetap fokus pada pekerjaan masing-masing karna memang kantor ini cukup hectic jadi harus bisa profesional dan menempatkan diri. Kami pun kembali dengan pekerjaan masing-masing yang riuh sekali dan tanpa disadari ada tamu yang datang tanpa pemberitahuan yaitu mama dan mbah putri yang datang saat jam makan siang membawakan makanan untuk kami makan.
Teman-teman pun sangat senang sekali dan sangat lahap menikmati makanan yang dibawa.
“Kenapa mama gak bilang dulu mau kemari ?” tanyaku.
“Kata mbah putri biar kejutan, anak-anak pasti seneng dikunjungi dan dibawakan makanan.” Jawab mama.
“Hmm… thanks ma,” jawabku sambil makan combro.
“Gimana nak? Apakah kalian pusing dengan pekerjaan ?” tanya mbah putri.
“Pusing sekali mbah, rasanya ingin menikah saja agar ada mood boosternya,” jawab Ambar.
“Jangan salah nak, menikah kamu juga semakin bertambah tanggung jawabmu, saat ini kamu bertanggung jawab akan diri sendiri, nanti setelah menikah akan bertambah lagi. Jadi jangan menganggap menikah adalah jawaban dari rasa lelah.” Jawab mbah putri menasehati.
“Iya benar kata mbah putri, mungkin bagi wanita yang lelah dalam karirnya menganggap menikah adalah jalan tercepat agar tidak capek, memang benar secara finansial kita ada yang nanggung, tapi secara hati, fisik dan lain-lainnya belum tentu.” Imbuh mama.
“Makasih mbah putri dan tante Marenta, kami seakan sedang berkuliah hari ini… hahahha ..” Jawab Roy tertawa.
“Tapi bener juga loh, aku jadi harus pikir-pikir lagi nih mau nikah.” Tambah Kris.
“Loh Kris, kamu mau nikah ? kok tante gak diceritain.” Ujar mama.
“Iya tante, tiba-tiba aja tapi gak secepat itu karna cukup rumit mengurus berkas-berkasnya dan lagi calon masih ada kontrak kerja di Jepang, jadi aku gamau dibawa ke Jepang.” Jawab Kris.
“Kenapa gak mau nak?” tanya mama.
“Untuk liburan okey, tapi untuk menetap nope,” jawab Kris sambil tertawa.
__ADS_1
“Kamu tuh liburan terus pikiranmu,” imbuh Ambar.
“Iya dongg, nikah tiba-tiba ikut suami jauh dari tanah air tuh bayangin aja kek apa.” Jawab Kris membela diri.
“Iya nak, itu akan sulit dan kita wajib beradaptasi ekstra, adaptasi pengantin baru, adaptasi lingkungan dan lain-lainnya.” Jawab mbah putri.
“Tuh .. denger kata mbah putri.” Jawab Kris seakan dibela mbah putri.
“Lalu gimana dengan perkembangan kantor ini nak?” tanya mama.
“Kantor kami berkembang pesat tante, semua kubu bahu membahu menambah channel dan mencari client, ngiklan terus biar dikenal.” Jawab Roy selaku bos utama.
“Bagus nak, kalian semua keren. Tante harap bisa berkembang lebih pesat lagi menjadi perusahaan yang besar.” Jawab mama dengan bangga.
Lalu setelah makan siang, mama dan mbah putri pamit untuk pulang karna mau lanjut shopping dan kami pun lanjut dengan kerjaan masing-masing dan tiba-tiba saat jam nya pulang Laras datang sendirian.
“Halo, maaf yaa datang tanpa kabar dan tiba di jam pulang kalian.” Ujar Laras.
“Ada apa mbak ?” tanyaku tanpa mempersilahkan duduk karna cukup kaget dengan kedatangannya.
“Tentu saja, silahkan duduk.” Jawabku sambil liat pandangan teman-teman yang lain antara senang dan tidak.
Kami semua duduk diruang tamu, dan hanya ada botol mineral yang bisa kami suguhkan dan memang itu ada di meja tamu.
“Jadi ada maksud apa mbak datang tanpa pemberitahuan membuat kami semua kaget, untung saja kami memang mau pulang bukan ada janji lain.” Ujar Aca tegas dan membuat suasana jadi tegang.
“Maaf ya, gak maksud mengganggu kalian, semenjak kalian datang kerumah lama kami dan kami malah pergi ke rumah sakit jadinya kan belum sempat bertemu,” jawab Laras.
“Gapapa mbak, kan memang kondisinya lagi gak baik dan genting, tapi kabar mas Teguh sekarang bagaimana ?” tanya Aca lagi dan aku hanya bisa mengamati karna Laras datang tidak sendiri.
Aku langsung menoleh pada Ana dan dia mengangguk mengerti maksudku, karna yang aku lihat memang Laras secara kasat mata datang sendiri namun secara tak kasat mata beda lagi. Dia datang dengan dua wanita yang aku tak tau itu siapa, dan aku tau Laras juga menyadari siapa yang dia bawa.
__ADS_1
“Jujur aku datang dengan dua sepupu ku disini, mungkin kalian tak bisa melihatnya tapi ada dua wanita disini bersamaku.” Jawab Laras.
“Hah ?” jawab Roy kaget.
“Siapa mbak?” tanya Ambar.
“Dimana memang mereka?” tanya Aca.
“Sedang berdiri disini diantara kita semua.” Jawab Laras.
“Ada maksud dan tujuan apa sebenarnya mbak? Langsung to the point aja!” seru Aca yang bersikap tegas dari tadi.
“Jadi mereka datang bersamaku katanya ingin menjadi pendamping kalian dalam berkomunikasi dengan moyangku agar mendapatkan akses untuk bisa berkomunikasi dengan lancar.” Jawab Laras.
“Memangnya kenapa mbak? Apakah gak ada akses ?” tanyaku.
“Bukan gak ada akses, tapi memang saat ini dibikin benteng disana, agar panggilan dari luar mereka gak dengar.” Jawab Laras.
“Pasti ulah Asmirah.” Ujar Ana langsung skak.
“Iya benar, entah bagaimana kekuatannya sangat bisa mengendalikan orang-orang disana. Aku sendiri pun susah untuk berkomunikasi, karna aku juga sedih mas Teguh tiba-tiba sakit juga ulah dari siapa, kita sendiri pun tau, aku sangat marah dan lelah sekali.” Jawab Laras.
“Kenapa gak mbak Laras sendiri yang komunikasi, kenapa mengenalkan sepupunya kepada kami? Mbakkan keluarganya ?” tanya Aca yang seperti perang dingin saat ini, mungkin Aca udah lelah dan ingin tau apakah mereka di pihak kami atau malah musuh kami.
“Iya, tapi aku butuh bantuan kalian.” Jawab Laras.
“Kenapa ?” tanyaku.
“Kami perlu saksi,” ujar Laras.
“Apa pak Broto masih belum percaya atau apalagi ?” tanyaku.
__ADS_1
“Kami perlu kalian, kami berencana berkomunikasi dengan mereka di kamis malam di rumah kami, kami harap kalian datang.” Ujar Laras.
Kami semua hanya hening dan tak ada jawaban kami akan datang atau tidak, karna perasaanku tidak enak, bisa saja ini jebakan.