Sang Penakluk 2

Sang Penakluk 2
Di Sambut Dengan Hormat.


__ADS_3

 Mobil yang di tumpangi oleh Una sudah berhenti persis di gerbang utama kediaman suaminya itu. Rumah yang sangat megah dan mewah itu masih sama dengan beberapa tahun yang lalu, tidak banyak yang berubah bahkan kebun bunga yang sama. Kecuali satu perubahan yang sangat terlihat mencolok, ya di sana terdapat taman bermain yang masih terlihat baru Una masih menghentikan mobilnya di depan gerbang utama rumah suaminya sembari matanya menyapu ke dalam halaman rumah tersebut.


Salah satu pengawal yang sedang bertugas menjaga gerbang utama rumah tersebut segera melangkah mendekati mobil Una.'


''Maaf Nona ada yang perlu saya bantu?'' Tanya pengawal tersebut sembari mengamati wajah Una. Jika dilihat dari caranya menatap Una, pria itu seperti mencoba mengingat kembali memori yang sudah lama tersimpan ke dalam memori internal otaknya.


''Nama saya Hyouna, bisakah saya bertemu dengan Jhong?'' Sahut Una sembari memaksakan senyuman di wajahnya.


'Menepuk pelan jidatnya, ''Maafkan saya Nona Hyouna karna saya tidak mengenali anda,'' Ucap pelayan tersebut sembari membungkukkan badanya.


''Tidak masalah Pak, apakah Jhong ada di dalam?''


''Ya Nona Hyouna, Tuan muda sedang ada di rumah'' Ucap pengawal tersebut sembari menyunggingkan senyumannya.


Selesai bicara Una menutup kembali kaca jendelanya, setelah pengawal tadi membuka gerbang tersebut mobil Una langsung masuk ke dalam halaman rumah mewah itu. Sedangkan pengawal yang tadi berbicara dengan Una segera mengabari Jhong tentang kedatangan Una barusan.


 

__ADS_1


Di dalam rumah Jhong.


 


''Asisten Luwis, Cepat suruh para pelayan menyambut kedatangan istriku! Dan ingat jangan sampai ada kesalahan sedikitpun karna setelah beberapa tahun lamanya dia kembali ke rumah ini.'' Ucap Jhong sembari tersenyum bahagia, bahkan rasa bahagia itu tak bisa dia tutupi. Raut wajah bahagia itu jelas terpancar nyata dalam matannya.


''Baik Tuan Muda,'' Ucap Asisten Luwis sembari membungkukkan badannya dan melangkah pergi.


Jhong sangat bahagia sampai jantung pria itu berdetak dengan sangatlah kenyang, dia ingin berteriak karna sangking bahagiany. Namun dia tak bisa melakukan hal konyol tersebut karna jika sampai itu terjadi maka dia akan kehilangan wibawanya sebagai seorang CEO. Jhong tak pernah menyangka jika wanita yang dia cintai datang sendiri ke dalam rumahnya tanpa dia suruh. Namun pria itu masih belum tau untuk apa Una sampai datang ke rumahnya.


Asisten luwis sedang berdiri di depan ruang tamu rumah itu, dia tak sendirian karna ada banyak pelayan rumah tersebut yang sudah berjejer dengan sangat rapi di hadapannya, semua pelayan itu menundukkan kepalanya mereka sepertinya sudah siap menjalankan perintah dari pria yang kini sudah berdiri di hadapannya itu.


''Baik kami mengerti.'' Sahut semua pelayan itu bersamaan.


Mereka bisa sangat kompak seperti itu dalam menjawab pertanyaan asisten Luwis, pasti mereka melakukan latihan yang berat sebelum resmi menjadi pelayan di rumah Jhong back. Gajinya memang sangat besar namun ada banyak larangan dan peraturan di rumah itu yang harus di patuhi oleh setiap pelayan yang berkerja di sana.


''Pergilah!''

__ADS_1


Selesai mendengarkan asisten Luwis bicara, para pelayan itu langsung bergegas menuju depan rumah majikannya untuk menyambut Nona mudanya. Kini mereka semua sudah berjejer dengan sangat rapi sembari menatap ke arah mobil yang kini sedang berjalan pelan di hadapannya itu. Asisten Luwis ada di barisan depan bersama dengan Jhong Back.


Di dalam mobil.


''Eh,apa ini yang sedang terjadi kenapa banyak pelayan di depan rumah Jhong, tidak biasanya ini terjadi memangnya mereka semua sedang menunggu kedatangan siapa ya,'' Una bicara sendiri sembari mengerutkan keningnya.


Wanita itu masih tak mengerti akan apa yang sedang terjadi di hadapannya itu. Una menghentikan mobilnya persis di hadapan Jhong yang sedari tadi sudah menatapnya.


Biasanya asisten Luwis yang selalu membukakan pintu mobil namun untuk kali ini Jhong sendiri yang akan membukakan pintu mobil untuk istrinya itu


''Selamat datang kembali Nona muda.'' Sapa para pelayan itu sembari bersamaan membungkukkan badanya dengan di sertai senyuman ramah di bibir mereka.


 


Una langsung melotot saat sudah berada di samping suaminya, ya wanita itu tak menyangka jika dia akan di sambut dengan sangat hormat di rumah yang dulu sempat dia huni itu. ''Kau tidak perlu repot menyambutku seperti ini.'' Ucap Una sembari melangkah di samping Jhong dan mereka masuk ke dalam rumah tersebut.


 

__ADS_1


''Kau datang dan tidak mengabari aku terlebih dahulu!'' Ucap Jhong sembari melirik ke arah asisten Luwis, dan asisten itu segera menghentikan langkahnya mengikuti majikannya itu begitu juga dengan pelayan lainnya. ''Apakaha kau sudah merindukan aku.'' Berbisik dengan lembut di telinga Una.


__ADS_2