
Malam harinya Lee, Park, Jhong dan juga Una. Sedang berbincang ramah di ruang tengah. Sedangkan Park hanya diam membisu dengan mulutnya tak berhenti mengunyah snack kentang yang ada di dalam tangganya, Lee, Una dan juga Jhong sedang sibuk berbincang dengan sesekali di selingi canda tawa di sela-sela perbincangan mereka. Lee melirik ke arah Park yang sibuk menghabiskan snack yang ada di dalam mulutnya itu.
Ya gadis kecil itu sedang merajuk karna ini adalah malam terakhir sang kakak akan tinggal di kota Seoul. Setiap hari Park selalu bercanda dan berbuat usil pada kakaknya itu namun pria itu akan pergi meninggalkan dirinya sendiri dan akan melanjutkan pendidikan yang jauh dari kota tersebut. Lee memang belum pergi dari rumah itu namun tetap saja Park sudah merasa kehilangan dan hatinya sudah merasa tidak tenang. bahkan seminggu sebelum kepergian Lee, Park tidak pernah bisa tidur dengan nyenyak dia membayangkan hari-harinya akan terasa sunyi tanpa kakak tampannya itu di sisinya lagi. Hal itu terus terbayang dalam memori otaknya dan semakin membuat Park memanyunkan bibirnya.
Tersenyum tipis dengan menggeser tubuhnya sedikit mendekati Park, ''Dek, boleh Kak Lee minta Snack kentang itu?'' Lee mencoba merayu adiknya itu. Sedangkan Una dan Jhong hanya bisa melihat kedua anaknya yang sedang menikmati malam terakhir mereka.
''Boleh,'' Bicara jutek dengan menyuapi Lee tanpa mau melihat wajah ganteng Kakaknya itu. Park sangat sedih sehingga dia tak mau menatap ke arah Lee karna takut jika air matanya akan jatuh jika mengingat Kakak yang paling dekat dengannya itu akan pergi keesokan harinya.
__ADS_1
Tersenyum tipis, ''Terima kasih Adikku sayang,'' Goda Lee dengan mencubit gemas pipi adiknya itu.
''Jika Kakak menyayangiku, maka tetaplah tinggal di sini,'' Bicara dengan nada memelas bahkan mata wanita itu terlihat berkaca-kaca seolah dia sedang menyimpan rasa kalut dalam hatinya itu.
''Kau ingin Kak Lee tetap di sini dan terus menemanimu. Tapi Kak Lee lebih bahagia jika bisa melanjutkan pendidikan di Amerika! Lalu kau ingin Kakak tinggal di mana?'' Lee sengaja membuat pilihan agar adiknya itu bisa berpikir lebih dewasa. Park sangat manja dan juga keras kepala tak ada yang memarahinya apa lagi Una, Wanita itu selalu menuruti keinginan anaknya itu bahkan Jhong saja tak bisa berkutik jika Nyonya Una sudah merayunya.
Gadis itu tak langsung menjawab dia mencoba mencerna apa yang kakaknya itu ucapkan, Park sangat manja mangkanya gadis kecil itu hanya bisa di luluhkan egonya hanya dengan rayuan saja. Hahaha maklum namanya juga anak gadis ya seperti itu dia akan merajuk jika tidak di turuti keinginannya. Park mencoba mencerna kata-kata yang kakaknya ucapkan tadi.
__ADS_1
''Janji,'' jari kelingking mereka berdua saling bertautan mengikat janji satu sama lain.
Janji sudah di buat terlihat senyum tipis di wajah Park, gadis kecil itu sangat cantik dan manis pantas saja semua orang memanjakannya bahkan Lee saja tak sanggup melukai hati adiknya itu, Bahkan di sekolah adiknya itu di sukai banyak pria karna parasnya yang sangat cantik, seakan mengisyaratkan sebuah tarikan magnet yang sangat besar daya meknetiknya dan mampu membuat pria untuk menatapnya tanpa berkerdip.
Mereka masih berbincang cukup lama di dalam ruangan itu dengan sesekali di selingi canda dan juga tawa yang tersungging dari bibir manis mereka.
Inggris.
__ADS_1
Jim dan Emilia sedang menikmati makan malam di dalam meja makan, Narra datang membawa buah-buahan segar, Keluarga itu sangat bahagia walaupun mereka tinggal jauh dari Una namun mereka seling berkomunikasi satu sama lain. hubungan mereka sangat dekat sudah seperti satu keluarga besar.
Senjo dan juga Ray sudah jarang melakukan komunikasi dengan Jhong karna mereka jarang bertemu namun masih tetap menjalani bisnis bersama walaupun sudah tak sedekat dulu, mereka sudah berumah tangga juga dan hidup bahagia dengan pasangannya.