Sang Penakluk 2

Sang Penakluk 2
Pernikahan.


__ADS_3

Narra sangat kaget mulut wanita itu terasa kaku dia tidak bisa bicara dan hanya bisa menganggukkan pelan kepalannya itu. Jim langsung memeluk tubuh kurus Narra dengan sangat erat. Walaupun wanita itu tak menjawab ucapan Jim namun mereka semua tau jika Narra sudah menerima pernyataan cinta pria itu dan mereka akan segera menikah.


Setelah melihat isyarat tangan Jim orang yang tadi mengelilinginya itu segera pergi meninggalkan kedua insan manja itu yang baru saja mengikat janji.


''Kau, benar-benar menyukaiku? Sejak kapan itu?'' Narra bicara dengan meninju pelan dada bidang pria di hadapannya itu.


''Aku juga tidak tau dengan jelas mulai kapan aku suka padamu namun, aku baru menyadarinya akhir-akhir ini.'' Bicara dengan mencoba mengingat-ingat apa yang ada di beberapa hari yang lalu.


''Apakah kau sudah melupakan Una?'' Bertanya dengan mengerutkan dagunya.

__ADS_1


''Besok kita menikah!''


Mata Narra langsung membulat seketika saat mendengarkan kata-kata pria itu yang membuat senam jantungnya tiba-tiba, apa yang Jim ucapkan mampu membuat pingsan semua wanita. Semua wanita membutuhkan banyak keperluan yang harus mereka lakukan ketika akan mengikat janji suci sehidup semati dengan pasangan mereka. Jangankan menikah bahkan Narra saja masih kebinggungan dengan isi hati calon suaminya itu.


Jim memang sengaja mempercepat hari pernikahan mereka agar Narra tak meragukan lagi rasa cintanya pada wanita yang ada di hadapannya itu bahkan pria itu masih bengong menatap ke arah Narra dengan menahan tawannya. Ya Narra memang selalu kelihatan lucu seperti ini dengan mata melotot dan bibir manyunnya itu semakin membuat Jim merasa gemas padanya.


''jangan bercanda padaku! Kau mau membuatku mati terkena serangan jantung?'' Bicara dengan mendudukkan kasar tubuhnya di kursi taman dengan wajah di tekuk.


''Aku belum bilang sama orang tua,'' Ucapan Narra seketika terhenti saat wanita itu melihat kedua orang tua Jim dan orang tuanya sendiri sedang berjalan mendekat ke arahnya dengan wajah tersenyum, eantah sejak kapan kedua orang tua Jim dan Narra kenal dengan sangat dekat seperti sekarang.

__ADS_1


Ya yang tidak di sangka-sangka ternyata apa yang terjadi di taman ini sudah Jim rencanakan sebelumnya termasuk kedatangan kedua orang tua itu. Bahkan tak hanya mereka saja Una, Jhong dan si kecil Lee kini sedang berjalan ke arahnya. Jim memang sangat pintar dalam memberikan surprise pada calon pengantinnya itu.


''Paman,'' Teriak Lee dengan berlari ke arahnya.


''Hei jagoan kecilku, sekarang kau sudah besar ya.'' Sahut Jim dengan mengusap pelan rambut anak kecil itu.


''Jangan seperti ini paman, aku sudah besar nanti aku kalah ganteng sama Daddy jika rambutku berantakan.'' Semua orang tertawa saat mendengarkan apa yang Lee ucapkan.


Hari Pernikahan.

__ADS_1


Jim dan Narra sudah resmi menjadi pasangan suami istri. Akhirnya kehidupan berakhir dengan bahagia dan drama kebencian, cinta yang sempat terhalang oleh jarak kini semua itu sudah selesai bukankah hidup memang harus bahagia. Kini tinggal kita tunggu sang pewaris tahta tumbuh dewasa dan apakah kalian masih mau mendengarkan kelanjutan ceritanya?


__ADS_2