
Usai bicara dengan Park, Lee langsung masuk kedalam ruangan
kamarnya. Ia melihat sang istri masih menunggunya hal itu terlihat dari
perempuan tersebut yang masih belum tidur dan sibuk memainkan ponselnya. Melihat suaminya yang melangkah mendekatinya Emil langsung menaruh ponsel yang
ia gunakan tadi di atas nakas dalam jangkauannya. Emil memperhatikan wajah suaminya yang terlihat marah, Lee memang tersenyum padanya namun hal itu tidak bisa menutupi kegelisahan dan juga emosi yang coba lelaki itu sembunyikan dari
dirinya.
“Sayang, ada apa?” tanya Emil sembari mengusap pelan lengan
suaminya ketika lelaki itu sudah berbaring disampingnya.
Lee menoleh kearah Emil dengan tersenyum, sebenarnya ia
__ADS_1
tidak mau menyembunyikan semua ini dari istrinya. Tapi jika mengingat Emil masih dalam masa penyembuhan pun ia tidak tega untuk mengungkapkan kebenaran
ini padanya dan lebih memilih berbohong saja agar kondisi istrinya stabil untuk menjaga dari segala hal kemungkinan. “Tidak ada masalah apa-apa, Park hanya
membuatku kesal saja,” bohong Lee sembari membaringkan tubuhnya. Ia merengkuh tubuh istrinya sembari mengatakan. “Aku tidak akan menyentuh kamu seperti
keinginan kamu-sampai hari malam pertama kita. Tapi biarkan aku tidur sembari memelukmu. Aku sangat mencintai kamu, Sayang,” imbuhnya sembari mengecup puncak kepala istrinya tercinta.
“Kamu berbohong,” ujar Emil kemudian.
Deg!
“Apa maksud dari ucapan kamu, Sayang?” tanya Lee dengan
helaan nafas yang sedikit tidak teratur karena gugup.
__ADS_1
“Aku sudah tahu semuanya, aku tahu apa yang kalian sembunyikan di belakangku. Apakah karena aku penyakitan jadi kalian semua takut
jika aku mati, ataukah karena kamu masih mencintai perempuan yang kamu tabrak di pinggir jalan waktu kita sedang lari pagi.” Emilia merasakan sesak di dadanya, ia sudah lama menahan untuk tidak sampai mengungkapkan kebenaran yang sudah ia ketahui sejak dari awal dia melihat ekspresi wajah Emil dan juga kedua papanya di pinggir jalan.
Emilia juga mendengarkan dengan sangat jelas perbincangan antara Narra dan juga Una di teras rumah sore hari itu. Emil diam-diam menangis dan menyuruh orang kepercayaannya untuk mencari tahu siapa perempuan tersebut dan dia pun sudah tahu semua masa lalu Lee, tapi dengan besar hati Emil masih diam berharap semua orang akan menceritakan kejadian itu padanya, tapi apa yang ia inginkan ternyata tidak terjadi semua orang malah menganggapnya seperti orang bodoh hingga mudah di kelabui.
"Kenapa kamu bicara seperti itu, Sayang," ujar Lee sembari mendudukkan tubuhnya.
Emil juga langsung ikut mendudukkan tubuhnya dengan tatapan tajam, air mata sudah menganak sungai di pelupuk matanya, bahkan tubuhnya juga gemetar menahan emosi.
"Natalie adalah cinta pertama kamu, dan dia juga wanita yang bertahun-tahun lamanya coba kamu cari." Hati Emilia seakan tertusuk benda tajam saat mengatakan kata-kata ini, dia begitu hancur-sakit tak berdarah itu yang ia rasakan sekarang.
Lee langsung mendekap tubuh Emilia ia menyesal karena tidak mengungkapkan semuanya lebih awal, Lee juga sangat paham betul kalau kini istrinya pasti sedang sakit hati padanya. Emil melepaskan pelukan suaminya dan menjaga jarak dengannya.
"Sayang, jangan marah seperti ini aku bisa menjelaskan semuanya," ujar Lee dengan nada suara lembut.
__ADS_1
"Jika kamu ingin menjelaskan, pasti sudah dari awal. Apakah karena kamu sudah bertemu dengannya lalu kau akan kembali padanya dan mencampakkan aku?" tanya Emil dengan nada suara yang gemetar.
Hai hai Nisa mau kasih tahu nih, kalau ada buku yang sudah siap open PO. kalian bisa chat ke wa 08993487562. kalian bisa tanya-tanya harga novel Hallo Musuh yang masih open PO ya. ceritanya di jamin seru loh dan kalian pasti suka.