Sang Penakluk 2

Sang Penakluk 2
Membangunkan Junior


__ADS_3

Lee yang sedang tersenyum langsung memasang wajah datar sembari menatap Emilia tajam, "Dalam mimpi saja aku tidak akan menceraikan mu," ucap Lee mantap tanda rasa ragu sedikitpun.


"Kenapa seperti itu, Kak Lee tidak mencintaiku?" tanya Emil dengan santai sembari melahap steak yang baru saja dia potong dadu.


"Cepat habiskan jangan banyak bicara, dan kita akan tidur bersama malam ini." Ucapan Lee terdengar seperti sebuah perintah.


Emil yang masih lugu langsung menutup tubuhnya, "Jangan sentuh aku," ucap Emil dengan siaga. Dia siap akan kabur jika sampai Lee berani macam-macam.


"Tidak akan, tapi aku tidak janji jika kamu menggoda aku nanti," ucap Lee santai dengan memasukkan satu potongan besar steak daging kedalam mulutnya.


"Aku nggak akan pernah melakukannya walaupun itu dalam mimpi sekalipun," ucap Emil dengan bergidik.


Emil dan juga Lee sudah selesai makan, setelah membersihkan piring kotor yang ada di meja makan mereka berdua naik ke lantai atas menuju ke kamarnya. Setelah di kamar Lee langsung melepas bajunya dengan begitu santainya sedangkan Emil yang tidak mengetahui akan hal tersebut membalikkan badannya. Emil langsung berteriak dengan membalikkan badannya lagi.


"Kek Lee tidak sopan sekali buka baju di hadapan wanita lain, kamu membuat mata suciku ini ternodai," gerutu Emilia dengan menaruh kedua tangannya di dada. Kini dia merasakan jantungnya yang berdetak cepat seperti hendak keluar dari tubuhnya, Emil tidak tahu kenapa hal ini bisa terjadi padanya. Mungkin saja karena dia kaget.


Lee tersenyum tipis melihat sikap istri kecilnya ini dan mulailah terpikir untuk menggoda istri kecilnya tersebut, Lee berjalan mendekati Emilia kemudian memeluknya dari belakang dengan masih bertelanjang dada.

__ADS_1


"Kamu sedang mencoba untuk menggoda aku, sayang," bisik Lee mesra di samping telinga Emilia dan hal tersebut mampu membuat Emil langsung merindingnya seketika.


"Kak Lee kamu jangan nakal, tadi sudah janji tidak akan menyentuh aku," gerutu Emilia.


"Tapi kamu sudah membangunkan sang Junior," ucap Lee dengan mengajak lidahnya menelusuri telinga Emil.


Emil yang tidak pernah di sentuh oleh pria lain merasakan semua bulu halus di tubuhnya berdiri, tubuhnya bagaikan terkenal sengatan listrik bertegangan tinggi. Emil hendak melepaskan dirinya namun tidak berhasil karena Lee semakin memeluknya dengan erat. Lee awalnya hanya berniat hendak menggoda Emilia namun tidak di sangka jika sang junior malah terpancing beneran.


"Junior_" Emil dia sejenak mencoba mencerna apa yang barusan dia ucapkan, Emil langsung membulatkan matanya dengan begitu sempurna ketika ia menyadari Junio yang di maksud oleh suaminya ini.


"Mesum, maniak psikopat! Jauhi aku, apakah karyawan kamu tahu jika CEO mereka ternyata pria mesum seperti ini," ucap Emil dengan melepaskan kedua tangan Lee yang masih melingkar di pinggangnya tapi masih juga tidak berhasil, tenaga Lee terlalu besar hingga membuat Emilia tidak bisa berkutik.


"Cukup kamu saja yang tahu," ucap Lee sembari mengajak tubuh Emilia menghadap dirinya.


"Sith! Roti sobek yang ada di hadapanku ini begitu indah sekali, bagaimana mungkin Tuhan bisa menciptakan pria sempurna seperti dirinya," tanpa sadar Emil membimbing jari tangannya untuk menyentuh dada bidang suaminya.


Emil fokus dengan dada bidang suaminya dengan masih mengerakkan pelan jari tangannya bermain-main di dada bidang Lee. Emil bahkan tidak sadar jika saat ini Lee sedang menatapnya intim. Emil juga pasti tidak sadar jika apa yang ia lakukan barusan memancing sang junior semakin bangun dari tidur panjangnya.

__ADS_1


"Apa kamu suka melihatnya?" tanya Lee sembari mengajak tangannya memegang dagu Emil hingga kini wanita itu menatapnya.


"Tidak bi. . .biasa saja," sahut Emil dengan membuang pandangannya dan semburat merah terlihat dengan jelas di kedua pipinya.


"Kamu tidak pandai berbohong," ucap Lee dengan berbisik di samping telinga Emilia. "bolehkah aku mencium kamu?" tanya Lee.


Lee pria normal jadi sangat wajar kalau ia begitu tergoda melihat wajah cantik Emilia apa lagi dengan sikapnya yang begitu mengemaskan sekali contohnya seperti saat ini.


Emil hanya diam tanpa menjawab dan Lee yang melihat hal tersebut, dengan perlahan mendekatkan wajahnya di wajah Emil sampai hembusan nafas keduanya saling beradu dan satu detik kemudian bibir keduanya saling menyatuh satu sama lain. Emil membuatnya matanya hendak mundur kebelakang namun Lee langsung memeluk pinggangnya dan satu tangannya lagi memegangi leher bagian belakang Emilia.


Emil hanya bisa diam membiarkan Lee menciumnya, Lee mengiring kaki Emilia menuju ke ranjang dan dengan dua kali tepukan tangan lampu di kamar Lee langsung padam sendiri. Emil terjatuh keatas ranjang, dengan sigap ia hendak berdiri dari posisi duduknya namun satu detik kemudian Lee sudah berada di atas tubuhnya.


Emil meneguk salivahnya sendiri dengan jantung yang berdetak semakin kencang dia tidak siap dengan apa yang akan terjadi setelah ini. Lee kembali mengulum bibir istrinya dengan gerakan lembut namun semakin lama tubuh pria itu terasa semakin panas membuatnya menginginkan hal yang lebih.


MANTAP NGGAK INI EPISODE JANGAN LUPA VOTE DAN JUGA KOMENTAR YANG BANYAK YA


. .

__ADS_1


__ADS_2