Sang Penakluk 2

Sang Penakluk 2
Senyum Sendiri.


__ADS_3

Biasanya Lee selalu menjemput adiknya itu tepat waktu, Lee terlalu asyik berbincang dengan Natalie jadi dia lupa melihat jam tangannya dan sudah hampir setengah jam Park menunggu di depan gerbang sekolah sampai gadis itu bercucuran keringat karena terkena sengatan matahari yang semakin memanas dan membakar tubuhnya itu lihat itu Park masih cemberut di dalam mobil.


"Maaf Dek, Kak Lee tadi tidak melihat jam tangan jadi ya telat menjemput mu. Kan tidak setiap hari juga jangan cemberut gitu dong," bujuk Lee dengan mengacak-acak rambut Park sampai berantakan.


"Berhenti, aku tidak suka jika ada yang menyentuh rambut ku ini," gerutu Park dengan menepis tangan Lee yang masih berada di kepalannya itu. "belikan aku es cream dulu kalau mau aku tidak marah lagi,'' imbuh Park dengan melihat penjual es cream berada di pinggir jalan.


Lee segera menghentikan mobilnya dan segera membeli es cream rasa coklat tersebut kemudian dengan satu gula kapas kesukaan adiknya itu. Wlauapun Park tak meminta gula kapas tapi tetap saja Lee mengetahui jika sedang merajuk seperti sekarang Park akan cepat hilang ngambeknya jika gadis itu makan gula kapas dan juga es cream karena dua hal itu bisa membuat emosinya mencair seperti es cream, itu yang selalu Park ucapkan.


Lee selalu memanjakan adiknya lebih lagi Park marah itu semua karena kesalahannya sibuk bicara dengan Natalie sampai melupakan adiknya yang sedang menunggu di depan gerbang sekolah, sebenarnya Park menginginkkan supir namun Lee tak mengijinkan adiknya itu di antar supir karena dia juga masih kuliah namun Lee juga sering ikut Jhong ke perusahaan untuk belajar tentang bisnis dengan ayahnya itu.


Lee sudah masuk ke dalam mobil, dia segera memberikan gula kapas dan juga es cream pada Park. Setelah mengucapkan terimakasih Park segera memakan es tersebut dengan lahap bahkan dengan sesekali dia memakan gula kapas dalam waktu bersamaan Lee hanya bisa mengelengkan pelan kepalannya melihat apa yang di lakukan oleh adiknya itu, tapi Lee tak keberatan asalkan adiknya tidak merajuk lagi.


"Kak, apakah kau masih waras?" tanya Park saat melihat Lee senyum-senyum sendiri dengan pandangan mengarah ke jalanan. Ya sedari tadi Park memperhatikan Kakaknya itu yang sesekali tersenyum sendiri itu membuat Park heran karena tidak biasanya hal itu terjadi.


"Dek jaga ucapanmu itu!" Pria itu marah dengan wajah kelihatan serius menatap ke arah adiknya itu.


menarik salah satu alisnya, "Kak Lee sih dari tadi senyum-senyum sendiri seperti orang setengah," ledek Park dengan mengigit lidahnya menadakan jika dia separuh takut jika Lee akan marah.


"Sudah diam!" tandas Lee dengan lanjut fokus menatap ke arah jalanan.


Baru pertama kali Lee merasakan bahagia bahkan wajah Natalie menari-nari indah dalam benaknya dia seakan menemukan kehidupannya yang baru, dulu sebelum bertemu dengan Natalie, Lee selalu saja memasang wajah datar bahkan pria itu lebih terkesan tak memiliki hati pada satu wanita pun tapi semenjak bertemu dengan Natalie hidup Lee semakin berwarna dan juga dia semakin bersemangat bahkan saat dia berpisah dneygan Natlaie terlihat jelas rasa rindu yang menyelinap masuk ke dalam hatinya.

__ADS_1


          Malam Hari di rumah Natalie.


        Natalie  berasal dari inggris dan dia tinggal di sebuah rumah sederhana sebenarnya Natalie berasal dari keluarga kaya dia bisa saja menyewa hotel mewah saat kuliah di sana. Dan anehnya Natalie bersikeras kepada kedua orangtuanya jika dia akan kuliah di seoul padahal kedua orang tuannya sudah melarang hal tersebut dan menyuruh gadis itu kuliah di Amerika namun Natalie tidak mau menuruti keinginan kedua tuannya. bahkan Natalie mengancam akan berhenti kuliah jika sampai dia tidak di kabulkan keinginannya. Entaha apa yang membuat gadis itu bersikeras melanjutkan kuliah lebih awal.


Natalie tinggal dengan para pembantu rumahnya dia adalah gadis yang bisa di bilang manja karena apapun itu dari makan sampai membersihkan kamar Natalie selalu mengandalkan pelayan rumahnya dan lebih lagi dia sering kali bersikap kasar jika pelayan tersebut lalai dalam menjalankan tugasnya.


"Buang semua makanan ini! Aku tidak mau makan aku sedang tidak bersera makan," teriak Natalie dengan lantang dan langsung berlari masuk ke dalam kamarnya.


Padahal tadi Natalie sendiri yang meminta makan malam dengan ramen, namun setelah di buatkan malah dia marah-marah pelayan rumah itu hanya bisa diam dengan membereskan mejanya. itu adalah pelayan Papanya Natalie yang berasal dari inggris. Papa Natalie bernama Riko Robert seorang pembisnis yang bisa di bilang sukses di negarannya dan juga memiliki beberapa saham kecil di kota Seoul juga.


        London-Inggris.


        Gadis cantik yang sekarang genap berusia 10 tahun. Ya itu adalah Emilia Nan anak dari Jimmi nan dan juga Narra. Kehidupan mereka sangatlah bahagia dengan adanya Emilia bahkan kini kehidupan itu semakin sempurna saat Emilia sudah besar. Narra tidak berkerja lagi dia sibuk mengajari Emilia memasak namun anak seumurannya pasti sangat malas melakukan berkerjaan berat seperti itu tapi Narra tidak mau tau anaknya itu harus bisa memasak sendiri dan juga setelah dewasa nantik agar tidak sama seperti dirinya yang selalu merepotkan suaminya karena tidak bisa memasak saat awal menikah. Hasil dari didikan keras Narra pada Emilia sekarang gadis kecil itu bisa membuat nasi goreng sendiri dengan di dampingi oleh Narra tentunya.


     Pagi hari di rumah Jhong.


      Mereka semua sedang menikmati sarapan pagi mereka. Semua orang sedang sibuk menghabiskan makanan dalam piringnya itu namun Park yang merasa gerah jika melihat suasana meja makan yang sepi seperti kuburan seperti itu, Park segera membuat kegaduhan dengan pura-pura menjatuhkan sendok yang sedang dia pegang di lantai. Sontak Una, Jhong, Lee yang tadi sedang sibuk menatap piringnya dengan bersamaan mengarahkan pandangan mereka ke arah Park yang sekarang sedang mengambil sendok tersebut dari lantai.


"Maaf," ujarnya dengan mengigit lidahnya pelan.


"Kau selalu tak bisa diam, bahkan tak akan ada hari tanpa kau membuat kegaduhan lagi," gerutu Lee dengan menyentil pelan jidat Park.

__ADS_1


"Ma, kau tau tidak kemarin saat pulang sekolah di dalam mobil," belum selesai Park bicara Lee langsung menutup mulut adiknya itu dengan kedua tangan karena Lee tau kaliamat apa yang akan di ucapkan oleh adiknya itu. Park tak kekurangan akan anak itu langsung mengigit tangan Lee dengan sangat keras sehingga pria itu mengibaskan tangannya di udara karena merasakan nyeri di bagian pingiran tanganya yang di gigit oleh Park tadi.


"Ma, Pa. Kak Lee kemarin di dalam mobil senyum-senyum sendiri dengan menatap ke arah jalanan sepertinya dia sedang jatuh cinta," jelas park dengan senyum kelihatan usil tersungging dari bibir manisnya itu.


"Jangan percaya dengan bualannya itu Pa, Ma." Ujar Lee dengan wajah tersipu malu namun tangannya seakan hendak menjitak kepala Park, tapi gadis itu dengan sigap malah menghindarinya dengan gesit.


Una dan juga Jhong saling berpandangan enatah apa yang sedang mereka pikirkan saat itu namun sorot mata mereka seakan menyembunyikan sesuatu yang besar tapi entah apa hanya mereka berdua dan tuhan saja yang tau akan apa arti dari sorot mata mereka berdua saat ini.


       Di kampus.


      Lee berjalan masuk ke dalm sekolah dengan Andrew dan tak lama kemudian Natalie dan sahabatnya yang bernama Liza menghampiri mereka berdua entah apa maksud dari Natalie karena gadis itu selalu berusaha mencari cara untuk mendekati Lee. Mungkin saja Natalie mulai menyukai Lee pada pandangan pertama sama seperti Lee yang jatuh hati padanya saat pertama kali bertemu ya mungkin seperti itu. Bahkan Andrew dan juga Liza saling berbincang dengan sangat ramah keduanya memang sangat cepat akrab dan begitu juga dengan Lee dan Natalie.


     "Pagi Lee," sapa Natalie dengan menyibakkan anak rambutnya ke belakang kepala.


     "Pagi juga Natalie," balas Lee dengan singkat. Diam-diam Lee selalu memperhatikan Natalie dari belakang.


      "Lee apakah aku terlihat cantik hari ini?" tanya Natalie dengan senyum tersunging dari bibir manisnya yang seperti buah ceri sedang mereka berwarna merah.


    Jantung Lee semakin berdetak dengan sangat kencang saat Natalie melingkarkan tangannya di bahu pria itu dengan gaya manja, Lee merasakan ada yang aneh pada hatinya karena jantungnya biasa saja saat sebelum Natalie memegangi pundaknya tapi sekarang perasaaan pria itu terlihat sangat kacau dan juga dia sedang bimbang dengan apa yang di rasakan sekarang.


       "Lee, kenapa kau diam saja. Ayo lihat wajahku ini apakah kurang cantik," goda Natalie dengan mengerdipkan satu matanya dan melihat hal tersebut Lee semakin tersipu malu tak karuan bahkan dia mulai salah tinggkah melihat gadis cantik di sampingnya itu.

__ADS_1


      "Kau, cantik sekali," jawab Lee apa adanya dengan segera membuang pandangannya agar wanita tersebut tak melihat jika pria itu sedang snagat gugup akhibat apa yang dia lakukan barusan.


__ADS_2