
Hyouna keluar dari kamar mandi, dan kini gantian Jhong yang masuk ke dalam kamar mandi. Hyouna sudah berganti baju dan dia akan turun ke bawah untuk menyiapkan sarapan pagi seperti biasanya. Park mencoba segala cara agar bisa menahan Mommy nya di dalam kamar. Karena rencananya Mata Hyouna akan di tutup saat berjalan kemudian Jhong dan Park mengajaknya turun dari tangga kemudian menuju meja makan. Karena di sana Lee sedang menyiapkan semuanya.
Park berdalih jika mau turun makan mereka harus menunggu Daddy-nya selesai mandi dulu, Una sangat yakin ada yang tidak beres yang sedang terjadi tapi dia menuruti saja apa yang di ucapkan anak gadisnya itu agar Park tidak merasa bersedih lagi.
*Baiklah akan aku turuti apa yang kau pinta sayang, aku tau kau sangat sedih jika mengingat kepergian Kak Lee. *gumam Una dalam hati dengan tersenyum lembut rambut Park.
Tak lama setelah keduanya berbincang-bincang Jhong segera keluar dari kamar mandi. Dia sudah berganti baju di dalam kamar mandi karena di luar ada Park. Saat Una hendak berjalan keluar dari kamar, Park segera menutup matanya dengan saputangan awalnya Una sempat menolak karena dia takut terjatuh saat menuruni anak tangga rumahnya namun Jhong dan juga Park berhasil meyakinkannya jika tidak akan terjadi apapun para wanita itu. Una percaya dan membiarkan dua orang yang dia sayang menuntunnya turun dari tangga perlahan saat Una hampir terjatuh Jhong dan Park segera memegangi tangan wanita itu dengan sangat erat.
Sedangkan di dalam dapur Lee sedang menyalakan dua kue ulang tahun yang ada di atas meja, Lee melihat Una mulai berjalan masuk dan mereka semua berhitung dengan jarinya tepat di hitungan ke tiga, Park melepaskan sapu tangan yang menutupi mata Una.
"Surprise!." Teriak ketiga orang itu dengan suara lantang.
Hyouna sangat bahagia sampai matanya berkaca-kaca setelah mendapatka kejutan yang sangat indah menurutnya. Park memberikan kado foto kedua orangtua Hyouna yang sudah meninggal berada di antara foto keluarga mereka, Una sangat bahagia dia sampai mengecup pipi putrinya itu berkali-kali. Jhong memberikan kado sebuah mobil mewah yang sangat di inginkan istrinya. Awalnya Una tidak mau membelinya karena itu pemborosan menutrutnya namun Jhong segera memesan mobil itu di hari ulang tahunnya. Una sangat bahagia menadaptan kado dari dua orang yang dia sayangi. Sekarang giliran Lee yang berdiri di hadapan wanita itu dengan senyum manis di bibirnya, Lee tidak membawa apapun itu namun Una memeluk anak lelakinya itu dengan sangat lembut.
"Mom, aku tidak memiliki kado yang istimewa untukmu," ujar Lee dengan raut wajah kelihatan bersedih.
"Sayang, apa yang barusan kau katakan itu tidaklah benar, kau pasti menyiapkan semua ini semalaman kan dan Mommy sangat bahagia akan usaha mu itu, Nak." sahut Una dengan mengecup pipi Lee dengan lembut.
"Aku akan melanjutkan kuliah di seoul." Pria itu berbisik tepat di telinga Una.
__ADS_1
Una seakan tak percaya dengan apa yang dia dengar barusan, sampai wanita itu tersenyum girang dan mengecup kembali pipi Lee. Una melihat ke arah Park dan juga suaminya dan kedua orang itu menganggukkan kepalannya. Una sangat bahagia karena dia tidak akan jauh dari kedua anaknya. Una dan Park memotong kue di atas meja dan saling menyuapi satu sama lain.
Dua minggu kemudian.
Anford University. Ini adalah kampus yang megah di kota Seoul. Ini hari pertama Lee masuk ke kampus dan dia sedang mencari sahabatnya yang bernama Andrew. Ya Andrew adalah sahabat baik Lee di sekolah menengah atas dan hanya pria itu saja yang kuliyah di tempat ini. Karena temannya lain banyak yang memilih melanjutkan kuliah mereka di luar negri.
"Lee," panggil Andrew dari kejauhan.
Lee yang sedang berdiri di depan halaman kampus yang sangat luas itu mendengar ada seorang pria yang samar-samar menyebut namanya dari belakang. Lee memutar tubuhnya melihat ke arah asal suara itu. Ternyata itu adalah Andrew sahabat baiknya yang sedari tadi sedang dia cari. Andrew berlari mendekati Lee. Lee hanya tersenyum melihat sahabatnya itu sedang mencoba mengatur nafasnya karena jarak mereka sangat jauh.
"Ini minumlah," ujar Lee setelah Andrew sudah berada di hadapannya dengan nafas yang tersengal-sengal. Tanpa babibu lagi. Andrew langsung meminum air yang di sodorkan oleh sahabatnya itu.
"Lee, lihatlah mereka sangat cantik apakah kau tidak tertarik dengan mereka?" tanya Andrew dengan wajah penasaran. Andrew pasti heran kenapa Lee selalu saja sibuk belajar dan terus belajar bahkan dia tak pernah berpacaran sebelumya.
"Ambil saja untukmu semua. Aku tidak tertarik," ujar Lee dengan melangkah masuk ke dalam kelasnya dan Andrew mengikutinya karena mereka satu kelas.
Malam Hari.
Lee sedang turun dari anak tangga dan Park melambaikan tangannya pada Lee. Lee menuruni anak tangga terakhir rumah itu dan segera mendekati Park yang sedang duduk di sofa ruang tengah. Park sangat manja dan Lee sangat menyayanginya. Lee akan melakukan apapun agar adiknya bahagia bahkan Lee tak akan pernah tega jika melihat Park sampai menangis ataupun ada yang mengganggunya di sekolah. Sebagai seorang Kakak yang baik Lee akan terus menasehati adiknya agar tidak terjerumus pergaulan bebas. Park memang masih berusia 10 tahun namun Lee sangat menyayanginya sehingga dia terus menasehati Park jika adiknya itu sedang mengalami masalah di sekolahnya bahkan Lee tak segan akan datang kemudian menyelesaikan permasalahan adiknya itu.
__ADS_1
"Kak Lee, duduk sini samping aku." Gadis itu menepuk ruang kosong di sampingnya.
"Ada apa, Dek?" tanya Lee setelah mendudukkan bokongnya di sofa.
"Kak, inikan hari pertamamu di kampus, apakah kau sudah tertarik pada gadis cantik di sana?" tanya Park dengan wajah kelihatan Kephoo," apakah mereka lebih cantik dariku!" imbuhnya dengan wajah kelihatan memberengut.
"Mereka sangat cantik bahkan kau terlihat sangat jelek jika di bandingkan dengan mereka," Goda pria itu pada adiknya. Park langsung memukul bahu Lee dengan kasar dan dia memberengut dengan membelakangi Lee. "pasti kau yang lebih cantik lah, Park kan adik Kakak satu-satunya jadi tidak akan ada satu wanitapun yang akan sanggup bersaing denga kecantika, adik ku ini." Pria itu bicara dengan mencubit kedua pipi PArk dengan gemas dari belakang.
"Kakak aku sangat menyayangimu," sambungnya dengan memeluk tubuh Lee dengan sangat erat.
Tak lama setelah itu Una dan juga Jhong turun dari anak tangga dan dia melihat kedua kakak beradik itu sedang berpelukan, Jhong dan Una sangat bahagia melihat keduannya kelihatan akur seperti sekarang karena biasanya mereka berdua akan bertengkar seperti tom and jerry dalam filem kartun.
Pagi hari.
Seperti biasa mereka semua makan bersama dan Park di naik mobil dengan Lee ke sekolah. Sedangkan Jhong dan Una mengendarai mobil sendiri-sendiri. Sebelum menuju kampusnya Lee mengantar Park lebih dulu ke sekolahnya. Di dalam mobil seperti biasa Park yang sangat cerewet terus bertaya tentang kampus Lee yang terkenal sangat megah dan juga mewah itu. Dengan malas Lee terus menjawab pertanyaan yang di berikan Park padannya. Hingga akhirnya Park tiba di sekolah, Lee menghela napas lega karena dia bisa lolos dari ceramah adiknya yang cerewet itu.
Park turun dari mobil dan Lee segera mengarahkan mobilnya menuju kampusnya namun di tengah jalan Lee hampir saja menyengol mobil yang berwarna Pink, jika di lihat dari mobil tersebut itu pastilah mobil seorang wanita jika di lihat dari warnanya. Lee langsung membunyikan klakson mobilnya beberapa kali mengisyaratkan jika orang yang di dalam mobil itu harus lebih berhati-hati dalam mengemudikan mobilnya.
Mobil berwarna pink itu mulai membuka kaca mobilnya saat Lee dan mobil itu saling berdampingan. Lee melihat gadis yang sangat cantik dari dalam mobil itu, tapi gadis itu tidak minta maaf malah menutup kembali pintu mobilnya kemudian mendahului mobil Lee.
__ADS_1