Sang Penakluk 2

Sang Penakluk 2
Dia Membeli Gula Kapas.


__ADS_3

                 Selama di dalam mobil Emil terus saja berpikir tentang hidupnya setelah hari ini karena dia selalu saja takut jika melihat sorot


mata Lee yang seakan-akan ingin sekali mencabik-cabik tubuhnya hingga mencari


serpihan yang sangat kecil, Emil masih berpikir bagaimana cara untuk membuat


pria itu terpenuhi hasratnya entah apa yang sedang ada di dalam pikiran wanita


cantik, polos  yang masih duduk dengan


menatap kearah jalanan dari mobil yang terus melaju semakin kencang.


      “Kak Lee bisakah kau hentikan mobilnya sebentar,” ucap Emil dengan matanya terus menatap keluar jendela mobil yang di kemudikan oleh Lee.


       “Kau mau kabur?” tanya Lee dengan menyipitkan matanya saat berbicara pada Emil.


          Pria itu menatap ke wajah Emil dengan penuh selidik saat istri kecilnya itu mulai


menatap ke arahnya saat ini, Lee tidak menemukan apapun di wajah polos istrinya


itu hingga membuat Lee bertanya-tanya dalam hati apa yang akan di lakukan oleh


istrinya setelah keluar dari dalam mobil apakah wanita itu akan kabur dan lari


menjauh darinya. Dan jika sampai itu terjadi apa yang harus Lee katakan pada


kedua mertua dan orangtua kandungnya nanti mereka pasti akan memarahinya


karena lalai dalam menjaga istinya sendiri.


        “Percayalah aku tidak akan kabur tapi bisakan kau berikan uang padaku, aku ingin membeli sesuatu yang sangat manis seperti senyumanku ini,” ucap Emil dengan tersenyum manis dengan menatap kearah Lee namun sedetik kemudian wanita itu langsung mengalihkan pandangannya karena dia begitu ngeri jika melihat sorot mata tajam


pria itu mampu membuat nyali Emilia menciut dengan sendirinya.


       Tanpa bicara Lee mengarahkan tangannya di kantung celana hitam yang dia pakai dan dia mengambil dompet kulit asli yang berwarna hitam dari saku celana hitamnya, Lee mengeluarkan beberapa lembar uang kemudian memberikannya pada Emilia yang langsung menerimanya tanpa sungkan, namun Emil mengembalikan tiga lembar uang yang di berikan Lee padanya karena itu terlalu banyak.


           Dasar gadis bodoh di kasih banyak uang malah di kembalikan lagi dia cuman ambil satu lembar saja, bukankan setiap wanita menginginkan banyak uang untuk memenuhi kebutuhannya tapi kenapa dia


berbeda.  Gumam Lee dalam hati dengan


menatap kearah Emil yang sudah mulai turun dari mobil.

__ADS_1


       Wanita itu mengangkat gaun pengantinya agar tidak terkena jalanan aspal yang dia lewati, dia bahkan kerepotan mengangkat gaun pengantinya yang bentuknya seperti gaun yang biasanya sering digunakan princess di negri dongeng. Semua orang yang berlalu lalang menatap kearah Emilia dengan


wajah kagum akan kecantikan gadis itu yang membuat banyak pria betah untuk


menatap wajah cantiknya.  Emil tidak


perduli jika banyak mata yang menatapnya saat ini dia terus melanjutkan niatnya


untuk membeli apa yang dia inginkan. Emil menghirup aroma gula kapas yang


rasanya begitu manis dan mampu menenagkan perasaa takut akan pria yang masihnmenunggunya di dalam mobil dengan masih tak bergeming menatapnya saat ini.


         Mata emilnberbinar-binar saat dia melihta gula kapas yang berbagai macam bentuk ada yangnberbentuk bunga dan masih banyak bentuk lainnya dengan warna gula kapas merah, kuning, hijau seakan membuat Emilia tidak tahan untuk menikmatinya bahkan dia menelan


salivanya dengan membayangkan gula kapas yang saat ini ada di hadapanya.


      “Nona mau beli yang bentuk apa?” tanya penjual gula kapas itu dengan masih mencoba membentuk gula kapas yang berbentuk mawar merah yang ada di tangannya.


       “Saya mau mawarnmerah yang sedang anda buat sekarang,” ucap Emil dengan memberikan uang yang ada di tangannya pada penjual gula kapas itu.


       “Mau ambil berapa?” tanya penjual gula kapas itu lagi.


memakan gula kapas yang di belikan oleh Emil. Penjual gula kapas itu sudah


selesai membentuk gula kapas yang di pesan oleh Emilia, Emil segera menerimanya


dengan senyum terbit di bibirnya. Dia kembali masuk ke dalam mobil dengan


sesekali mencium aroma manis dari gula kapas itu. Lee masih tidak bergeming


menatap kearah pengantinya dengan senyum tipis di bibirnya mungkin dia


sedikit terhibur dengan sikap Emil yang terlihat polos dan juga lugu bahkan apa


yang di sukai oleh gadis itu sama persis dengan apa yang di sue


          Mungkin karena usia mereka sama, namun bedanya Park sering bergonta-ganti pacar sedangkan Emil belum pernah berpacaran sama sekali, Lee sangat beruntung karenabdia bisa menikahi wanita polos dan juga lugu seperti Emilia semoga saja kehidupan rumah tangga yang baru saja mereka jalani terhindar dari cobaan


besar.


        “Kak, Lee ini uang kembaliannya tadi kau memberikannya terlalu banyak,” ujar Emil dengan memberikan beberapa lembar uang pada Lee dan pria itu mengambilnya dengan mengerutkan jidatnya.

__ADS_1


    “Kau menyuruhku berhenti hanya untuk membeli makanan sampa,”


      Belum selesai Lee melanjutkan ucapanya Emil sudah memasukkan gula kapas itu ke dalam mulut Lee, mungkin wanita itu mulai bosa mendengarkan Lee selalu saja menyalahkan dirinya akan apa saja yang dia lakukan, Lee merasakan gula kapas yang begitu lembut seakan pecah di mulutnya tanpa di kunyah pria itu menelannya dengan menyipitkan matanya menatap ke arah pengantinnya.


Karena takut dengan tatapan sinis pria itu Emil segera membelakanginya dan kembali menatap ke arah jalanan dari jendela mobil yang ada di sampingnya. Lee kembali menyalakan mesin mobilnya dan melanjutkan perjalanan mereka.



30, menit kemudian.



Mobil yang di kemudian oleh Lee mulai masuk ke dalam komplek perumahan, Emil sudah terbiasa dengan suasananya tenang dan juga sejuk seperti sekarang. Jantungnya semakin berdetak kencang saat membayangkan jika dia akan berada di dalam rumah hanya berdua saja dengan pria yang selalu saja mengancam dirinya. Lee mulai mengarahkan mobilnya memasuki halaman rumah berlantai satu dengan desain khas kota Korea.



Emil pura\-pura memejamkan matanya karena dia tidak ingin turun dari dalam mobil dan masuk ke dalam rumah itu berdua dengan suaminya. Padahal biasanya suami istri akan mendambakan berdua di rumah dengan melakukan banyak hal yang bisa mereka lakukan namun Emil malah ketakutan sampai dia pura\-pura tertidur di kursi mobil.



Lee menahan senyumnya karena melihat sikap kekanak\-kanakan yang wanita itu lakukan sekarang, jika di lihat dari senyuman evil yang tersungging di bibir pria seperti dia akan menggoda Emilia untuk yang beneran kali.



"Kenapa bisa ada asap di dalam mobil ini." Pria itu bicara dengan nada suara lantang seolah apa yang sedang dia ucapkan saat ini benar adanya.



*Apa yang dia bilang barusan di mobil ini ada asap, bagaimana ini bisa mati terpangang aku di dalam mobil ini karena pria seperti dirinya pasti akan menyelamatkan dirinya sendiri tanpa memperdulikan aku sedikitpun*. gumam Emil dalam hati dengan guratan di keningnya mulai terlihat menandakan jika dia sedang cemas.



"Wanita ini sedang tidur, aku tinggal saja!" goda Lee dengan pura\-pura membuka pintu mobilnya. Dan pria itu berlagak seperti dia sudah berada di dalam mobil.



"Kurang ajar dia meninggalkan aku?" gerutu Emil dengan langsung menarik punggungnya dari kursi mobil.



Karena bingung bercampur kaget, Emil tidak menyadari jika Lee masih berada di dalam mobil itu, Lee menarik tangan Emilia saat wanita itu hendak keluar dari dalam mobil. .

__ADS_1


__ADS_2