
Lee sudah tumbuh menjadi pria remaja yang sekarang berusia 18 tahun. Ya usia di mana para anak akan mencari jati diri mereka tak terkecuali Lee. Anak itu selalu hidup sederhana walaupun bisnis kedua orang tuanya sangat sukses di dalam kota maupun di luar kota. Namun hal tersebut tak membuat Lee menyombongkan semua kekayaan kedua orang tuannya dia lebih suka berkerja sendiri bahkan diam-diam Lee sering mengisi acara musik di berbagai Club malam tanpa sepengetahuan kedua orang tuannya. Lee bahkan rajin menabung dia tak pernah membawa serta nama kedua orang tuannya jika sedang di sekolah. Namun tetap saja banyak wanita yang terus mengejak-ngeraj Lee bukan hanya karna dia tampan tapi juga karna baik hati dan suka menolong.
Una sedari kecil lalu mengajarkan anak itu hidup hemat jadi tidak salah jika Lee menerapkan ajaran tersebut hingga dia tumbuh besar seperti sekarang. Jhong. Una memeiliki satu anak lagi yang bernama Park Jhong, berusia 10 tahun. Gadis cantik yang selalu di manjakan oleh Lee dan kedua orang tuannya. Namun sikap Park sangat berbeda dari Lee. Park sangat manja dan juga sombong tentu saja itu membuat Lee sedikit kesal. Namun Lee sangat menyayangi adiknya itu hingga dia bisa memaklumi sikap usil adiknya itu.
Rumah makan rumah Jhong.
Mereka semua sedang makan malam malam bersama, banyak hidangan yang ada di atas meja makan itu. Tak ada satu orang pun yang berbicara jika sedang di meja makan mungkin karna mereka semua sedang tidak mood berbicara namun tiba-tiba sikap usil Park mulai kambuh lagi dia sangat tak tahan melihat meja makan yang terlihat sepi seperti tidak ada penghuninya itu. Mulailah terlihat senyuman devil tersirat dari bibi mungil gadis kecil itu.
''Kak Lee, kau kenapa tiba-tiba menendang kakiku?'' Ucap Park dengan pura-pura meringis kesakitan.
__ADS_1
''Apa yang sudah aku lakukan, bahkan aku tidak menyentuhmu sedikit pun, Dek.'' Jawab Lee dengan nada suara terdengar jutek karna dia tau jika adiknya itu mulai bertingkah lagi.
Una dan Jhong langsung menatap kedua anak mereka yang saling melempar kata. Una dan Jhong tau dengan jelas jika Park sedang bertingkah lagi mungkin itu karna malam ini adalah malam terakhir Lee tinggal di rumah itu. Ya besok pagi Lee akan melanjutkan kuliahnya di Amerika. Mungkin karna itu Park mulai menganggunya,
''Adek, cepat minta maaf sama Kak Lee!'' Perintah Una dengan tersenyum ramah namun dari kata-katanya itu sangat jelas mengandung kata perintah.
berdecah kesal, ''Kak Lee, maafkan aku,'' Rengeknya manja dengan menaruh kepalannya di pundak Lee.
Menarik kasar kepalanya dari bahu Lee, ''Kalau begitu kau ajak aku ikut bersamamu.'' Bicara dengan mata berbinar-binar.
__ADS_1
''Jika kalian berdua pergi maka Mami akan di sini dengan siapa?'' Bicara dengan mata berkaca-kaca.
Jhong tersenyum tipis, ''Kan masih ada aku sayang,'' Goda pria itu dengan mengerdipkan mata pada istrinya itu.
''Apa sih.'' Sahut Una dengan nada suara terdengar kesal.
Keluarga itu terlihat sangat bahagia, selesai makan mereka semua duduk di taman depan rumah dengan menikmati kopi hangat. Mereka membicarakan akan kepergian Lee besok ke Amerika. Awalnya Una dan Park sangat keberatan namun karna bujukan dari Jhong dan Lee akhirnya mereka berdua setuju dengan keputusan Lee meneruskan pendidikannya di Amerika serikat.
Inggris.
__ADS_1
Narra dan Jim hidup dengan bahagia bahkan mereka memiliki satu orang putri yang masih berusia 10 tahun bernama Emilia nan. Anak yang sangat cantik dengan mata Biru seperti samudra hidup Jim dan Narra sangat bahagia mereka sering berkunjung ke Seol satu tahun sekali jika sedang hari libur sekolah.