
Setelah Lee tidur Una dan Jim berbincang-bincang di ruang tamu, terlihat wajah sedih Una semakin terpancar di wajahnya, Jim hanya bisa menatap Una dengan pandangan tak kalah sedihnya. Pria itu ingin sekali mengobati rasa sakit yang Una alami tapi apalah daya. Cinta Una begitu besar pada mantan suaminya hingga dia tak bisa membuka hatinya untuk pria lain, sekalipun untuk Jim yang selama ini menemaninya.
Air mata wanita cantik itu mulai membanjiri kedua pipinya bagaikan air sungai yang jatuh begitu derasnya dari tebing yang sangat tinggi. Wanita itu sesekali menyeka air matanya bergantian dikedua pipinya. Dia menangis tersedu-sedu mendadak rasa sakit yang begitu mendalam.
"Jim," ucapnya lirih. "maafkan aku yang belum bisa membuka hatiku untukmu, aku merasa malu sekaligus merasa bersalah padamu," terlihat air mata semakin membanjir kedua pipinya hingga membuat mata wanita itu mulai merah dan bengkak karena terlalu lama menangis.
Jim berdiri dari posisi duduknya dan ganti berlutut dihadapan Una, "apa yang kamu ucapkan Una? Jika kamu tidak bisa mencintai ku, maka anggaplah aku sebagai kakak mu," sahut Jim sembari menyeka air mata Hyouna dengan punggung tangannya.
Bagaimana mungkin kamu bisa mencintai ku sedalam itu Jim, bahkan aku saja tak bisa memberikan sedikitpun rasa bahagia untukmu apalagi memberikanmu cinta. Aku hanya fokus membahagiakan Lee. Kebahagiaan ku terletak padanya dan aku juga berterimakasih padamu karna kamu telah menjaga aku dan Lee selama ini, mulai hari ini aku akan belajar membuka hatiku untukmu. Aku akan melupakan Jhong back, karna sekarang dia pasti sudah hidup bahagia dengan Yera.
__ADS_1
Una memeluk tubuh kekar Jim dan menangis tersedu dipundaknya, "Mulai sekarang aku akan belajar mencintaimu Jim."
Mata Jim seketika terbuka lebar setelah mendengar ucapan yang dilontarkan oleh gadis pujaannya itu, Jim perlahan melepaskan pelukan Una, "Una! Apakah benar yang kamu katakan itu?" Tanya Jim dengan mata berbinar-binar seakan tak percaya dengan apa yang dia dengar barusan.
Una menyeka air matanya dia tersenyum tipis seakan memantapkan hatinya, "Ya, aku akan belajar mencintaimu, walaupun aku tau isi sangatlah terlambat tapi,"
Jim langsung memeluk tubuh Una tanpa memperdulikan ucap wanita itu yang belum selesai, "Sampai kapanpun tidak akan terlambat, aku akan menunggumu selamanya. Apa kamu tau betapa inginnya aku menjadikan Lee, anak ku," ucapnya terdengar lirih namun terlihat rona merah di pipinya, bukan rona merah karna marah namun karna rasa bahagia yang sangat jelas terpancar dari wajahnya.
_ _ _ _ _
__ADS_1
Pagi harinya terlihat sarapan sudah siap di meja makan, Lee, Una dan Jim sedang sibuk menghabiskan makanan di piring masing-masing.
"Mami, apakah kita akan dijemput oleh Tante Narra?" Tanya Lee sembari mengigit roti coklat yang ada ditangannya dan mengunyahnya perlahan.
Una tersenyum tipis, "Tentu saja sayang, karna Tante Narra sangat merindukanmu," ucap Una sembari mencubit pelan pipi Lee.
Lee berdiri dari posisi duduknya dan pindah kepangkuan Una, "Mami, aku sangat menyayangimu," ucapannya sembari mencium pipi Una dengan lembut.
Jim hanya tersenyum kecil melihat tingkah ibu dan anak itu, dia merasa sangat bahagia jika mengingat apa yang di ucapkan Una semalam, "Ayo kita berangkat ke bandara sekarang!" Ajak Jim sembari menaruh Lee didalam gendongannya.
__ADS_1
Una pun segera mengikuti langkah kaki Jim keluar rumah. Terlihat supir sudah berdiri didepan mobil, supir tersebut langsung membukukan badannya setelah pintu mobil terbuka, setelah majikanya itu masuk kedalam mobil supir tersebut ikut masuk kedalam mobil. menuju ke bandara yang ada didalam kota tersebut.
JANGAN LUPA TINGGAL LIKE DAN KOMENTAR AGAR SAYA LEBIH SEMAKIN SEMANGAT LAGI UNTUK UPDATE TERATUR ☺️☺️☺️