Sang Penakluk 2

Sang Penakluk 2
Mulai Merasa Nyaman.


__ADS_3

Selama di dalam perjalanan menuju ke rumah Emila hanya diam


tidak mau bicara sedangkan, wanita itu mengarahkan pandangannya ke arah jalan entah apa yang sedang dia pikirkan.


Lee sesekali melihat kearah wanita itu sekilas sembari tersenyum tipis, wajah Emilia sangat lucu dan juga imut jika tersenyum


seperti ini. Setelah mobil yang di kemudikan oleh Lee berhenti di halaman rumahnya, Emil membuka pintu mobil dan langsung masuk  ke dalam rumah dia berlari menuju kamarnya dan langsung mengunci pintu kamar itu agar Lee tidak bisa masuk ke dalam kamarnya.


Lee menghela nafas panjang melihat sikap istri kecilnya itu, Lee masuk ke dalam kamar Emilia dengan sangat mudah sebab dia memiliki kunci cadangan semua rumah ini, dia melihat Emilia sedang menutupi wajahnya dengan bantal wanita itu mengunakan baju yang sangat mini membuat pikiran Lee berterbangan nakal sampai ke langit ketujuh. Tapi apa yang bisa dia lakukan


wanita itu pasti akan marah jika di sentuh olehnya begitu saja, Lee harus bersabar lebih lama menunggu wanita itu memberikannya hak sebagai seorang suami. Emil belum mengetahui jika suaminya berada di dalam kamarnya dia bahkan membiarkan mini dress seksi yang di kenakan terbuka begitu saja karena mengira jika dia hanya sendirian di dalam kamarnya.


Lee sudah selesai menganti baju kerjanya dengan yang baju santai, pria itu menyelimuti tubuh Emilia dan ikut naik ke atas ranjangnya, Emilia sudah tertidur dengan masih menaruh bantalnya di wajah, Lee


menyingkirkan bantal itu perlahan dia melihat wajah cantik istrinya yang sedang tertidur. Bulu mata panjang dan juga lentik semakin membuat wanita itu kelihatan cantik jika sedang tertidur seperti ini. Emilia jika sudah bertemu dengan bantal dan juga guling wanita itu akan dengan cepat tertidur pulas seperti sekarang ini.


“Dia sangat cantik,” ucap Lee sembari memeluk tubuh kurus istrinya dan mengecup leher jenjang wanita itu. Lee mulai terpancing ingin lebih dekat lagi dengan Emilia namun dia menghentikan apa yan hendak dia


lakukan, dia harus bisa dengan sabar menunggu Emilia mau menerimanya. Emilia mulai merasakan ada yang sedang memeluk pinggangnya dan dia membuka matanya perlahan kemudian melihat kearah Lee sedang berada di sampingnya dengan meta terpejam.


“Sudah tidur, aku tidak akan menyentuhmu.” Pria itu bicara sembari menutup masih matanya.

__ADS_1


“Apakah dia hantu kenapa dia masuk ke dalam pintu yang sudah


aku kunci, aku harus kabur,” gerutu Emilia dalam hati dengan sudah siap


mengambil ancang-ancang  hendak menyingkirkan tangan Lee yang masih memeluknnya.


“Aku mempunyai semua kunci serep rumah ini, cepat tidur aku sudah mengantuk.”


Pria itu bukan paranormal yang bisa membaca isi hati seseorang, namun jika melihat kejadian semalam waktu Emilia kelihatan sangat ketakutan dengan hantu maka wanita itu pasti akan berpikir demikian saat dia membuka mata dan melihat Suaminya berada di sampingnya.


Karena merasa mengantuk, Emil ikut tertidur dengan masih di peluk oleh Lee, wanita itu mulai merasa nyaman berada di dalam pelukan suaminya seperti ini.


Sekarang sudah pukul 03,00 sore. Baru kali pertama ini Lee pulang sore seperti ini sebelum menikah dengan Emilia dia selalu saja pulang malam. Lee tidak mau membuat Emilia ketakutan jika berada di dalam rumah


.


Sore hari Emilia bangun dari tidurnya dan langsung masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya. Wanita itu keluar dari kamar mandi dengan separuh tubuhnya di lilit handuk berwarna putih, sedangkan kepalanya juga di lilit handuk kecil berwarna senada. Emil melihat jika Lee masih tertidur dengan sangat lelap di atas ranjangnya.


"Dia ternyata tampan juga jika sedang tertidur seperti ini, pasti banyak wanita yang suka padanya tapi aku tidak menyukainya dia sangat menjengkelkan terus saja mencoba menakuti aku," Gumam Emilia dalam hati sembari membungkukkan badannya di depan Lee.


Emil tersenyum tipis dan mengarahkan satu jari telunjuknya ke arah hidup mancung suaminya beberapa kali, Emilia tersebut sendiri dia seakan menikmati memainkan hidup mancung suaminya yang seperti Pinokio.

__ADS_1


"Hahahah! Kapan lagi aku bisa bermain hidung seorang pria, jika dia bangun aku yakin. Aku akan di marahi olehnya." gumam Emilia sembari cekikikan dengan wajahnya berada di jarak yang sangat dekat dengan suaminya.


Saat wanita itu sedang asyik memencet hidung suaminya dengan jari telunjuk. Lee tiba-tiba membuka mata dan langsung memeluk tubuh istrinya kemudian menariknya ke atas ranjang.


Dengan sekejap Emilia berada di bawah suaminya, Lee melihat handuk yang menutupi tubuh istrinya tadi telah terbukti semua, Lee melihat dengan jelas lekuk tubuh istrinya yang sangat putih dan juga begitu menggoda. Mata Lee menatap kearah gunung kembar istrinya yang polos tanpa satu helai benangpun.


"Hei, kurang ajar jangan kau lihat tubuhku, sana pergi menjauh. Kak Lee minggir lah," wanita itu berteriak sembari menutup kedua gunung kembarnya dengan kedua tangan.


"Aku suamimu, hal ini sudah cukup menjadi alasan untuk aku melihatnya. Suruh siapa kau sendiri yang menggoda ku terlebih dahulu," Lee berbicara sembari menaruh kedua tangan istrinya di atas kepala dan memeganginya dengan satu tangan.


"Kak," ucapan Emilia terhenti seketika saat Lee mengecup bibirnya dengan buas.


Pria itu mengarah satu tangannya memegangi salah satu gunung kembar istrinya dengan begitu bergairah. Hasratnya yang sudah lama menghilang semenjak Mantan kekasihnya pergi meninggalkannya tanpa kabar.


Lee mulai di kuasai dengan hawa nafsunya, yang dia tau saat ini hanyalah melampiaskan hasratnya yang lama terpendam,di luar rumah banyak sekali wanita yang siap memberikan tubuh dan juga hidupnya untuk Lee, tapi pria ini tidak pernah tertarik untuk menyentuhnya namun saat menikah bersama Emilia hanya dengan hitungan detik saja dia bisa dengan mudah jatuh cinta pada kepolosan istri kecilnya ini.


"Aku sangat menginginkannya," Bisik Lee di telinga Emilia dengan nada suara terdengar sangat parau.


Aku tidak menyukainya bagaimana mungkin ini bisa terjadi, aku tidak menginginkannya aku sangat jijik pada diriku sendiri. Aku tidak mau lagi dekat dengannya. Gumam Emilia dalam hati. Tanpa membalas apa yang di ucapkan oleh Lee tapi air matanya menetes seketika membasahi pipinya.


Hasratnya pria itu yang sudah mulai memuncak langsung menghilang seketika saat dia melihat air mata wanitanya, bahkan Emilia membuang pandangannya dengan air mata terus membasahi pipinya. .

__ADS_1


Emilia masih remaja dia juga baru lulus SMA jadi sangat wajar jika wanita itu belum siap memberikan mahkotanya pada pria yang baru beberapa hari ini menjadi suaminya. .


BACA KISAH SELANJUTNYA APAKAH LEE AKAN MELEPASKAN WANITA ITU ATAU MALAH SEBALIKNYA. .


__ADS_2