
Lee dan Jim mengambil ancang-ancang untuk berlari dan setelah hitungan ke tiga mereka berdua lari begitu kencang. Lee berada di posisi depan dan tak lama kemudian Jim menyusulnya begitu seterusnya dan kedua orang itu berlari dengan sangat serius satupun dari mereka tak ada yang mau mengalah satu sama lain.
Minutes later.
Lee dan Jim berlari keluar dari halaman rumah Emilia kedua orang itu terlihat sangat lelah setelah berlari berputar beberapa blok. Mereka sekarang kembali masuk ke gerbang utama rumah Emilia Jim terlihat mulai kelelahan bahkan langkah pria paruh baya itu terlihat mulai perlahan sedangkan Lee masih terus berlari.
Lee melihat Emilia dan juga Narra sedang berada di teras rumah kedua orang itu langsung berdiri dari posisi duduknya setelah melihat Lee dan juga Jim kembali dari lari pagi, Emil terlihat mengeryitkan keningnya saat melihat Lee berhasil mendahului Papanya. Emil segera berlari mendekati Lee entah apa yang wanita itu lakukan karena tidak seperti biasanya gadis itu tersenyum manis seperti itu.
"Hei Kak Lee aku mau bicara denganmu," Ucap Emil dengan berdiri di depan Lee namun pria itu tak mengubris ucapan gadis cantik yang ada di hadapannya karena Lee harus bisa berlari sampai ke garis finis dengan begitu dia bisa memenangkan pertandingan ini. Namun Emil tak membiarkannya pergi begitu saja.
"Kak Lee jika kau tidak mau berhenti maka aku tidak mau menikah denganmu," ucap Emil dengan berlari di samping Lee. Trik itu berhasil dengan sempurna karena Lee mulai menghentikan langkahnya kemudian Lee menatap ke arah Email.
Jika sampai Emil tidak menikah dengannya maka Papa Lee akan sakit dan tidak memiliki semangat untuk hidup lagi. Kira-kira seperti itu arti dari sorot mata Lee saat ini.
Emilia mengerdipkan sebelah matanya pada Jim yang kini mulai berlari mendahului Lee karena pria itu sedang sibuk menatap Emil jadi tak menyadari jika Jim sudah memenangkan pertandingan lari pagi itu. Sedangkan Narra hanya bisa tersenyum menahan tawa di bibirnya karena Lee begitu mudah di tipu oleh anak gadisnya itu.
"Horeeee. . Papa menang lari pagi," Emil bersorak gembira dengan senyum manis di bibirna mata gadis itu melirik ke arah Jim yang sekarang memberikan satu jempolnya pada Emilia.
Lee baru menyadari jika dirinya sudah tertipu wajah polos Emilia, dengan santai tanpa dosa Emil hendak meninggalkan Lee sendiri di halaman rumahnya karena Narra dan juga Jim sudah masuk ke dalam rumah terlebih dahulu.
"Bocah, kau mau ke mana?" tanya Lee dengan meraih baju bagian belakang Emil sehingga gadis itu terpaksa menghentikan langkahnya dan menatap ke arah Lee dengan senyum manis di bibirnya hal itu membuat Lee menelan kasar Saliva nya.
__ADS_1
Haha lihat itu Lee bahkan sedang merasakan ada sesuatu yang aneh pada dirinya saat berada di dekat Emilia, Tanpa sadar Lee tersebut saat melihat senyuman manis Emilia seolah ada sesuatu hal dari gadis itu yang tanpa sadar bisa meluluhkan sikap dingin Lee.
.
Tak lama saat mereka saling beradu pandang. Narra memangil mereka untuk segera sarapan bersama, Emil menjulurkan lidahnya sebelum meninggalkan Lee begitu saja yang hanya bisa memandang punggungnya semakin menjauh darinya.
Meja Makan rumah Emilia.
Lee dan juga Emil duduk saling berhadapan, Emil tak mau menatap Lee sedikitpun sedangkan Lee masih saja memasang wajah datar tanpa senyum sedikitpun sedangkan Jim bingung melihat sikap kedua orang itu. Hingga Narra mulai perbincangan di pagi hari itu dan memecahkan kesunyian di meja makan tersebut.
"Lee kelak kau harus sabar menghadapi sikap Emil yang cerewet dan juga manja." Mendengar apa yang di ucapkan oleh Narra barusan Emilia langsung tersedak saat sedang makan.
"Diam kau!" ucap wanita itu dengan menggerutu kesal.
"Sayang dia calon suamimu mana boleh kamu bicara seperti itu!" Jim menatap ke arah Emil dengan sorot mata tak bisa di bantah ucapanya.
"Maafkan aku Kak Lee," ucap Emil dengan suara separuh tertahan di tenggorokannya. Lee hanya menjawab dengan menarik salah satu senyumannya tanda jika pria itu merasa puas dengan wajah ketakutan yang terlihat dari gadis di hadapannya itu.
"Saya akan bisa menjaga Emilia, Tante dan juga Om tidak usah khawatir percayalah padaku," jelas Lee dengan melirik ke arah Emil dengan sorot mata membunuh.
Pria ini begitu menyebalkan dia bicara begitu manis pada papa dan juga Mama tapi kenapa sorot matanya seakan dia hendak memberikanku sebuah peringatan kenapa buku kudukku bisa berdiri seperti ini. Gumam Emilia dalam hati dengan menundukkan pandangan.
Seoul-Korea.
Park dan juga Una sedang menunggu Jhong yang sedang tertidur di ranjang pasien. Pria itu habis mendapatkan suntikan dari dokter dan karena terkena efek obat yang di masukan melalui suntikan tadi Jhong bisa tertidur agar tidak merasakan sakit di tubuhnya sedangkan Park segera mengajak Una untuk berbicara di luar ruangan itu agar tak menganggu Papanya yang sedang beristirahat.
__ADS_1
Di luar ruangan Jhong di rawat.
"Ma, apakah Kak Lee akan pulang hari ini?" tanya Park dengan wajah kelihatan antusias mendapatkan jawaban dari ibundanya itu.
"Rencananya hari ini Kak Lee akan pulang ke Seoul. Ada apa sayang? Kau sudah merindukannya?" tanya Una dengan mengusap puncak kepala anaknya itu dengan lembut.
Memasang wajah memelas sebelum bicara, "Ma bolehkah aku menyusul Kak Lee ke Inggris karena aku sudah lama tidak pergi berlibur ke sana semenjak Papa sakit satu tahun yang lalu," ucap Park dengan memeluk tubuh Una dengan sangat lembut.
"Kak Lee pasti tidak akan mau menginap di sana lagi sayang, kau tau kan jika kemarin saja Kak Lee terpaksa mau meninggalkan pekerjaannya." Ucap wanita itu dengan mencoba mengingatkan menjadi yang telah terjadi sebelum keberangkatan Lee.
Lee memang tidak membantah perintah Una di pagi hari itu namun sangat jelas terlihat jika Lee sebenarnya merasa keberatan dengan apa yang di perintahkan oleh Una hanya saja Lee tak mau semakin membuat Una cemas dengan penolakannya nanti.
"Ma, kau tau sendiri kan jika Kak Lee sangat menyayangiku dan dia selalu saja menuruti dengan apa yang aku katakan. Kak Lee akan cemas jika aku bersedih," Park mencoba meyakinkan Una untuk mengiyakan keinginannya itu.
"Apa kau yakin bisa membujuk Kak Lee?" tanya Una memastikan apa yang di ucapkan anaknya tadi adalah benar.
"Tentu saja, terimakasih Mama." Sahut gadis itu dengan mengecup pipi Una.
APAKAH LEE AKAN MAU TETAP TINGGAL DI RUMAH EMILIA SAMPAI HARI PERNIKAHAN MEREKA NANTIK. TERUS BACA KELANJUTAN CERITANYA BIAR TAU CERITA SERU MEREKA SETELAH MENIKAH NANTI.
__ADS_1
JANGAN LUPA MAMPIR KE NOVEL BARU KHAIRIN NISA YANG TERBIT DI ******* YA. CERITANYA SEORANG GADIS YATIM PIATU YANG TINGGAL DI PANTI ASUHAN SEJAK KECIL DAN MENIKAH DENGAN SEORANG PRIA YANG TELAH DIA SELAMATKAN SATU TAHUN YANG LALU . . MAMPIR YUKS DAN IKUTI AKU ******* KHAIRIN NISA JUGA YA