Sang Penakluk 2

Sang Penakluk 2
Ciuman Pertama


__ADS_3

Emil langsung mengusap jidat Lee yang memerah akhibat terbentur pintu kamar ini dengan berkata, “Aku sungguh tidak sengaja, apakah


kamu tidak papa?” tanya Emil dengan masih mengusap kening Lee dengan tangannya lembut.


     “Dia imut juga jika bersikap lembut seperti ini, tapi jika sikapnya bar-bar seperti biasanya itu sungguh menjengkelkan sekali,” batin Lee dengan menatap wajah istri kecilnya itu dari jarak yang sangat dekat.


    “Ayo masuk sini aku bantu berjalan,” ucap Emil dengan mengandeng Lee.


     “Sakit sekali kepalaku terasa pusing,” ucap Lee berbohong. Sebenarnya dia sangat suka melihat sikap Emil yang jinak seperti


sekarang hingga timbulah niat untuknya ingin mengerjai istri kecilnya tersebut kapan lagi Lee bisa menggoda Emil jika bukan sekarang.


     “Maaf, Kak Lee aku sungguh tidak sengaja tadi.” Emil membantu Lee untuk duduk di atas ranjang


dan pria itu kini sedang dalam posisi selonjoran dengan menyandarkan


punggungnya di ranjang itu.


      “Coba kamu cium keningku mungkin saja akan cepat sembuh,” ucap Lee sembari memegangi kepalanya dengan mata yang tertutup. Entah mengapa Lee ingin sekali dekat dengan Emil tidak seperti biasanya.


    “Eh, benarkah seperti itu, kenapa aku merasa ada hal yang aneh,” ucap Emil lirih dengan mencoba mencari kebenaran dari ucapan Lee tadi hingga suara Lee mulai menyelinap


masuk lagi kedalam gendang telinganya.


    “Sepertinya aku harus mengadukan apa yang kamu lakukan tadi pada kedua orangtua kamu,” ancam


Lee dengan membuka satu matanya mengintip kearah Emilia yang masih dalam posisi berdiri.


     “Ja. . .jangan lakukan itu, aku bisa habis di marahi oleh Mama dan juga Papa,” ucap emil dengan bergidik ngeri hanya dengan membayangkan hal tersebut.

__ADS_1


    “Cium aku sekarang agar rasa sakit ku ini hilang,” pinta Lee dengan menyandarkan kepalanya di ranjang.


    “Persetan dengan apa yang aku pikirkan, dari pada aku harus di marahi Mama dan juga Papa,


di suruh cium ya cium saja toh ini juga salah aku yang menutup pintu tanpa melihat kearah belakang,” batin Emil dengan mendekatkan wajahnya ke wajah Lee.


     Emil masih merasa ragu namun Lee langsung menarik tangannya hingga wanita itu duduk di atas


pangkuannya dengan kasar, Emil hendak berdiri dari posisi duduknya namun Lee segera memegangi pinggangnya dengan erat. Emil menatap Lee dengan mengerutkan keningnya namun tidak lama kemudian Lee mulai memegangi tengkuk Emil dan ciuman itupun terjadi. Lee mencium bibir mungil sang istri dengan gerakan lembut, Emil hendak berdiri dari posisi duduknya namun Lee masih memegangi pinggangnya dengan erat seolah pria itu tidak mau mengakhiri ciumannya ini.


Lee tidak pernah lepas kendali seperti ini kalau sedang bersama wanita lainnya, bahkan Rossa sekretarisnya saja tidak pernah mampu membuat Lee tergoda. Tapi entah mengapa Lee ingin sekali dekat dengan Emil, gadis kecil yang baru saja dia nikahi ini sungguh bisa membuatnya kebingungan sendiri dengan isi hatinya saat ini.


     Emil yang baru pertama kali berciuman merasakan jantungnya berdetak dengan sangat kencang


seperti hendak lompat dari tubuhnya, Emil menutup mulutnya rapat-rapat dengan mata yang terpejam ia tidak tahu harus melakukan apa hingga dirinya hanya bisa diam dan membiarkan saja apa yang dilakukan oleh suaminya ini hingga tangan Lee


mulai menyelinap masuk kedalam bajunya, merasakan hal itu Emil langsung tersadar dan melepaskan ciuman suaminya dengan kasar.


jatuh membasahi wajahnya saat ini.


Atmosfir didalam ruangan ini yang tadinya memancarkan hawa romantis kini mulai berubah menjadi horor, Emil merasakan dadanya sesak saat mendapati sikap Lee. Pria itu memang baik padanya walaupan sikapnya sangat angkuh dan juga dingin tapi dia masih belum bisa menerima Lee sepenuhnya.


     “Aku suami kamu,” ucap Lee dengan ikut berdiri dari posisi duduknya. Lee tidak bisa mengendalikan dirinya lagi karena juniornya sudah mulai mengeras namun ketika melihat tangisan Emil pria itu mulai tersadar jika memang seharusnya ia tidak melakukan


hal ini karena Emilia pasti masih belum siap lebih lagi istri kecilnya itu


sebelumnya belum pernah berpacaran dengan pria manapun.


      “Aku tidak mau melakukan hal itu tanpa cinta! Dan atas dasar apa kamu mengambil ciuman pertamaku?” tanya Emil disela-sela tangisannya.

__ADS_1


     “Aku suami kamu! Dan aku tidak perlu meminta ijin akan hal itu,” ucap Lee dengan berjalan mendekati Emilia.


     “Jangan mendekat, aku tidak mau kau sentuh dan mulai malam ini kita tidur di kamar masing-masing,”


ucap emil dengan berbalik arah.


    Namun yang tidak di sangka Lee justru memeganginya dari belakang dan langsung memeluknya dengan


berkata, “Maafkan aku, aku sungguh tidak bermaksud demikian hanya saja aku sulit mengendalikan diriku jika sedang bersama denganmu,” ucap Lee lirih.


       Melepaskan pelukan Lee dan menatapnya namun Emil masih memberikan jarak di antara mereka, “Apakah kamu mencintaiku?” tanya


Emil dengan pandangan nanar karena matanya tertutup oleh air mata.


     “Aku tidak tahu, tapi aku tidak suka kamu bersama pria lain,” ucap Lee jujur dengan wajah datar.


     “Tapi aku tidak mencintai kamu, dan sejak kecil aku hanya mengganggap kamu sebagai kakak saja, jangan dekati aku setelah ini! Bukankah kamu sendiri yang bilang jika kita menikah tanpa cinta.” Setelah bicara Emil langsung melangkah keluar dari ruangan kamar ini.


   Pagi hari.


    Lee bangun dari posisi tidurnya dan dia langsung menoleh kearah samping mencari keberadaan


istri kecilnya, Lee teringat kejadian semalam dan dia langsung beranjak bangkit dari atas ranjang kemudian berjalan keluar dari kamarnya, kini Lee sudah berada di lantai bawah ia segera mengetuk kamar Emil beberapa kali namun tidak ada


jawaban dan dengan perlahan Lee membuka pintu kamar tersebut namun ia melihat kamar Emil sudah rapi. Lee segera berjalan menuju dapur tapi lagi-lagi dia tidak melihat kehadiran Emilia, Lee melihat roti bakar dan satu cangkir kopi


yang sudah hampir dingin.


     “Kamu pasti masih marah kepadaku, tapi terimakasih karena masih membuatkan aku sarapan pagi,” ucap Lee dengan tersenyum lembut.

__ADS_1


SETELAH BACA JANGAN LUPA LIKE DAN JUGA KOMENTAR. IKUTI AKUN MANGATOON SAYA DAN JANGAN LUPA FOLLOW IG KHAIRIN_JUNIOR. LOVE YOU ALL KHAIRIN NISA


__ADS_2