
Una kini sudah berada didalam rumah Jim, Bi Suzy berjalan didepan Una dia segera menaiki anak tangga dan menuju ke kamar Jim. Bi Suzy sudah berada didepan pintu kamar majikanya itu dengan perlahan pelayan itu mengarahkan tangannya kearah gagang pintu.
Kriakk!
Pintu mulai terbuka, Bi Suzy tidak ikut masuk kedalam, pelayan itu membungkukkan badannya didepan pintu Una langsung masuk kedalam kamar Jim. Setelah Una masuk pelayan tersebut segera menutup pintunya lagi dan bergerak berjalan menjauhi pintu kamar tersebut.
Una menatap Jim yang kini sudah terbaring di ranjang karna Bi Suzy menyuruh para bodyguard Jim untuk memindahkannya dari sofa ke ranjang.
Una berjalan pelan mendekati ranjang Jim, pria itu masih tertidur pulas karna pengaruh alkohol tanpa bantuan minuman keras itu Jim tidak akan bisa tidur dengan pulas seperti itu. Karna Una terus bergentayang liar didalam pikirannya. Una menghentikan langkahnya tepat di pinggir ranjang tersebut entah apa yang sedang wanita itu pikirkan saat ini, Mata Una terlihat berkaca-kaca dan air mata menetes pelan dari pelupuk matanya. Bibir Una bergerak dan rasa sedih dan juga rasa bersalah kini semakin menarik-nari liar dalam pikiran dan hatinya.
__ADS_1
Melihat pria yang selama ini selalu bersikap baik padanya sedang terluka karna dirinya. Una menangis sampai sesenguka air mata itu jatuh tanpa bisa Una hentikan sendiri tapi apalah daya karna cinta tak bisa memilih pada siapa akan di berikan karna cinta datang ya dari hati dan sangatlah tulus kini Una sedang bingung melihat kondisi Jim sampai seperti ini.
"Hiks hiks, Jim maafkan aku karna aku hanya bisa memberikan luka didalam hati mu, bahkan aku tidak bisa memberikan sedikitpun cintaku padamu. Itu bukan kehendak ku karna andaikan aku bisa maka aku akan memberikan cinta ini padamu selam ini kau sudah sering membantuku dengan Lee kau bahkan menganggap anak ku seperti anak mu sendiri. tapi apa yang bisa aku lakukan hiks hiks, aku hanya bisa berdoa pada Tuhan agar dia mempertemukan mu dengan wanita yang jauh lebih baik dari aku." Selesai bicara Una langsung bergegas keluar dari kamar Jim dan dia langsung menuju dapur karna wanita itu tau jika Bi Suzy sedang berada di sana.
Semua pelayan yang berpapasan dengan Una segera membungkukkan badannya, sembari menyungingkan senyumanya. Una yang sangat merasa sedih hanya bisa memaksakan senyuman termanis yang bisa dia lakukan agar para pelayan itu tak tersinggung dengan sikapnya.
"Bi Suzy!" Pangil Una sembari berjalan mendekat.
"Selamat datang Nona Una," Sapa ketiga pelayanan wanita yang masih sangatlah muda. Una hanya menjawab dengan menyungingkan senyumannya lagi.
__ADS_1
Una dan Bi Suzy segera berjalan keluar dari dapur tersebut. Kini mereka berhenti persis di ruang tamu rumah Jim.
"Ada apa Nona?" Tanya Bi Suzy.
"Saya mau pergi sebentar dan Bi Suzy tolong jaga Jim," Ucap Una dengan wajah memohon.
"Apakah Nona akan kembali lagi?" Tanpa menjawab Una hanya menganggukkan pelan kepalanya tanda jika dia akan kembali lagi ke rumah tersebut.
Setelah bicara Una langsung keluar dari rumah Jim dengan di antar Bi Suzy sampai kedepan mobilnya. Bi Suzy membungkukkan badannya sampai mobil Una menghilang dari pandangannya.
__ADS_1
Di dalam mobil.
Una masih memacu mobilnya dengan kecepatan penuh wanita itu masih menangis dan tangisannya terdengar sangatlah memilukan. Una mengemudikan mobilnya menuju ke rumah Jhong back.