
1 Minggu kemudian.
Lee dan Una sudah siap dengan barang barangnya, Lee dan Una hendak pindah kerumah yang dulu pernah Una tempati dengan ibunya. Awalnya Jim menolak kepindahan Una dari rumahnya namun karena Una memaksa akhirnya dengan berat hati Jim hanya bisa menuruti keinginan pujaan hatinya. Jim mengijinkan Una pindah asalkan Una tak keberatan jika Jim menaruh beberapa pengawalnya untuk berjaga diluar rumah. Tanpa merasa keberatan sedikitpun Una mengiyakan keinginan Jim.
Karna Una tau jika Jim tak ingin hal buruk kembali menimpa hidupnya terlebih lagi sekarang ada Lee yang menjadi tanggung jawabnya.
Semua barang barang Una dan Lee sudah siap didalam mobil, Jim mengantar Una dan Lee pulang kerumahnya. Narra tak ikut satu mobil dengan Jim, karna Narra telah membawa mobil sendiri.
Mobil Jim kini memasuki halaman rumah Una, rumah itu kini terlihat mewah karna Una lebih dulu merenovasi rumah itu agar Lee tak merasa bosan jika dirumah. Rumah yang tidak terlalu besar namun rumah itu sangatlah indah dan terlihat sederhana namun juga sangat bersih hingga bisa membuat orang yang menatapnya ingin segera masuk dan melihat isi didalamnya.
Jim mulai mematikan mesin mobilnya dan Una segera turun dari dalam mobil untuk pertama kalinya Una menginjakkan kakinya kembali dihalaman rumah yang sangatlah dia rindukan. Tanpa Sadar air mata Una menetes dan membasahi pipinya. Una teringat akan almarhum ibunya saat melihat rumah yang ada dihadapannya itu.
Lee yang mengetahui jika maminya menangis segera menarik pelan baju Una, "Mami pasti ingat pada nenek ya?" Ucapanya dengan polos, anak kecil yang sangatlah mengemaskan dan terlalu dewasa untuk anak seusianya.
Menaruh Lee dalam gendongannya, "Iya sayang," ucap Una singkat sembari memaksakan senyumannya agar Lee tak ikut bersedih.
Menyeka pelan air mata yang jatuh kedalam pipi Una, "Jangan sedih Mami, Lee akan mengantikan Nenek untuk menjagamu!" Seru Lee dengan wajah terlihat bersungguh-sungguh. Jim dan Narra segera berjalan menghampiri Una.
Mereka masuk kedalam rumah, rumah yang dulu terlihat sederhana kini tak terlihat lagi Karna Una telah mengisinya dengan barang barang mewah dan pasti mahal, hidup Una yang sekarang sangatlah berbeda dengan tujuh tahun yang lalu. Una yang dulu dipandang sebelah mata dan Selalu dihina bahkan sampai dikucilkan oleh kebanyakan orang, Una yang dulu telah mati dan kini yang ada Una yang punya banyak uang dan desainnya mampu bersaing di pasar internasional. Tidak akan ada yang merendahkannya lagi sekarang. Nasib baik sedang berpihak sepenuhnya pada Una, bahkan Una kini menjadi lebih cantik dan juga kaya Walaupun belum bisa dibandingkan dengan kekayaan Yera.
Melihat pada Narra, "Narra, bisa tolong ajak Lee untuk melihat indahnya kota Seoul?" Pinta Una dengan wajah terlihat memohon.
__ADS_1
Tanpa menjawab Narra hanya menyungingkan senyumanya pada Una. Menandakan jika Narra tak keberatan dengan permintaan sahabatnya itu. "Ayo kita melihat indahnya kota Seoul!" Cetus Narra sembari mengandeng lembu tangan Lee.
Menepis kasar tangan Narra, "Tidak BI Narra, aku mau menemani Mami, Karna Mami sedang bersedih." Ucap Lee sembari menatap mata Una yang masih basah.
Una berjalan menghampiri putranya yang selalu menghawatirkan dirinya. Una sangat beruntung memiliki anak yang begitu ganteng dan juga sangatlah perhatian padanya. Mungkin karna Lee sering melihat Una menangis jadi anak kecil itu memiliki keinginan yang untuk selalu menjaga Una.
"Sayang, pergilah bersama Bi Narra! Karna Mami dan bersama para pelayan akan beres-beres rumah. Jika semakin sedikit orang maka akan segera selesai." Ucap Una sembari mencubit pelan pipi Lee karna merasa gemas dengan pemikiran putra kecilnya itu. Jim hanya bisa tersenyum bahagia melihat dua orang yang sangatlah berharga di hidupnya selalu berada didekatnya.
Berjalan mendekati Lee, "Ayo kita pergi ke SEOUL LAND!" ucap Narra pada Lee sembari tersenyum renyah dan melangkah pergi meninggalkan Una dan Jim.
"Apakah itu tempat bermain?" Tanya Lee pada Narra dengan sangatlah antusias. Lee hanyalah anak kecil biasa dia juga suka bermain-main seperti anak seumurannya walaupun terkadang Lee berpikir layaknya orang dewasa. Namun dia tetaplah anak umur 6 tahun yang bisa marah dan juga tak jarang Lee bersikap manja pada Una.
_ _ _ _
Selama didalam mobil Narra tak hentinya bercerita betapa indahnya taman bermain SEOUL LAND. Namun Narra melupakan satu hal penting yang harus dijauhkan dari Lee. Pemilihan tempat hiburan terbesar di kota Seoul itu adalah Jhong back. Ayah, Lee.
Narra sudah sampai di halaman tempat hiburan itu. Narra segera turun mendahului Lee dan membukakan pintu untuk pangeran kecil itu, Lee sangat bahagia dan senang karna sudah hampir beberapa bulan Una tak mengajaknya pergi ke taman bermain. Walaupun Lee sering diajak Jim pergi ke t empat hiburan sewaktu dia tinggal di Inggris.
Tapi tetap saja Lee sangat mengagumi keindahan taman bermain yang ada di kota Seoul, lebih lagi ini baru kali pertama Lee jalan-jalan di kota Seoul karna sejak Lee tiba di kota Seoul Jim dan Una tak mengajaknya keluar dan hanya mengijinkan Lee bermain dirumah saja.
Narra dan Lee masuk begitu saja ke taman hiburan dan tak perlu mengantri seperti para pengunjung lainnya. Ada beberapa pengawal yang mengikuti Narra dari belakang, para pengawal itu sengaja menjaga jarah agar Lee dan Narra tidak merasa terganggu ataupun tertekan dengan kehadiran para pengawal itu. Karna tidak mungkin Jim membiarkan jagoan kecilnya keluar dari rumah tanpa membawa pengawal.
__ADS_1
Lee sangatlah gembira dan dia bermain banyak permainan hingga waktu menunjukkan pukul 12.00 Lee mulai merasa lapar karna sudah berjam-jam lamanya bermain bersama Narra. Narra sangatlah menyayangi Lee dan Narra menganggap Lee seperti keponakannya sendiri.
Lee duduk di bangku kosong yang ada di tengah-tengah taman bermain itu, "Bi, Lee mau pergi ke toilet!" Ucap Lee sembari menatap Narra yang ada disampingnya.
Melihat sekeliling, "Sayang di sana ada toilet Apakah perlu Bibi antar?" tanya Narra dengan wajah tak yakin dengan apa yang dia ucapkan barusan. Tentunya Narra merasa tak yakin karna tidak mungkin Narra masuk kedalam toilet cowok.
Beranjak berdiri dengan kasar, "Aku bukan anak kecil Bi!" Cetus Lee dengan wajah terlihat sangatlah kesal karna lagi-lagi Narra menganggapnya seperti anak kecil.
Selesai bicara Lee langsung berjalan menuju toilet yang tak jauh dari tempat Narra duduk. Para pengawal Jim hendak mengikuti Lee namun anak kecil itu menolaknya hingga para pengawal itu hanya bisa menatap Lee dari kejauhan saja.
Lee sudah keluar dari toilet, Tak sengaja Lee menabrak seseorang pria hingga dia hampir saja terjatuh.
Menatap kearah pria yang tak sengaja dia tabrak, "Maafkan aku paman," ucap Lee sembari membungkukkan badannya.
Lee menatap kearah pria yang dia tabrak itu adalah sang penguasa kota Seoul.
SELESAI BACA JANGAN LUPA VOTE YANG BANYAK YA ☺️☺️☺️☺️☺️
TINGALKAN JUGA LIKE DAN KOMENTAR KALIAN AGAR SAYA LEBIH SEMAKIN SEMANGAT LAGI UNTUK UPDATE TERATUR ☺️☺️☺️☺️
TINGGALKAN KRITIK DAN JUGA SARAN SUPAYA SAYA BISA MEMBUAT NOVEL YANG LEBIH BAGUS LAGI. SELAMA KRITIK DAN JUGA SARAN MASIH DALAM BATAS WAJAR DAN SOPAN MAKA SAYA SANGAT MENGAPRESIASI 😊😊😊
__ADS_1