Sang Penakluk 2

Sang Penakluk 2
Masih Perduli.


__ADS_3

Ternyata dia tidak perduli padaku, sudahlah ini juga semua salahku yang telah melakukan hal itu padanya, dia pasti ketakutan dengan apa yang aku lakukan tadi sebab papa Jimmy juga pernah bilang jika dia tidak pernah dekat dengan pria lain sebelumnya.


Lee masih menyesali apa yang dia lakukan sebelumnya, dengan rasa sedih yang tiba-tiba menghuni hatinya Emilia masuk kembali ke dalam dapur dengan membawa kotak p3k di tangannya.


Wajah Lee yang tadi kelihatan suram dan juga sangat malas dengan sekejap mulai berbunga-bunga saat melihat wajah cantik Emilia masuk lagi ke dapur.


Ternyata dia masih memperhatikan aku, dan aku tidak menyangka jika dia baik juga walaupun marah tapi masih perduli dengan orang lain. Aku sungguh kagum padanya entah mengapa aku mulai merasakan beruntung karena mendapatkan istri sepertinya. Dengan perlahan rasa cintaku padanya mulai menghilang setelah istri Kecilku ini hadir mewarnai hidupku yang suram.


"Terimakasih karena sudah mau mengobati lukaku ini," ucap Lee dengan menatap kearah Emilia yang berdiri di depannya saat ini.


"Hem," jawab Emilia singkat sembari mulai membersihkan luka di tangan suaminya itu dengan kapas yang lebih dulu di tuang dengan sedikit alkohol di dalamnya.


Lee baru menyadari jika, sangat tidak enak kalau kita berbicara dengan orang lain namun orang itu hanya menjawab dengan suara Hem saja. Lee tidak pernah menyadari sebelumnya jika selama ini orang yang berbicara dengannya juga merasa jengkel jika dia selalu menjawab dengan kata-kata yang di ucapkan oleh Emilia Tadi.


Sekarang Emilia sudah selesai membersihkan luka di tangan Lee dengan plester, "Sana pergi jangan merepotkan aku lagi," tukas Emilia sembari berjalan melanjutkan pekerjaannya sebelumnya membersihkan sayuran.


Pagi hari.


Lee hanya bisa diam dan pergi dari dapur tanpa menjawab apa yang di ucapkan oleh istrinya tadi. Emilia membuat makan malam sendiri. Setelah semua makanan itu selesai di buat dan sudah tertata dengan sangat rapi di atas meja. Wanita itu langsung memanggil Lee yang sedang duduk di ruang tamu.


"Kak, ayo makan." ucap Email sembari langsung berbalik arah dan meninggalkan Lee tanpa menunggu jawaban dari pria itu.

__ADS_1


Lee langsung mengalihkan pandangannya menatap ke asal suara yang berada di belakang punggungnya. Ketika dia hendak membuka mulutnya untuk menjawab ucapan istrinya, namun wanita itu sudah kembali pergi menjauh darinya.


Lee makan malam bersama Emilia, satupun dari mereka tidak ada yang berbicara hingga di dalam dapur itu hanya tersenyum dentingan garpu dan juga sendok yang saling bersentuhan dan memecahkan kesunyian di dalam dapur ini. Ingin sekali Lee membuka perbincangan namun dia takut jika wanita yang ada di hadapannya saat ini tidak mau menjawab apa yang dia ucapkan.


Dari pada harus merasa malu jadi Lee lebih memilih untuk diam dan tidak berbicara sampai makan malam itu selesai, setelah makan malam selesai Emilia langsung membersihkan meja makan tersebut.


Wanita itu menyimpan makanan yang masih tersisa di dalam kulkas dan segera membawa piring kotor yang ada di atas meja menuju wastafel untuk di cuci.


"Bisakah kita tidur satu ranjang malam hari ini?" tanya Lee sembari berdiri tak jauh dari posisi Emilia mencuci piring saat ini.


"Hem," jawab Emil dengan tidak menoleh. Lagi-lagi wanita itu hanya menjawab dengan kata-kata yang sama.


Jika saja yang berbicara seperti ini di hadapan Presdir Lee bukan Emilia, pasti pria itu akan menghukumnya dengan sangat kejam namun bagi Lee Emilia adalah pengecualian baginya.


Apa yang dia ucapkan barusan, dia sudah mau tidur denganku lagi. gumam Lee dalam hati dengan menahan tawa yang hendak keluar dari bibirnya.


"Tapi ingat jaga jarak!" tandas Emilia yang langsung membuat senyuman di bibir Lee lenyap seketika.


Sudahlah apa lagi yang mau aku harapkan dari gadis kecil ini, berada di sampingnya saja sudah membuatku bahagia. Gumam Lee dalam hati sembari pergi meninggalkan dapur dan masuk lebih dulu kedalam kamarnya.


Kamar Lee.

__ADS_1


Emilia sudah berdiri di depan pintu kamar itu, dia mengetuknya beberapa kali terlebih dahulu sebelum akhirnya mengarahkan tangannya kearah handle pintu. Pintu mulai terbuka perlahan Emilia melihat Lee sudah tertidur pulas di atas ranjang. Wanita itu masuk ke dalam kamar dan tidak lupa mengunci pintunya lagi.


Emil melihat ada guling yang sudah Lee taruh sebagai pembatas di antar tidur mereka. Emilia masuk ke dalam kamar mandi dan berganti baju tidur. Lee membuka sedikit matanya melihat jika istrinya sudah berada di dalam kamar mandi.


Pria itu dengan sengaja pura-pura tertidur, agar Emil tidak merasa canggung jika mengingat apa yang telah terjadi sebelumnya di dalam kamar ini. Saat handle pintu kamar mandi mulai bergerak, Lee kembali menutup matanya.


"Lihat itu wajahnya yang tanpa dosa, sangat menjengkelkan jika sedang tertidur," gerutu Emilia dengan nada suaranya pelan namun samar-samar pria itu masih bisa mendengarkan apa yang telah dia katakan.


Pagi hari.


Emilia membuka mata, dia melihat Lee sudah tidak ada di sampingnya. Emil mengerjap-ngerjapkan matanya mencoba menyesuaikan cahaya lampu yang masuk ke dalam kornea matanya.


Emil mulai mengarahkan pandangannya ke arah jam weker yang ada di atas nakas nya, jarum jam kecil sedang menunjukkan pukul 07 00. menandakan jika dia telat bangun pagi untuk menyiapkan sarapan. Emilia mengira jika Lee sudah berangkat kerja.


"Ya, tuhan aku lupa lagi belum membuka kado yang di berikan oleh Park kemarin," ucap Emila sembari menepuk jidatnya pelan.


Emil bergegas beranjak bangun dari posisi duduknya kemudian mengambil kotak hadiah yang di berikan oleh Park dari dalam lemarinya. Dengan membahwa kotak itu Emilia kembali mendudukkan tubuhnya di atas ranjang lagi. Emil membuka isi dari kotak hadiah adik iparnya itu.


Emilia langsung melotot tajam saat melihat beberapa macam dan juga warna lingerie yang sangat seksi di dalam kotak itu. Emil seakan tak percaya dengan bentuk hadiah yang di berikan oleh adik iparnya ini padanya. Lihat itu bulu kudu Emilia mulai berdiri saat ini setelah membayangkan dirinya yang mengenakan hadiah dari park.


"Apa ini, ya tuhan yang telah di berikan oleh Park padaku! Bagaimana mungkin dia berikan ku hadiah yang kurang bahan seperti ini." Wanita itu bicara dengan membuka satu lingerie di depan wajahnya.

__ADS_1


Tanpa di sangka Lee malah keluar dari kamar mandi sembari mengosok rambutnya yang masih basa dengan handuk berwarna putih berukuran kecil.


UPZZ. . APA YANG YANG ADA DI DALAM PIKIRAN LEE SAAT INI


__ADS_2