
"Kau Bicara seperti ini hanya ingin membelanya saja kan!" Tandas Una dengan mata mulai terlihat berkaca-kaca.
"Aku mempunyai bukti rekaman saat Jhong membatalkan pernikahannya!" Senjoo bicara sembari memutar rekaman yang ada didalam ponselnya, rekaman pembatalan pernikahan Jhong back dengan Yera dihadapan banyak wartawan dan media masa. Bahkan sangat jelas terlihat didalam Vidio itu jika kedua orangtua Yera merasa malu yang teramat sangat sampai mereka tak berani mengangkat wajahnya dihadapan banyak orang.
"Aku melakukan kesalahan besar pada ya, apa yang harus aku lakukan?" Una bicara dengan tak bisa menahan air matanya. Bagaikan sebuah bendungan air yang runtuh dan air itu jatuh begitu derasnya bergantian membasahi kedua pipinya.
Senjoo tak tega melihat air mata Una jatuh, tapi apalah daya Una harus mengetahui tentang kenyataan ini agar kebenciannya pada Jhong sirna seketika.
Una menangis sesenggukan dia tak menyangka jika dia telah membenci orang yang salah! Senjoo memberikan tissue pada Una agar menyeka air matanya itu, Una pun mengambil tissue tersebut dan menyeka air matanya. Sangat terlihat jelas penyesalan dan rasa bimbang yang sedang berkecamuk dalam hati Una, sebuah kenyataan yang selalu dia hindari agar tak menggoyahkan hatinya yang masih mencintai mantan suaminya itu.
"Kenapa Jhong lebih membela Yera waktu aku berada dirumah sakit beberapa waktu yang lalu. Jhong lebih memilih mengantar Yera pulang dari pada menemani aku?" Tanya Una dengan suara sesenguka.
"Kamu salah faham! Jhong bukan mengantar Yera pulang namun dia hendak deportasi Yera dari kota ini. Kau lah yang salah faham padanya!" Jelas Senjoo sembari menatap kearah Una dengan wajah tidak tega melihat penyesalan, bimbang dan rasa bersalah yang terlihat dari sorot mata Una.
Ya Tuhan apa yang telah aku lakukan! Aku tidak seharusnya menyalahkan Jhong atas semua ini dan aku sangat malu bertemu dengannya. Sampai kapan aku bisa menghindarinya dari wilayah kekuasaannya ini dan aku sekarang sudah bersama dengan Jim aku juga tidak bisa mengabaikannya begitu saja karna dia telah membantuku dan Lee di masa sulit.
_ _ _ _
__ADS_1
Una dan Senjoo berada didalam mobil. Una tak bicara sepatah katapun dia terus menatap kearah jalanan dengan pandangan kosong entah apa yang sedang ada didalam pikirannya! Senjoo beberapa kali melihat kearah Una dengan pandangan sendu namun Senjoo tak menegur Una dia tau jika Una memerlukan waktu untuk bisa mencerna kata-katanya tadi.
"Una, dimana rumahmu?" Tanya Senjoo sembari melirik kearah Una sesaat dan kembali memfokuskan pandangannya menatap kearah jalanan yang terlihat dipenuhi kendaraan beroda empat itu.
"Aku tinggal dirumah ibu, aku mernofasi ya agar Lee merasa nyaman." Ucap Una tanpa sadar dia menyebutkan nama putra kesayangannya itu.
"Siapa Lee?" Tanya Senjoo dengan wajah kelihatan penasaran.
Aku harus tetap merahasiakan identitas Lee yang sebenarnya.
"Apa maksudmu?"
"Dia anak ku bersama pria brensek yang meninggalkanku saat hamil muda!" Jelas Una dengan suara terdengar geram.
Ketika Senjoo hendak menjawab ucapan Una tadi. Namum mobilnya terlah sampai didepan gerbang rumah Una dan terlihat scurity rumah tersebut segera membukakan gerbang tersebut untuk majikannya. Una menyuruh Senjoo mampir masuk kerumahnya namun pria itu menolaknya karna masih urusan lain.
Senjoo menurunkan Una didepan halaman rumahnya. Una masih melihat mobil Senjoo mulai pergi meninggalkan halaman rumahnya begitu juga dengan Senjoo dia masih melihat Una dari balik kaca spion.
__ADS_1
"Dorr! Mami lihat apa sih?" Tanya Lee sembari melihat kearah mobil Senjoo. Senjoo sempat mengehentikan mobilnya saat dia melihat Lee dari balik kaca spion namun akhirnya mobil Senjoo melesat cepat meninggalkan rumah Una.
"Sayang, jangan bikin mami kaget dong! Ayo kita masuk." Ujar Una sembari mengandeng tangan putranya masuk kedalam rumah.
"Sayang, apakah paman mu datang ke sini?"
"Tidak, Paman Jim bilang dia ada urusan di kota B dan seminggu lagi akan datang!" Ucap Lee sembari mengikuti Una menuju dapur.
"Sayang pergilah main! Mami akan masak makan malam untukmu."
"Baiklah!" Sahut Lee sembari menaiki kursi dan dia mengecup lembut pipi Una. Ya Lee masih sangat kecil jadi dia perlu usaha ekstra supaya bisa mengecup pipi mami cantiknya itu. Una balik mengecup pipi Lee dengan begitu gemasnya.
Lee berlari menuju kamarnya dan dia bermain dengan banyak mainannya disana.
Kediaman Jhong back.
"
__ADS_1