
Pada kenyataannya semakin dalam kita menggali tanah akan semakin banyak temuan-temuan yang kita dapati. Semakin dalam semakin susah untuk naik ke permukaan, salah siapa ini semua siapa yang mengawali malapetaka ini, aku sangat membenci situasi ini dan diriku sendiri. Jika memang benar Asmirah mempunyai kembaran yang sudah lebih dulu mendahuluinya, lantas mengapa dia ikut diseret ke dalam masalah keluarganya, padahal dia sudah cukup tenang dialam sana, atau ada sesuatu yang kami belum mengetahuinya, terlalu banyak teori yang kami bicarakan dan terlalu banyak isi pikiran kami semua disini. Bahkan kami juga berpikir kalau ini seperti film horror yang terlalu banyak teori dan dugaan-dugaan ternyata malah banyak plot twist nya, tapi ini kisah kami tak bisa kami berpikir dengan mudah dan bisa tau kalau ada apa-apa, tanpa orang yang tau. Ana dan ibunya saja yang memang banyak dari keluarganya mampu melihat saja masih belum bisa memasuki dengan dalam, karna memang mereka pandai memanipulasi dan bisa jadi mereka mengarang semuanya sesuai dengan dugaan kami.
Kami tak cukup mengerti yang ada hanya kemarahan, sedangkan ibunya Ana berpesan agar tidak menunjukkan emosi apapun, baik itu kemarahan atau kebingungan, biarkan mereka berpikir kita biasa aja tanpa emosi, kita lihat sampai mana mereka mengganggu kita disini yang masih hidup dan apa yang mereka cari. Anak-anak lain juga berpikir kalau pasti mereka ada maunya, ada yang mereka targetkan, entah apa dan kami pun belum tau, yang pasti aku ingat kata kakek di kampung asri kalau kita harus segera berkomunikasi dengan pak Broto, hanya itu jalan agar kita tidak merasa buntu. Lalu aku teringat kalau, ibunya pak Broto selalu menghantui Asmirah dimanapun dia berada, bagaimana kalau kita menghubungi ibunya agar bisa bergabung untuk menghubungi pak Broto.
Yang aku pikirkan haruskah menghubungi di rumahnya yaitu rumah lama atau disini aja bisa. Ternyata Ana mengusulkan untuk dirumahnya saja, biar dibantu ibunya dan kakaknya, karna mereka juga bisa hal seperti ini karna memang sekeluarga bisa, hanya saja karna ada bayi jadinya Ana bingung harus bagaimana, mungkin Ana bisa meminta kakak iparnya untuk pergi berjalan-jalan dulu dengan Kirana. Akhirnya kami setuju dan Ana segera menghubungi ibunya untuk meminta bantuan, dan saat ditelepon ibunya meminta waktu, karna banyaknya pesanan, ibunya akan mengatur jadwal dulu, kamipun sungkan karna sudah merepotkan seperti ini tapi bagaimana lagi tak ada jalan lain dan Ana dengan keluarganya pun berharap bisa membantu, Ana juga akan menghubungi tantenya yang punya cafe di sawah itu.
“Inget gak, kita pernah nonton film yang pemeran utamanya cewek kembar dan cewek satunya itu suka sama suami saudaranya dan membunuh saudaranya dan mengaku kalau dia adalah saudaranya itu, bisa hidup lama tanpa ketahuan, tapi aku lupa judulnya apa.” Ujar Ambar.
“Iya inget, aku juga lupa apa judulnya ya,” jawab Roy.
“Tapikan dia meninggal waktu remaja, dan posisi itu belum nikah.” Jawab Toby.
__ADS_1
“Kata siapa belum nikah? Bukankah mereka waktu remaja sudah menikah di jaman dulu itu?” Jawab Ambar.
“Iya Sih, tapi kok bisa berspekulasi kalau Asmirah sebenarnya adalah Asminah itu dari mana ?” jawabku.
“Segalanya bisa terjadi.” Jawab Ambar yang semuanya sedang berkumpul di kantor dalam beberapa hari kita memang menginap disini.
“Tapi jangan terlalu jauh juga, bisa jadi itu hanya karna kita sering nonton aja.” Jawab Kris.
“Terlalu banyak isi otak kita semua, lebih baik tenang saja dulu, jangan tergesa-gesa tapi lebih tenang aja, percaya aja segalanya akan baik-baik saja.” Jawab Ana berusaha menenangkan kami semua.
“Tumbal untuk apa? Ini sudah turunan ke 7 dan turunan ke 8 aja sudah lahir, apakah ingin kekayaan selamanya untuk keturunannya.” Jawab Ambar.
__ADS_1
“Bentar, itukan rumah 7 turunan, usaha mereka berupa furniture dan apa lagi? Bisa jadi karna rumah itu dijanjikan bagus untuk 7 turunannya dan tidak ingin turunan ke 8 merasakan kepedihan.” Jawabku penuh dengan teori padahal baru saja Ana mengingatkan kami semua agar tidak berpusing ria tapi kami semua memang pusing bagaimana cara menyembunyikan perasaan ini.
“Kata bu Hartanti dulu, keluarganya tidak mau tinggal di rumah itu, dan itu sudah tanda kalau rumah untuk 7 turunannya sudah tidak seperti dulu, anak-anak sekarang kan bandel gak penurut seperti dulu,” Jawab Toby.
“Nah itu, bisa jadi karna turunan ke 8 masih bayi jadinya seperti menyiapkan sesuatu agar rumah itu tetap kokoh.” Tambah Ambar.
“Iya, semuanya bisa jadi bisa jadi dan bisa jadi, aku mau bikin mie kuah dulu enak keknya, yok semua ke pantry kita masak dan makan, pembahasan tentang ini akan dilanjut saat ibuku sudah memberikan jadwalnya.” Jawab Ana yang nampak kesal karna teman-temannya bebal gak bisa dikasih tau.
Akhirnya kami semua ke pantry dan memasak dan ngobrol bahasan yang lucu-lucu sampai aku juga cerita bagaimana Toby bisa pingsan dan pindah ke apartemen Dina, disitu Toby dihabisi anak-anak karna sudah menyakitiku tanpa sengaja, sebenarnya aku cerita cuma sekedar cerita aja gak ada maksud lain, tapi anak-anak merespon terlalu serius. Alhasil muka Toby jadi kasihan karna dia tak bisa membela diri dan memang salah.
Hubunganku dan Toby semakin membaik, komunikasi juga semakin baik, karna dulu aku merasa risih kalau Toby bingung cari aku mulu sekarang kalau gak dicari aku yang bingung, itu tanda aku sudah menaruh rasa dan rasa itu berkembang dengan baik, bapakku di rumah juga selalu bertanya apakah aku baik-baik saja selama menginap di kantor, dan apakah hubunganku dan Toby meningkat, karna memang bapak sangat setuju kalau aku dengan Toby, entah mengapa aku juga belum menanyakannya, teman-temanku juga banyak yang suka dan setuju bahkan sampai ada yang penasaran dan kehebohan lainnya. Aku memang terlalu privat dengan hubungan ini bahkan banyak yang tidak tau aku pacaran atau bertunangan dengan Toby, gara-gara postinganku kemarin. Jadinya aku juga mengubah sikapku dan memperbaikinya karna aku gak mau menyakiti perasaan orang.
__ADS_1
Kami semua makan mie dan minum thai tea boba ala Ana yang enak banget bikinannya, aku pun menyuruh Ana untuk berjualan dan membuka stan aja di depan kantor karna emang masakan keluarga Ana dan sesuatu yang dibikin Ana tuh enak banget. Cuma Ana gak mau karna bingung kasih harganya, yang dia bikin kan emang dari bahan-bahan yang bagus. Aku cuma menyarankan aja agar bisnis ibunya Ana semakin maju gitu, tapi emang sudah terkenal kalau masakan ibunya Ana enak banget, sangat enak.
Akhirnya datanglah waktu senggang ibunya Ana.....