Sang Penakluk 2

Sang Penakluk 2
Tak Bisa Menahan Hasratnya.


__ADS_3

Untuk beberapa saat mereka saling memeluk mencoba melepaskan rindu yang sudah lama mereka tahan rindu akan sempat dipendam beberapa tahun lamanya kini telah tercurahkan sudah kebencian yang dulu sempat tersimpan rapi di hati Una kini mulai meleleh bagaikan bongkahan es yang cair setelah terkena panasnya sinar mentari. Tanpa mereka sadari ada sepasang mata yang sedari tadi mengawasi mereka dari balik kaca mobil.


Ya itu adalah Jimmi nan yang melihat mereka dari jauh dengan wajah datar mungkin pria itu mencoba menahan emosinya saat melihat Una memeluk pria lain dihadapannya. Namun Jimmi tidak turun dari mobilnya untuk menghampiri Una dia langsung balik arah dan pulang kerumahnya sendiri.


Hati Jimmi pastilah hancur berkeping-keping melihat orang yang selama ini dia jaga sudah kembali ketempat asalnya. Bahkan hubungan yang baru saja di mulai itu sudah hancur tanpa sisah dan Jimmi tau jika hal ini akan terjadi saat Una mengetahui akan kenyataan yang sebenarnya. Namun terlihat wajah cemburu yang tidak bisa Jim sembunyikan bahkan terlihat pria itu sampai memukul setir mobilnya beberapa kali.


Sebenarnya kasihan nasib Jim namun apalah daya cinta tidak bisa memilih itu lah yang terjadi pada Una sekarang. Karna hati wanita itu sejak awal hanyalah milik suaminya Jhong back.


Di rumah Una.

__ADS_1


Una perlahan mulai melepaskan pelukannya, Namun Jhong malah semakin mempererat pelukannya itu dia tak mau melepaskan tubuh wanita yang sangat dia rindukan itu. Walaupun Una meronta namun tetap saja pria itu tidak mau melepaskan pelukannya.


"Apa yang kau lakukan, lepaskan a," Belum selesai Una bicara Jhong langsung mencium bibir Una dengan sangat lembut. Nafas mereka saling beradu mata Jhong kini sedang terpejam namun sebaliknya mata Una malah melotot karna dia kaget dengan sikap Jhong yang tiba-tiba menciumnya.


Una hendak memundurkan tubuhnya namun Jhong lagi-lagi semakin mempererat pelukannya. Jhong terus mencium bibir Una tanpa henti sampai wanita itu kesulitan bernafas. Jhong melepaskan ciumannya perlahan dan dia membopong tubuh Una memasuki rumah.


"Hentikan apa yang kau lakukan? Ini rumahku, turunkan aku." Una terus bicara namun Jhong sedikitpun tak mengubris ucapan wanita itu dia terus membopong Una menaiki anak tangga rumahnya.


"Pulanglah, apa yang akan kau lakukan!" Maki Una yang masih ada dalam gendongan suaminya itu.

__ADS_1


"Kau istriku dan kau tau apa yang akan aku lakukan." Pria itu sudah lama menahan hasratnya untuk tidak bercinta dengan wanita cantik yang terus mencoba merebut perhatiannya.


Sejak Una pergi banyak sekali wanita cantik yang berusaha merebut perhatian Jhong namun semua wanita itu hanya bisa gigit jari karna Jhong tak pernah membuka hatinya untuk para wanita itu. Namun Jhong juga seperti pria lainya yang muda terpancing hasratnya jika selalu di goda dan dikelilingi oleh banyak wanita cantik. Jhong tetap setia menunggu Una sampai kembali dan setelah wanita yang dia tunggu sudah berada dihadapannya pantaslah Jhong sudah tak bisa menahan hasratnya lebih lama lagi.


Apa lagi hawa dingin yang semakin menambah suasana mesrah malam hari itu.


"Kau masih tidak mau bicara? Baiklah kita masuk ke kamar putramu saja." Ancam Jhong sembari tersenyum devil.


Persetan denganmu! "Di sana!" Una menunjuk salah satu kamar dan Jhong segera memasuki kamar tersebut.

__ADS_1


"Hahaha! Padahal aku hanya menggodamu sayang." Bicara sembari mengigit bibir bawahnya.


__ADS_2