Sang Penakluk 2

Sang Penakluk 2
Bertemu Lagi.


__ADS_3

 


Lee melihat bidadari cantik yang berada di dalam mobil itu, namun sang wanita seakan terlihat sombong dan langsung membuang pandangannya sesaat setelah mereka saling berhadapan. Mobil yang di kemudikan oleh wanita cantik itu melesat bagaikan roket merajai jalanan yang sedang ramai siang hari itu. Lee mengemudikan mobilnya dengan santai karena dia tidak mau terburu\-buru sampai di tempat kuliahnya.



 


"Andrew," panggil Lee dengan berlari mendekati pria itu ya g berjalan di hadapannya. Mereka sedang berdiri di halaman kampus.


 


Memalingkan wajahnya menatap ke arah Lee, "Hei kawan kau baru sampai?" sapa Andrew balik sembari menjabat tangan Lee, dan pria itu langsung membalas jabatan tangan tersebut.


"Ya aku baru," Lee tak menyelesaikan kata\-katanya dia melihat ke arah wanita yang sedang berjalan mendahuluinya.


"Itu adalah wanita yang tadi hampir menabrak ku, tak ku sangka dia satu kampus denganku," gumam Lee dalam hati dengan terus menatap wanita cantik yang berambut pirang.


Andrew yang penasaran dengan apa yang di lihat oleh sahabatnya segera berbalik arah dan melihat wanita cantik yang dia ketahui namanya itu. Wanita berambut pirang dengan wajah yang cantik sempurna bahkan bibirnya berwarna merah seperti buah ceri yang sangat memanjakan mata para pria yang menatapnya.


Menyenggol lengan Lee dengan sikunya, "Namanya Natalie, kau suka dengannya," Andrew bicara dengan mengerutkan keningnya karena baru kali pertama ini dia melihat sahabatnya terkesima melihat seorang makmum tuhan yang paling seksi, yang biasanya di sebut wanita.


"Jangan bercanda aku tadi hampir di tabrak olehnya karena dia ngebut banget saat mengemudikan mobilnya," namun tak dapat di pungkiri jika Lee memang sedikit tertarik pada gadis cantik itu.


"Oh," sahut Andrew singkat dengan melanjutkan jalannya.

__ADS_1


Natalie ternyata juga murid baru di kampus itu, dan kelasnya persisi di sebelah kelas Lee.


 


Kantin.


 


Lee dan juga Andrew sedang menikmati makanan yang ada di piring mereka, Natali sedang celingukan dengan satu temannya. Wanita itu pasti sedang mencari tempat kosong untuk menyantap makanannya karena perutnya sudah terasa lapar. Nathalie melihat dua kursi kosong ada di samping Lee kemudian wanita itu segera mengarahkan kakinya mendekati Lee.


"Bisa kau geser ke sana," ujar Natalie dengan melirik ke kursi samping Lee. Natalie tidak suka berada di pojok dekat dengan dinding.


"Kau sedang memerintah ku!" jawab Lee.


Natalie yang tadi berada di dalam mobil tidak mengamati wajah Lee dari dalam mobilnya, kini wanita itu sedang berdiri dengan mengerutkan keningnya. Dia mulai tersenyum saat mengingat jika dia hampir menabrak mobil pria yang sedang menatapnya dengan dingin itu.


Berdecak kesal, "Wanita ini sangat menjengkelkan," gerutu Lee dalam hati dengan memindahkan piringnya ke hadapannya.


"Terimakasih," Natalie tersenyum manja dengan seulas senyuman yang sangat manis dan ****** membuat jantung Lee berdetak dengan sangat kencang.


 


Natalie sangat lahap memakan nasi yang ada di dalam piringnya itu dengan sekejap piring itu kosong melompong dan semua makanan yang ada di dalam piring itu sekejap habis dan berpindah ke dalam perut Natalie. Lee dan juga Andrew sampai menelan kasar ludahnya saat melihat hal tersebut.


Bagaimana mungkin seorang gadis cantik sepertinya bisa makan dengan sangat lahap seperti itu bahkan bisa di bilang sangat rakus. Namun sahabat Natalie santai saja melihat hal tersebut.

__ADS_1


 


 


 


"Kau rakus sekali, kau seorang wanita kan,". sindir Lee dengan melihat ke arah Natalie yang sedang menghabiskan satu gelas jus alpukat yang berwarna hijau.


menautkan kedua alisnya saat mendengar ucapan Jujur Lee, "Kau jangan menghinaku seperti itu. Aku sangat lapar itu wajar kan," Natalie mencoba membela diri.


"Hei, kau dari dulu memang rakus seperti itu kan," sindir sahabat Natalie yang bernama Liza dengan menjulurkan lidahnya.


Natalie menendang kaki Liza dari bawa meja sampai wanita itu kesakitan dengan mengigit bibirnya.


Mereka berempat saling berjabatan tangan dan berkenalan satu sama lain. dan keempat orang itu bicara dengan sangat akrab seperti sudah berteman sejak lama, Lee yang bisanya terlihat serius kali ini dia terlihat bisa tertawa lepas seperti Andrew sahabatnya.


Jika di lihat cara Natalie dan juga Lee yang saling curi pandang satu sama lain. Mereka berdua sepertinya sedang jatuh cinta pada pandangan pertama. Bahkan saat Lee saling beradu pandang dengan Natalie. Gadis itu terlihat tersipu malu dan segera menundukkan pandangannya.


.


Sore hari.



Seperti biasa sepulang kuliah Lee akan menjemput adiknya tercinta di sekolahnya. Park sudah menunggu di depan gerbang sekolahnya tak selang beberapa waktu mobil yang dikemudikan oleh Lee mulai terlihat dari kejauhan. Park memberengut dengan menutupi wajahnya dengan tas ranselnya karena tidak ingin wajah cantiknya terpapar sinar matahari secara langsung.

__ADS_1


 


"Lama sekali sih, ngak biasanya kak Lee seperti ini," gerutu Park dengan mendudukkan kasar bokongnya di kursi samping pengemudi


__ADS_2