Sang Penakluk 2

Sang Penakluk 2
Hanya Bisa Merelakan.


__ADS_3

Una dan Jhong sudah pergi dari rumah itu, kini Jim sedang duduk di sofa dengan pandangan kosong, pria itu sedang mencoba menata hatinya dia harus bisa beradaptasi dengan kondisinya sekarang. Karna pria itu sudah terbiasa dengan kehadiran Una dan Lee di dalam hidupnya setiap hari selama tujuh tahun terakhir, kini dia harus terbiasa hidup sendiri tanpa tawa anak kecil yang selalu dia dengar di pagi harinya tanpa tawa Una yang selalu membuatnya bersemangat dalam menjalani kehidupannya. Hal tersebut terus bergentayangan liar di dalam benaknya hatinya terasa perih pria itu belum siap menerima semuanya, tapi ini semua memang harus terjadi.


  Semoga kelak kau bisa menemukan kebahagiaan mu sendiri dan hidup bersama wanita lain. Hanya waktu saja yang bisa menyembuhkan luka yang sedang pria itu alami, andaikan luka itu terdapat pada fisiknya dia pasti tak akan pernah serapuh dan sesakit ini. Namun luka itu terdapat pada hatinya hingga dia sendiri sulit untuk menyembuhkannya. Tataplah kuat Jim karna setelah gelap akan terbitlah terang.


Rumah Jhong.


Asisten Luwis sedang sibuk menyiapkan kedatangan Lee ke dalam rumah itu,  sebuah kamar yang di penuhi dengan mainan anak laki-laki sedang di bereskan dengan beberapa pelayan rumah itu, bahkan Asisten luwis sendiri yang sedang mengawasi para pelayan itu saat membersihkan kamar anak majikannya itu. asisten tidak pernah berkerja setengah-setengah dia selalu ikut adil dalam setiap perkerjaan kecil sekalipun. Setelah kamar Lee sudah beres, asisten luwis berjalan keluar dari rumah itu. kini matanya sedang menyapu seisi halaman rumah tersebut. Banyak pelayan rumah itu sedang membersihkan taman bunga dan ada yang sedang membersihkan taman bermain mini yang ada di halaman rumah Jhong back.

__ADS_1


Ya halaman rumah tersebut memang sangat luas, hingga taman bermain itu terlihat kecil, namun Jhong memiliki taman bermain yang sangat terkenal di dalam kota tersebut, daddy Lee sangat kaya raja anak itu sangat beruntung karna bisa memiiki Daddy kaya sepertinya.


Setelah melihat halaman rumah itu sudah bersih dengan sangat sempurna, asisten luwis segera merogoh ponsel yang ada di dalam saku celananya, ''Tuan muda semua sudah beres.''


''Baiklah, aku akan segera menuju ke sana!'' Sahut Jhong dalam telpon.


''Apakah perlu saya jemput Tuan?''

__ADS_1


Jhong yang tadi sedang menjauh dari Lee dan Una saat mendapatkan panggilan telpon, pria itu kini sedang berjalan mendekati istri dan anaknya itu. Jhong mendudukkan tubuhnya pelan di sofa kosong yang ada di samping Una. Kini keluarga kecil itu terlihat lengkap karna kedatangan Jhong yang masuk ke dalamnya.


 


''Lee kemarilah,'' Bicara dengan nada suara terdengar sangat lembut.


''Ya Daddy,'' Berdiri dari posisi duduknya dan berjalan mendekati Jhong. Sedangkan Una hanya diam menatap ke arah ayah dan anak itu.

__ADS_1


''Apakah kau mau pindah ke rumah Daddy?'' Tanya Jhong sembari menaruh anak laki-laki itu dalam pangkuannya. Lee tak langsung menjawab pertanyaan Daddy ya itu, anak itu lebih dulu melihat ke arah Una. Seolah-olah dia meminta ijin pada sang Mami lebuh dulu sebelum bicara.


SETELAH BACA JANGAN LUPA LIKE DAN KOMENTAR YA SUPAYA SAYA LEBIH SEMAKIN SEMANGAT LAGI UNTUK UPDATE TERATUR.


__ADS_2