
Emil sudah berusaha sekuat mungkin untuk tidak menangis bahkan ia juga sudah berjanji pada dirinya sendiri untuk tetap bersikap dewasa
dalam menghadapi semua ini, tapi kenyataanya semua itu tidak bisa ia lakukan karena hatinya terlalu sakit mengetahui semua orang yang sangat ia sayangi dan juga cintai justru menyembunyikan hal besar darinya.
Lee begitu hancur melihat perempuan yang sangat ia sayangi dan juga cintai meneteskan air mata karena dirinya, andaikan Lee tahu jika Emil
sudah mengetahui semuanya akan ia ungkapkan dan ceritakan hal itu secara gamblang agar tidak terjadi kesalahpaham seperti ini. Lee yakin jika hati istrinya hancur menjadi serpihan setiap kali mengingat bahwa Natalie adalah cinta pertamanya.
“Sayang, aku akan menjelaskan semua yang ingin kamu ketahui,
aku tidak pernah berpikir meninggalkan kamu demi perempuan yang menaruh luka di hatiku selama bertahun-tahun lamanya. Kau bagaikan cahaya di dalam kehidupanku yang gelap karena luka yang di berikan oleh Natalie di masa lalu, mana mungkin kau bisa berpikir jika aku akan meninggalkan perempuan berhati tulus seperti
kamu, Sayang,” ujar Lee panjang lebar.
Kristal bening mulai berhenti mengalir dari pelupuk mata Emilia, hatinya sedikit tenang setelah ia mendengarkan ucapan suaminya. Tapi rasa kecewa masih terlihat jelas dari manik matanya yang menatap Lee dengan tajam tanpa berkerdip.
“Kalau begitu apa alasan kalian semua menyembunyikan kenyataan ini dariku?” tanya Emilia. Ia tidak sepenuhnya percaya dengan ucapan
suaminya, tapi Emil sangat percaya pada kedua orangtuanya kalau mereka tidak mungkin membiarkan hal buruk terjadi padanya lebih lagi setelah Emil mendengarkan
perbincangan mama una dan juga mama narra di teras rumah waktu itu, ia sangat yakin jika semua orang juga merasakan rasa takut yang sama dengannya ‘takut jika sampai Lee kembali pada masa lalunya’ semoga saja Tuhan selalu memberikan
kebahagiaan pada mereka semua.
“Aku mengkhawatirkan kondisi kamu drop dan aku tidak bisa melihat kamu koma untuk kali kedua ataupun sakit,” ujar Lee dengan manik mata
berkaca-kaca hal itu membuat Emil langsung percaya dengan apa yang di katakan oleh suaminya ini karena Emil tahu dengan sangat jelas jika Lee tidak pernah terlihat gelisah seperti sekarang bahkan sorot mata pria itu juga memancarkan rasa takut yang begitu ketara.
__ADS_1
“Jangan ulangi hal ini lagi, Sayang atau aku tidak akan memberikan maaf untuk kali kedua,” ujar Emil. Secara tidak langsung ia sudah
mengatakan bahwa masalah ini selesai setelah ia memberikan maaf.
Lee tersenyum senang sampai cairan bening lolos dari pelupuk matanya, Emil yang melihat akan hal itu langsung mengusap pelan cairan bening tersebut. Lee mengecup punggung tangan istrinya beberapa kali kemudian memeluknya sembari berkata.
“Sayang, terima kasih karena kamu percaya padaku dan aku berjanji akan menyelesaikan masalah ini bersama karena tidak akan ada orang yang bisa memisahkan kita,” janji Lee ucapkan dari dalam hati sembari memeluk tubuh istrinya.
Emil melepaskan pelan pelukan suaminya dengan masih sesenggukan lalu ia berkata, “Kita berdua akan menyelesaikan masalah ini bersama, aku tidak ingin dendam ini berlanjut sampai ke anak-anak kita nanti,” ujar Emil mantap.
“Baiklah kita akan menyelesaikannya bersama,” jawab Lee langsung
setuju dengan apa yang di katakan oleh istrinya itu karena masalah seperti ini begitu sensitive sekali didalam rumah tangga jadi lebih baik di lakukan berdua.
Setelah selesai berdebat mereka berdua tidur bersama. Emil masih terisak walaupun tangisannya sudah berhenti. Lee dengan penuh perhatian
Lee mengecup kening istrinya lembut beberapa kali sembari berkata. “Aku sangat menyayangi kamu, Sayang jangan pernah katakan jika aku akan meninggalkan kamu karena kau adalah nyawa dalam diriku,” usai bicara Lee mendaratkan kecupan lembut di kening dan juga kedua pipi istrinya. Lalu ia ikut masuk kedalam alam mimpi.
Semua orang sedang duduk di meja makan mata Emil yang sembab
tidak luput dari pandangan Park dan juga para orangtua mereka semua pasti bertanya-tanya apa yang terjadi semalam sampai Emil menangis dan mengakibatkan matanya bengkak padahal semua orang tahu jika Lee dan juga Emil tidak ada masalah sebelumnya.
“Sayang, apakah ada yang terjadi?” tanya Una pada anak menantunya sembari mengunyah makanan didalam mulutnya.
“Tidak ada yang terjadi hanya saja, Emil sudah mengetahui tentang siapa itu Natalie,” jawab Emil polos dan gamblang.
Semua orang yang sedang berada di meja makan langsung tersedak masal kecuali Lee dan Emil tentunya. Mereka semua tidak menduga jika Emil akan mengatakan hal ini, semua orang sibuk mengambil gelas yang ada didalam jangkauannya untuk menghilangkan tersedak mereka. Narra dan juga Park mengusap
__ADS_1
air mata di sudut matanya sedangkan Jim dan juga Jhong mengusap dadanya yang terasa sakit efek akibat tersedak tadi dan Una sendiri masih sibuk menghabiskan air dalam gelasnya.
Lee dan juga Emil saling bertatapan satu sama lain, mereka tersenyum geli melihat sikap kelima orang yang ada dihadapannya saat ini.
“Apakah kalian semua baik-baik saja?” tanya Emil sembari menatap kelima orang yang ada di meja makan ini.
“Kami baik-baik saja,” sahut Una.
“Kapan kamu mengetahui semua tentang Natalie?” tanya Park
yang sudah merasa penasaran.
“Sejak dari kita lari pagi,” sahut Emil jujur.
Lee melihat semua orang langsung memasang wajah panik dan ia
tahu dengan sangat jelas jika semua orang tersebut pasti takut jika sampai Emil menurun kondisi kesehatannya, pun ia langsung membuka mulutnya untuk berbicara, “Aku sudah menjelaskan pada Emil kenapa kita semua menyembunyikan hal ini darinya.” Lee menatap kearah istrinya sembari mengusap pelan punggung tangannya. “Istriku ini sangat pintar dan pemaaf hingga ia bisa menerima semuanya dengan sangat mudah,” imbuh Lee kemudian. Wajah semua orang yang tadinya terlihat panik langsung sirna seketika.
“Kalau begitu biar kami saja yang menyelesaikan sisanya.” Jim dan juga Jhong berbicara dengan mantap.
“Kami berdua saja yang akan menyelesaikannya karena tidak
ingin dendam kedua keluarga ini berlangsung sampai anak-anak kita nanti,” ujar Emil mantap. Ia menggenggam tangan suaminya seakan meminta dukungan darinya.
“Benar apa yang Emil katakan, kita berdua akan menyelesaikan semuanya,” ucap Lee.
Hai hai Nisa mau kasih tahu nih, kalau ada buku yang sudah siap open PO. kalian bisa chat ke wa 08993487562. kalian bisa tanya-tanya harga novel Hallo Musuh yang masih open PO ya. ceritanya di jamin seru loh dan kalian pasti suka.
__ADS_1