
Una menyuruh Lee untuk membawa Emil melihat kamar barunya yang sudah di siapkan sehari sebelum pernikahan itu berlangsung, awalnya Emil mau menolak permintaan dari Una namun karena Lee mengengam tangannya dengan begitu erat hingga gadis malang itu hanya bisa diam dengan memasang senyuman manis di wajahnya saat ini.
"Ma, Pa. Lee akan membawa Emil melihat rumah baru yang kalian belikan," Lee pamit pada semua orang yang ada di dalam ruangan itu.
Awalnya Park ingin ikut dengan Lee dan juga Emil namun sorot mata Una seakan tidak memperbolehkan wanita itu untuk melakukan apa yang dia inginkan, Park hanya bisa menuruti apa yang di inginkan oleh ibunya karena Lee dan juga Park pasti butuh waktu untuk bisa saling mengenal satu sama lain.
Lee dan juga Emilia Keluar dari ruangan itu dengan masih bergandengan tangan mereka juga memperlihatkan senyuman palsu di hadapan semua orang agar kedua orangtuanya merasa bahagia, walaupun kedua orangtua itu tau jika kedua pengantin hanya memaksakan senyuman di wajahnya saja agar mereka tidak merasa khawatir.
"Kak Lee lepaskan tanganmu, tanganku sakit," gerutu Emil setelah dia keluar dari ruangan itu. Jelas saja wanita itu marah karena Lee masih mengengam tangannya dengan erat.
Mata Lee menyapu lorong panjang rumah sakit begitu banyak orang yang lalu\-lalang di sana. Bahkan semua orang yang melintas di lorong panjang itu melihat ke arah keduanya yang masih mengenakan baju pengantin kedua orang itu terlihat begitu serasi yang satu cantik dan yang satunya lagi sangat tampan sungguh bisa membuat orang yang melihat nya merasa ikut bahagia.
"Kak Lee, apakah mau tidak dengan apa yang aku ucapkan barusan, tanganku sakit." Wanita itu semakin meninggikan cara bicaranya sampai semua orang yang sedang sibuk dengan apa yang mereka lakukan refleks menatap ke arah pengantin baru itu dengan wajah terheran\-heran.
Biasanya pengantin baru masih dalam suasana yang romantis dan juga masih dalam rangka menyambut kehidupan baru yang bahagia dengan pasangan mereka masing\-masing. Namun bukan itu yang terlihat dari Lee dan juga Emil saat ini.
Pengantin pria tidak memasang wajah bahagia sedikitpun malah Lee memasang wajah datar tanpa senyum sedangkan Emil terus mengoceh tanpa alasan yang jelas. Kira\-kira seperti itu arti dari sorot mata krnag yang tak sengaja melihat pertengkaran di antara mereka berdua.
__ADS_1
"Lihatlah semua orang sedang menatap ke arah kita! Bicara sekali lagi maka aku akan potong lidahmu itu." Lee bicara dengan senyuman tersungging dari bibirnya namun nada ancaman masih saja menjadi andalan pria itu untuk mengalahkan sikap kekanakan wanita yang baru beberapa menit yang lalu resmi menjadi istrinya.
"Huh!" ucap Emil dengan membuang pandangannya karena merasa kesal.
Lee menarik salah satu senyumannya karena merasa terhibur dengan apa yang wanita itu ucapkan barusan, Lee sangat senang saat dia melihat Emilia marah seolah ada kebahagiaan sendiri yang muncul dalam hatinya saat mengetahui hal tersebut.
Di parkiran.
Lee melihat ke arah sekeliling parkiran yang terlihat sepi hanya ada mobil yang berjajar rapi di hadapannya. Lee melepaskan genggaman tangannya pada Emil dan wanita itu langsung mengibaskan tangannya di udara karena terasa kram setelah Lee melepaskan genggaman tangannya.
Emil menekuk mukanya dia masih mengibaskan tangannya di udara dengan sesekali meniupnya dan wanita itu membuka pintu mobil kemudian menutupnya kembali dengan keras. Seolah Emil sedang menunjukkan jika dirinya marah dengan apa yang Lee lakukan barusan.
Lee tidak pernah bersikap baik pada Emil namun saat bersama dengan Park, pria itu berubah menjadi sangat lembut dan juga penuh perhatian. Emil juga begitu heran kenapa pria itu bisa membencinya padahal jika mengingat apa yang pernah di ceritakan oleh Jim tempo hari.
Lee adalah anak yang penyayang walaupun sikapnya sedikit dingin namun yang di lihat oleh Emil saat ini bukanlah sikapnya yang sedikit dingin namun sikap pria itu bahkan mampu mengalahkan dinginnya kulkas di dalam rumahnya. Di tambah lagi dengan wajahnya yang selalu menatap Emil tanpa senyuman sedikitpun itu semakin membuat Emil bergidik ngeri.
__ADS_1
*enak saja dia bilang jika aku tidak bisa bersikap lembut, lihat saja gadis kecil akan aku kerjain kamu*.
Lee masuk ke dalam mobil dan menutup pintu mobilnya tak lupa dia mengunci semua pintu yang ada di mobil itu. Lee melihat ke arah Emil yang masih menekuk mukanya dengan wajah wanita itu mengarah pada halaman parkir yang masih terlihat sunyi dan sepi tanpa ada satu orangpun yang melintas di sana.
Lee membelai rambut Emil dan mengarahkan anak rambut wanita itu di belakang telinganya dengan digerakkan yang begitu lembut sampai Emil merinding di buatnya.
Menepis tangan Lee yang masih berada di rambutnya, "Apa yang kau lakukan barusan?" tanya Emil dengan tatapan penuh selidik.
"Aku akan bersikap lembut padamu mulai sekarang kau mau di mulai dari mana dulu," Lee mencoba mengoda istrinya itu.
Menurut bagian dadanya degan tangannya karena dia takut jika pria itu akan . lecehkan bahkan wajah Emil yang tadi kelihatan cemberut sekarang mulai berubah menjadi ketakutan, dia mencoba membuka pintu yang berada di sampingnya namun percuma karena Lee sudah mengunci pintu itu dari tombol yang ada di hadapannya.
\*bagaimana ini bisa habis aku jika berdua dengan pria ini di dalam mobil, dia bisa membunuhku! Apa lagi selama ini dia bilang jika dia menginginkan lidahku. Ma pa kenapa kau nikahkan aku dengan pria psikopa\\*\\* sepertinya\*. w
raut wajah sedih jelas terlihat dari wajahnya.
"Yang mana dulu yang harus aku makan supaya kau mengerti jika aku seorang pria yang lembut juga penuh pengertian?" Lee kembali menggoda Emilia.
Mata Emil mulai terlihat berkaca\-kaca dan karena rasa takut yang saat ini menyelimuti tubuhnya dengan begitu kuat, gadis itu akhirnya mengeluarkan butiran kristal bening yang mulai menetes pelan membasahi pipinya.
"Kak, percaya padaku aku bisa memuaskan nafsu yang ada dalam dirimu setelah kita sampai rumah nantik," ucap Emil dengan tubuh bergetar ketakutan.
Menarik salah satu alisnya merasa ragu apa yang ada di dalam pikirannya sekarang apakah sama dengan apa yang sedang di pikirkan oleh Emil karena Lee sangat ragu dengan pikiran gadis kecil yang baru dia nikahi itu.
__ADS_1