Sang Penakluk 2

Sang Penakluk 2
Mulai Jatuh Cinta.


__ADS_3

       Lee berjalan menuju salah satu ruangan yang paling besar di perusahaan itu, Emilia masuk ke dalam kantor dan matanya langsung takjub melihat permandangan dari atas gedung pencakar langit itu ya walaupun permandangan di kantor ayahnya juga sama tapi tetap saja rasa kagum akan apa yang di lihat oleh gadis itu tidak berkurang sedikitpun.


  Lee melirik kearah Emilia dan langsung memeluk tubuh kurus gadis yang ada di hadapannya dari arah, entah ala yang sedang Lee pikirkan saat ini namun dia sangat ingin memeluk tubuh kurus wanita yang ada di hadapannya saat ini. Lee memeluk Emilia dari belakang, melihat akan hal itu Emilia sontak kaget dan langsung mumukul tubuh kekar suaminya dengan kasar wanita itu berbalik arah dan langsung melotot tajam melihat kearah Lee yang sekarang sedang meringis kesakitan sembari tanganya memegangi perutnya yang sekarang mulai terasa nyeri.



 “Apa yang kau lakukan Kak Lee, kau berani sekali menyentuhku aku tidak suka,” ucap Emilia dengan wajah kelihatan pucat pias. Wanita itu pasti tidak pernah menyangka jika Lee akan tiba-tiba meluknya seperti saat ini.


  . Dia dekat dengan wanita itu tapi malah sok-sokan mendekati aku kau piker kau bodoh apa tidak bisa melihat wanita itu begitu berharap padamu ingin sekali aku tampar wajah tante itu sampai memerah tadi namun aku takut hal tersebut bisa merusak reputasi mu di dalam perusahaan ini. Gumam Emilia dalam hati dengan mendengus kesal.


 “Sakit, auch perutku sakit sekali aku merasa seakan sedang kesulitan bernafas sepertinya aku akan meninggal


karena merasakan sakit di perut,” Lee meringis kesakitan sembari masih memegangi perutnya dengan kedua tangan.


Melihat akan hal itu Emilia langsung panik dia pasti takut jika sampai sesuatu terjadi pada suaminya maka dia bisa masuk penjara karena  melakukan tindakan kekerasan. Emilia membayangkan hidupnya dan juga masa depannya yang indah akan hilang saat dia masuk ke dalam penjara dan semua itu hanya karena dia menolak di peluk oleh suaminya tiba-tiba ada rasa menyesal yang di rasakan oleh Emilia saat dia


melihat Lee kesakitan sampai seperti ini.


“Kak Lee aku sungguh tidak bermaksud menyakitimu sini biar aku bantu kamu duduk di sofa,” Emilia bicara dengan langsung menaruh tangan pria itu di bahunya kemudian membantu Lee duduk di sofa yang ada di dalam ruangan itu dengan gerakan sangat hati-hati karena takut membuat rasa nyeri di perut suaminya semakin bertambah.



 Ya tuhan, dia sangat lucu sekali dan juga imut jika sedang ketakutan seperti ini entah mengapa setiap kali aku menggodanya dia selalu saja menunjukkan wajah lucu seperti ini aku mulai jatuh hati padanya ini sangat aneh. Aku tidak pernah berpikir jika


aku bisa jatuh cinta pada seorang wanita dengan secepat ini, sedangkan aku


menghabiskan 7 tahun hanya untuk menunggu seorang wanita yang entah bagaimana kabarnya! Aku selalu percaya padanya dan tidak pernah mencoba mencari tau akan kabarnya! Bahkan sekalipun wanita itu tidak pernah menghubungi aku. Gumam Lee dalam hati dengan diam-diam memandang wajah cantik Emilia yang sekarang mulai kelihatan sangat panik.


Emilia dengan penuh perhatian mengambilkan air putih di dalam gelas kemudian memberikannya pada Lee dengan perlahan, jantung Lee mulai berdetak dengan sangat cepat seolah mau keluar dari tubuhnya, karena berada di jarak yang sangat dekat seperti ini membuat Lee semakin tidak bisa menyembunyikan perasaanya pada Emilia ingin sekali pria itu memeluk tubuh

__ADS_1


wanita yang ada di sampingan namun dia tidak berani takut Emil marah lagi.


“Kak lee apa perlu aku panggil dokter?” tanya Emilia dengan wajah menatap kearah Lee dengan penuh tanda tanya. Emil melihat rona merah mulai terlihat di pipi suaminya dia mengira jika Lee pasti sedang menahan rasa


sakit.


 “Tidak perlu istirahat sebentar saja nantik sudah baikan lagi,” ucap Lee dengan menatap bola mata indah berwarna hitam milik Emilia. Namun yang tidak Emilia ketahui ialah jika rona merah di pipi Lee bukan karena dia menahan rasa sakit namun karena


dia mulai merasa cinta sedang bermain dengan sangat indah di dalam hatinya saat ini.


  Tiba-tiba memeluk Lee dengan sangat lembut, “Kak Lee maafkan aku, aku sungguh tidak sengaja melakukannya kau harus percaya padaku ya.” Ucap Emilia dengan nada suara terdengar bersungguh-sungguh.


“Kau mengkhawatirkan aku?” tanya Lee sembari mengambil dagu wanita itu dengan dua jari tangannya.



Untuk sesaat pandangan mereka saling beradu suasana romantis mulai tercipta di dalam ruangan itu tali tidak lama setelahnya Emilia mulai membuka mulutnya untuk bicara.



melepaskan pelukannya pada Lee.


Menepuk pelan jidatnya, “Kenapa aku tidak bisa menebak pikiran gadis ini dia sungguh menjengkelkan,” gumam Lee dalam hati dengan beranjak berdiri perlahan dari posisi duduknya.



“Kak Lee kau mau kemana katanya perutmu masih sakit?” tanya Emilia dengan mengikuti Lee dari arah belakang.


__ADS_1


“Sudah sembuh setelah mendengar apa yang kau ucapkan tadi,” tandas Lee sembari terus berjalan kembali melanjutkan perkerjaan ya yang sempat tertunda karena dia menggoda Emilia tadi.


  . DI rumah sakit.


 Park dan juga Una sedang menunggu Jhong di sana. Kondisi Jhong masih sama seperti sebelumnya tidak ada tanda jika pria itu akan sembuh dengan sangat cepat sedangkan Park merasa bosan di rumah sakit setiap hari dia ingin sekali melanjutkan kuliahnya namun liburan belum selesai juga.


    “Ma, Pa. Bolehkan aku berkunjung ke rumah Emilia?” Tanya Park bertanya kepada kedua orangtuanya dengan wajah kelihatan memohon.


 “Sayang, kau taukan kakakmu itu masih beradaptasi dengan istrinya kalau kamu datang menjenguk mereka tidaklah kau seperti seorang pengangu, apa kau tidak mau jika Kak Lee dan juga Kak Emilia saling mencintai dengan sangat cepat,” jelas Una dengan nada suara terdengar sangat lembut.



Park diam beberapa saat mencoba mencerna apa yang di ucapkan eh Una barusan, lalu anak itu menganggukkan pelan


kepalanya tanda jika dia mengerti dengan apa yang di maksud oleh Una barusan.


  Kantor Lee.


   Emilia sedang tertidur pulas di atas sofa, wanita itu tertidur pulas mungkin karena dia merasa bosan karena sejak tadi hanya diam dengan memainkan ponselnya saat


melihat Lee sedang berkerja.


  Tok. . tok. . tok. .


Bunyi ketukan pintu di depan ruangan Lee, setelah mendapatkan jawaban seorang wanita cantik masuk dengan senyuman manis tersungging pada Lee. Namun sorot mata wanita itu menajam seketika saat melihat wanita yang tadi sempat bertengkar dengannya tidur dengan begitu pulas di sofa


yang ada di samping meja kerja Lee.


   Wanita ini masih belum pergi juga, dia bahkan tidur di sini apa yang baru saja dia lakukan dengan presdir sampai dia kelelahan dan tertidur di sofa. Kira-kira seperti itu

__ADS_1


arti tatapan Sena pada Emilia saat ini.


   


__ADS_2