
Setelah memasukkan lingerie bermacam-macam warna itu ke dalam
tas belanjaan ya Park segera menyusul Emil menuju meja casier. Emil bertanya pada Park apa yang sedang dia beli namun wanita itu berbohong dengan mengataka bukan suatu hal yang penting, Emil menganggukan kepalanya dengan tidak bertanya lebih dalam lagi karena wanita itu tau mungkin saja Park membeli sesuatu yang rahasia sehingga calon adik iparnya itu tidak mau mengatakan padanya.
Lee segera mengerutkan keningnya saat melihat tagihan dari kartu kreditnya yang setara dengan lima bulan uang jajan Park, baju yang Park dan juga Emilia beli harganya
sangat mahal di tambah lagi mereka membeli banyak baju hampir 15 paper bag.
Park dan juga Emil diam sesaat saat mereka melihat wajah Lee sedang menatap
mereka seakan hendak menelan kedua wanita itu hidup-hidup. Emil yang sedang
ketahutan langsung bersenbunyi di belakang Park mencoba mencari perlindungan.
Park tersenyu evil dengan memingirkan tubuhnya sedikit sehingga Lee bisa
menatap Emil yang sedang bersenbunyi di belakangnya.
“Kak Lee, Emil yang tadi memintaku mengambil banyak barang,” ucap Park berbohong dengan mendorong Emil hingga tubuh wanita itu menabrak tubuh Lee.
“Hei bu. . bukan aku. Paling tepatnya kita berdua yang ingin berbelanja banyak hal,” Park langsung menganggukkan pelan kepalanya tanda jika dia setuju dengan apa yang di ucapkan oleh Emil barusan.
“Kita kan bentar lagi mau menikah jadi kau tidak boleh pelit kan sama uang jika untuk calon istimu,” Emil mencoba merayu Lee agar dirinya dan juga Park bisa lolos dari amarah pria itu.
Tubuh Emil sebenarnya gemetaran karena ini kali pertama dirinya mencoba merayu seorang pria, lebih lagi yang dia rayu sekarang ialah pria yang memiliki wajah datar
seperti manusia hidup tanpa ekspresi. Semua orang yang sedang berbelanja di
dalam butik tersebut menatap ke arah Lee dengan kagum karena pria itu tampan
dan juga banyak uang siapapun wanita tidak akan bisa mengalihkan pandangannya
dari Lee lebih lagi sikapnya yang dewasa semakin membuat semua wanita ingin
berada di sisinya, Bahkan Emil juga menyadari akan hal tersebut namun wanita
itu tidak memeperdulikannya karena mereka berdua menikah bukan atas dasar
cinta.
Mendekatkan bibirnya ke telinga Emil, “Jika mau merayuku nanti lakukan di malam pertama kita,” bisik Lee dengan suara pelan dan hembusan nafasnya seakan membuat bulu kuduk Emilia berdiri semua.
Seoul-korea.
Tanpa memberikan kabar terlebih dahulu, Jim dan juga Narra berkunjung ke rumah sakit di mana Jhong di rawat karena mereka
ingin memberikan surprise pada calon besan mereka, Jim dan juga Narra
__ADS_1
berangkat ke Seoul mengunakan pesawat pribadi mereka hingga tidak butuh waktu
lama mereka bisa sampai di kota itu.
Narra masuk ke dalam ruangan Jhong di rawat dirinya melihat Una sedang menyuapi suaminya dan kondisi Jhong kelihatan lebih sehat tak seperti sebelumnya, Una langsung
melotot kaget saat melihat siapa orang yang sudah masuk ke dalam ruangannya.
“Narra, Jim. Kalian berdua datang tanpa memberikan kami kabar terlebih dahulu,” sapa Una dengan menaruh mangkuk bubur yang sekarang sudah kosong itu ke laci kecil
samping ranjang.
Narra dan juga Una langsung berpelukan karena mereka berdua sangat merindukan satu sama lain, sedangkan Jim langsung mendekati Jhong dan mereka berdua berjabatan tangan.
“Bagaimana kabarmu Jhong?” tanya Jim dengan mendudukkan tubuhnya di kursi kosong yang tadi sempat di duduki oleh Una sedangkan Narra dan juga Una duduk di sofa yang tak jauh posisinya dari ranjang pasien.
“Kabarku semakin membaik, saat kau menerima lamaran untuk anakku,” balas Jhong apa adanya.
“Bahkan aku sangat bahagia saat kalian menghubungiku dan hendak menjodohkan kedua anak kita, dengan begitu kita akan menjadi sebuah keluarga besar,” sahut Narra dengan masih memegangi tangan Una.
“Bagaimana jika pernikahan kita percepat saja, lagi pula kan tidak akan melibatkan banyak tamu sebab Emil juga msih kuliahkan biarkan dia menyelesaikan kuliahnya dulu dan
kita akan mengadakan pesta yang megah untuk pernikahan mereka,” ucap Una dengan
wajah kelihatan antusias.
tertunduk sedih saat dia mengingat apa isi video yang Park kirim tadi padanya.
Narra dan Jim saling bertatapan sesaat seolah kedua orang itu sedang bertanya
secara ikatan batin kenapa wajah Una yang tadi kelihatan bahagia berubah menjadi
sedih sekarang. Jim dan Narra bersamaan mengankat kedua bahunya tanda jika
mereka berdua tidak mengerti.
“Una pasti bersedih tentang hal ini,” Jhong memberikan rekaman dalam ponselnya pada Jim.
Narra langsung berdiri dari posisi duduknya karena dirinya penasaran apa yang membuat wajah sahabatnya itu bersedih sekarang. Narra dan juga jIm melihat rekaman dari ponsel yang sedang dia pegang sekarang dan kedua orang itu sama-sama tertawa melihat Emil bertengkar dengan Lee, sebab Narra dan juga Jim tidak pernah
melihat jika Emil memiliki sisi pembangkang juga sebeb selama ini anaknya itu
selalu menunjukkan sikap lembut dan juga manja bahkan Emil tidak pernah
sekalipun membantah ucapan mereka berdua. Jhong dan juga Una kebingunggan
tentang arti dari tawa kedua sahabatnya itu.
__ADS_1
“Kenapa kalian tertawa?” tanya Una dengan ikut berdiri dari posisi duduknya.
“Lihatlah ini aku sampai kaget setelah melihat Emil bisa marah pada seseorang, karena selama ini dia selalu saja menjadi gadis manis yang tidak pernah melakukan sedikitpun kesalahan,” sahut Narra dengan memutar kembali video di ponsel tersebut.
“Benarkah itu? Berarti aku sangat beruntung karena bisa mendapatkan menantu sepertinya,” ucap Jhong dengan memegangi tangan Jim.
Dan mereka berdua sepakat jika pernikahan itu akan di percepat dan besok Emilia kan terbang ke seoul untuk
menikah dengan Lee tentu saja mereka tidak memberikan kabar dulu pada Emilia dan
juga Lee biarkan itu semua menjadi kejutan bagi keduanya. Karena Emil dan juga
Lee bisa bertengkar jika mengetahui pernikahan mereka akan di percepat beberapa hari. Tapi menurut kedua orang tua itu tidaklah masalah semakin cepat maka
semakin baik hal itu terjadi.
_ _ _ _
Startford Mall.
Emil dan juga Park pindah ke toko bikini yang sangat terkenal dan selalu menjadi incaran para wanita jika sedang berkunjung
ke dalam Mall tersebut, Lee menunggu di luar toko itu dengan menyandarkan
punggungnya di tiang besar penyangah Mall tersebu, Mata Lee menyapu seisi toko
di mana Emil dan juga Park berada tanpa sadar pria itu tersenyum tipis saat
melihat Emil menempelkan Braa berwarna hitam ke dalam gunung kembarnya itu. Dan
tanpa di suruh memory di dalam otak Lee kembali berputar dan teringat saat
gadis itu mengenakan Braa saja di dalam kamarnya tadi siang. Namun tawa Evil
seketika lenyap dari bibir pria itu saat dia melihat seorang pria yang
tiba-tiba menyentuh tanggan Emil, Lee bisa melihatnya dengan sangat jelas karena dinding toko tersebut terbuat dari kaca transparan yang bisa dengan muda terlihat dari luar toko.
SETELAH BACA
JANGAN LUPA VOTE YA KAKAK UNTUK MENDUKUNG NOVEL INI BISA MASUK PERINGKAT. DAN
JANGAN LUPA MAMPIR JUGA KE NOVEL KHAIRIN NISA YANG BERJUDUL, “Store of Julie.” CERITANYA NGAK KALAH SERU.
DAN FOLLOW IG
KHAIRIN_JUNIOR. KALIAN AKAN SAYA MENULIS DI PLAFORM MANA SAJA YA. SAYA AKAN BERTERIMA KASIH.
__ADS_1