
Senjoo memeluk tubuh Una dengan sangat lembut jika dilihat dari caranya memeluk wanita yang dulu sangat dia rindukan itu sangat jelas terlihat jika Senjoo tak menduga jika bisa bertemu wanita yang kini sedang dia dekap itu. Semua penghuni didalam mall itu menghentikan langkahnya dan tak lupa mengambil foto Una dan Senjoo yang sedang berpelukan. Mereka segera menyimpan foto tersebut dalam memori ponsel ya sebelum akhirnya mereka kembali melanjutkan langkahnya.
Senjoo memang jarang terlihat bersama wanita selama beberapa tahun ini. Pantaslah orang yang melihat Senjoo berpelukan dengan seorang wanita didepan umum itu segera mengabadikan hal langkah tersebut.
Bukk!
Narra yang sibuk memainkan ponselnya tak melihat jika Una sudah berada didekatnya dan masih dipeluk oleh Senjoo.
"Una Ma," Narra tak bisa menyelesaikan kata-katanya saat dia melihat siapa pria yang sedang memeluk sahabatnya itu. Matanya melotot seketika dan dia segera mengusap kedua matanya dengan tangan dan berharap apa yang sedang dia lihat adalah halusinasinya saja. Namun Narra masih tetap melihat sosok Senjoo yang memeluk erat sahabatnya itu.
Dasar Narra karna suara cemprengnya membuat Senjoo bisa mengenaliku.
Karna merasa jengkel dengan sahabatnya itu Una segera menginjak kaki Narra dengan sangatlah keras hingga Narra meringis kesakitan sembari mengosok pelan kakinya yang diinjak sahabatnya tadi. Narra hanya diam tak membalas perlakuan Una karna dia menyadari kesalahannya namun sebagai gantinya Narra hanya bisa menekuk wajahahnya.
"Aku tak menyangka bisa bertemu denganmu, Una." Sapa Senjoo sembari perlahan mulai melepaskan pelukannya.
"Aku juga tak menyangka akan bertemu dengan mu, Senjoo!" Jawab Una dengan memaksakan senyuman diwajahnya.
"Narra aku berterimakasih denganmu kalau bukan karna suara merdu yang keluar dari bibir manis mu. Aku tidak akan mengenali Hyouna tadi." ledek Senjoo pada Narra sembari tersenyum renyah dan Narra hanya bisa menjulurkan lidahnya pada Senjoo.
"Bagaimana jika kita mkan siang bersama?" Ucap Senjoo pada Una dengan wajah memelas agar wanita cantik itu tidak menolak ajakannya.
"Baiklah," Sahut Una pada Senjoo singkat.
Mereka bertiga segera melangkahkan kakinya ke restoran yang ada didalam mall tersebut. Senjoo sudah memesan banyak makanan sampai meja bundar itu penuh dengan berbagai hidangan sederhana. Ya Senjoo dengan sengaja memesan hidangan sederhana itu karna dia masih mengingat makanan faforit Una.
Sedangkan Una yang tadinya sedikit canggung itu segera bersikap wajar sama seperti terakhir kali mereka bertemu beberapa tahun yang lalu.
__ADS_1
"Aku tak menyangka kau masih mengingat makanan kesukaanku!" Celetuk Una pada Senjoo dengan wajah terlihat gembira.
"Jangankan makanan kesukaanmu, bahkan aku masih mengingat hal kecil sekalipun tentangmu," Jawab Senjoo apa adanya.
"Benarkah, aku kira kau sudah melupakanku." Jawab Una dengan menarik salah satu alisnya.
"Una, kak Senjoo aku harus pulang lebih dulu karna aku masih ada urusan lainya." Ujar Narra sembari Beranjak berdiri dari posisi duduknya. "tapi kau nantik pulang naik apa?" imbuh Narra sembari menatap Una yang masih sibuk mengunyah makanan yang ada didalam mulutnya.
"Aku akan mengantarnya! Kau tidak perlu khawatir." Jawab Senjoo mendahului Una bicara. Setelan berpamitan Narra segera pergi meninggalkan Senjoo berdua dengan Una.
Restoran itu terlihat lumayan ramai tidak ada yang mencurigakan kecuali dua orang pria yang memakai baju serba hitam yang bersikap begitu mencurigakan sepertinya mereka adalah mata-mata yang disuruh untuk mengikuti Una. Namun Una tak memperdulikan para penguntit itu karna dia tau Jim tak akan membiarkannya pergi tanpa mendapatkan pengawalan yang ketat karna Jim takut jika Yera akan datang dan menyakiti Una lagi seperti di masa lalu.
Tidak hanya Una namun Senjoo juga mengetahui siapa orang yang sedang mengawasi mereka dari jarak yang lumayan jauh itu. Namun Senjoo dan Una tak memperdulikan mereka dia masih sibuk mengamati wajah cantik gadis yang ada didepan itu.
"Hei, Senjoo berhentilah menatap ku seperti itu." Teriak Una dengan wajah tersipu malu
"Hahaha, baiklah aku tidak menatap mu lagi. Bagaimana dengan hubungan mu dan Jhong?"
"Semua sudah berakhir sejak 7 tahun yang lalu! Aku sudah melupakannya." Jawab Una dengan suara datar.
Bibirnya memang bisa bicara demikian namun beda dengan hatinya. Hati itu masih sangat terasa sakit jika ada yang menanyakan tentang masa lalunya.
kau masih sama seperti yang dulu Una, kau masih tidak pintar berbohong jelas-jelas kau tidak sanggup menatapku saat bicara tidak memiliki perasaan lagi pada Jhong.
__ADS_1
"apakah kamu sudah mengetahui kebenaran tentang Jhong dan Yera?" Tanya Senjoo yang mulai curiga kenapa Una masih tidak muncul juga saat Jhong telah memberikan Yera hukuman setimpal karna menyakitinya.
"Aku sudah melupakannya. Dia bersenang-senang di atas penderita ku!" Ucapnya dengan membuang pandangannya Una menelan Saliva ya yang terasa getir itu.
"Apa maksudmu? Kau tidak mengetahui jika Jhong berpura-pura menikahi Yera hanya untuk mempermalukannya saja." Jelas Senjoo dengan wajah mulai kelihatan serius.
Senjoo merasa Una harus mendengarkan penjelasannya karna Una selalu menolak jika diberitahukan tentang kenyataan yang ada.
Satu hari yang lalu.
Narra dengan sengaja menghubungi Senjoo dan mengatur pertemuan mereka karna Narra berfikir Una harus mengetahui apa yang terjadi selama dia pergi meninggalkan Seoul.
Ini adalah waktu yang tepat untuk Una mengetahui semuanya lebih lagi Lee sering menanyakan akan siapa ayah kandungnya pada Narra dan itu membuat hatinya tidaklah tenang. Namun Narra tak memberitahukan pada Senjoo tentang Lee. Dan Senjoo masih mengira jika Una mengalami keguguran beberapa tahu yang lalu.
"Bisakah kau menolongku?" Tanya Narra pada Senjoo saat mereka tengah duduk dimeja yang sama.
"Mengenai apa? Tumben sekali kau menghubungiku?" Jawab Senjoo dengan mengerutkan dahinya.
"Una telah tiba di Seoul sudah satu Minggu lebih. aku sudah mencobanya memberitahukan akan kenyataan bahwa Jhong tidak pernah mengkhianatinya namun Una masih tetap bersikeras tak mau mendengarkan ku!" Jelas Narra pada Senjoo.
"Baiklah aku yang akan memberitahu kenyataan ini padanya. Aku begitu merindukannya."
Dan pertemuan di mall itu bukanlah kebetulan Narra dan Senjoo memang sudah merencanakan semuanya namun saat Senjoo hampir tidak mengenali Una itu tidaklah bohong karena Una menang terlihat sangat imut dan cantik bahkan masih seperti seorang gadis remaja.
SETELAH BACA JANGAN LUPA BERIKAN VOTE, LIKE SAN JUGA KOMENTAR AGAR SAYA BISA MEMBUAT NOVEL YANG LEBIH BAGUS LAGI UNTUK PARA READERS SEMUA.
BERIKAN KRITIK DAN JUGA SARAN AGAR SAYA LEBIH SEMAKIN SEMANGAT LAGI UNTUK UPDATE TERATUR βΊοΈβΊοΈ
__ADS_1
SELAMAT KRITIK DAN JUGA SARAN MASIH DALAM BATAS WAJAR DAN SOPAN MAKA SAYA SANGAT MENGAPRESIASI πππ