Sang Penakluk 2

Sang Penakluk 2
Merasa Bersalah.


__ADS_3

Pelayan rumah Jim sangat cemas melihat kondisi majikanya itu. Jim terlihat sedang tidak stabil emosinya dengan bahkan kamar yang biasanya terlihat rapi dan harum itu berubah menjadi suram dan bau alkohol semakin pekat dalam ruangan tersebut. Setelah membereskan serpihan botol bir yang terburai di lantai pelayan tersebut bergegas pergi meninggalkan kamar majikanya.


Apa yang harus aku lakukan aku tidak bisa terus-terusan melihat tuan muda menderita seperti ini. Dia bisa sakit aku harus menemui nona Hyouna dia harus tau tentang penderitaan yang tuan muda alami.


Pelayan tersebut langsung bergegas pergi menuju rumah Una yang letaknya tak jauh dari rumah Jim.


Kini pelayan tersebut sudah berdiri didepan gerbang rumah Una. Bodyguard yang berjalan di depan gerbang segera membuka gerbang Tersebut dan menyuruh Bi Suzy segera masuk kedalam halaman rumah Una.


Saat itu Una hendak keluar dari rumahnya untuk pergi berangkat kerja. Una tidak sendirian karna Lee masih terus mengandeng tangan Una seperti tidak rela jika di tingalkan sendirian. Una kaget melihat Bi Suzy bertamu ke rumahnya pagi seperti ini.

__ADS_1


"Sayang, bisakah kamu masuk dulu. Mami mau bicara dengan Bi Suzy lebih dulu." Pinta Una sembari menatap kearah Lee.


"Cium dulu," Ucap Lee sembari memanyunkan bibirnya dengan manja. Una hanya tersenyum dengan tingkat lucu putranya itu karna Una tau Lee selalu manja seperti ini jika mau di tingalkan berangkat kerja.


Setelah Lee masuk kedalam rumah, Una dan Bi Suzy duduk di kursi yang ada di depan halaman rumah tersebut. Terlihat pelayan Una berjalan mendekat sembari membawa nampan berisikan dua buah teh hangat.


"Ada hal apa sampai sepagi ini kau datang ke rumahku?" Tanya Una sembari tersenyum lembut.


"Bicaralah Bi, jangan membuatku merasa khawatir seperti ini." Ucap Una dengan menunjukkan wajah serius.

__ADS_1


"Entah apa yang terjadi pada tuan muda semalam, dia minum alkohol terlalu banyak dari malam sampai pagi hari dan didalam tidurnya dia terus menyebut nama Nona Una." Ucap Bi Suzy sembari menatap kearah Una dengan mata berkaca-kaca.


Deg!


Apakah semalam Jim melihat aku bersama dengan Jhong di halaman rumah. Tapi aku tidak melihatnya aku terlalu fokus pada apa yang di ucapkan oleh Jhong sampai aku tidak memperhatikan sekitar ku. Ya Tuhan ini semua salahku dan akulah penyebab dari semua penderita yang sedang Jim alami saat ini.


"Bi, apakah benar yang kau katakan, dan apakah Jim bicara tentang apa yang membuatnya sampai seperti itu. Setahuku Jim tidak terlalu suka minum banyak alkohol." Wajah Una mulai menunjukkan rasa bersalah.


"Iya Nona Una, tuan muda bahkan sampai tertidur di sofa. Saya mohon anda ikut bersama saya untuk melihat keadaannya sekarang karna saya sangat khawatir." Imbuh Bi Suzy dengan wajah terlihat memohon matanya masih terlihat berkaca-kaca.

__ADS_1


"Tunggu di sini." Ucap Una.


SELESAI bicara Una langsung masuk kedalam rumahnya, dia berpamitan pada Lee dan bergegas menyambar tas jinjingnya yang berwarna senada dengan baju yang sedang dia kenakan saat ini. Una dan Bi Suzy menaiki mobil Una untuk pergi menuju kediaman Jim.


__ADS_2