Sang Penakluk 2

Sang Penakluk 2
Merasa Bersalah.


__ADS_3

Melihat Emilia ketakutan pria itu menghentikan aktivitasnya tadi dan segera menutup tubuh Emil dengan handuk berwarna putih tadi, tubuh Emilia gemetaran


Karena dia menahan rasa takut akan perbuatan suaminya saat ini.


“Maafkan aku, aku tidak akan menyentuhmu lagi jika kau tidak


mengijinkannya,” ucap Lee dengan tangannya hendak mengusap air mata di pipi


istrinya, tapi wanita itu malah membuang pandangannya dengan begitu marah, Lee


hanya bisa diam sembari menyesali apa yang dia lakukan tadi, tapi percuma karena nasi


sudah berubah menjadi bubur, apa yang telah terjadi tidak bisa di ulangi lagi.


Melihat air mata yang membasahi pipi istrinya seketika Lee kehilangan hasrat bercintanya, Lee melepaskan kedua tangan gadis itu kemudian beranjak duduk di tempat tidur.


“Bangunlah kenakan bajumu,” ucap lee sembari mengecup puncak kepala isrinya sayang.


Emilia ingin sekali mendorong tubuh suaminya itu tapi hal itu tidak boleh dia lakukan, karena Lee sebenarnya tidak bersalah akan hal yang dia lakukan tadi namun karena Emilia tidak memiliki perasaan padanya. Hingga dia tidak bisa membiarkan suaminya itu menyentuhnya.


“Pergi!” ucap Emilia lirih dengan menutupi wajahnya dengan bantal. Isak tangisnya pecah dan tertahan di dalam bantal itu, Lee sangat ingin mendekap tubuh istrinya dan meminta maaf atas apa yang dia lakukan barusan namun pria itu tau jika Emilia akan semakin marah, jadi Lee lebih memilih untuk pergi.

__ADS_1


Lee berjalan keluar dari kamar istrinya dengan perasaan menyesal, Emilia gadis remaja yang tidak pernah berpacaran sebelumnya pantas saja wanita itu sangat takut saat Lee mencumbunya dengan buas dan juga liar, Emil menangis sesenggukan saat pintu kamar itu tertutup. Selang beberapa waktu Emil mulai beranjak bangun dari posisi tidurnya, dia melihat kearah jam dinding yang ada di tengah kamarnya sekarang sudah menunjukkan pukul enam sore.


Emil berjalan menuju kamar mandi karena mau membersihkan


dirinya dari aroma tubuh suaminya yang tertinggal di sana, Emilia melihat


pantulan tubuhnya di cermin besar yang ada di dalam kamar mandinya, dia melihat


beberapa warna merah menempel di salah satu gunung kembarnya, Emil merasa jijik


dan mencoba membersihkan noda itu dengan sabun namun tidak berhasil, Emilia


menangis selama beberapa menit di kamar mandi, setelah Isak tangisnya berhenti dia segera membersihkan dirinya dan berganti baju.


Lee sedang duduk di ruang tamu, dia menikmati satu batang rokok untuk menenangkan dirinya, rasa menyesal semakin pria itu rasakan saat ini


bagaimana mungkin dia bisa berhasrat seperti itu pada seorang wanita, padahal


selama ini begitu banyak wanita yang mencoba menggodanya tapi tidak sekalipun terbersit dalam pikirannya jika dia tertarik melakukan hubungan terlarang dengan wanita lain.


“Kenapa kau lakukan hal itu padanya, dia pasti akan sangatbmarah padaku dan dia akan takut jika dekat denganku mulai sekarang,” Lee bicara dengan mengacak-acak rambutnya yang tadi sudah kelihatan rapi.

__ADS_1


Emilia berjalan menuruni anak tangga rumah itu, dia melirik kearah Lee sekilas dan berlalu pergi begitu saja tanpa mau menyapanya, Emilia berjalan menuju dapur. Lee melihatnya dan langsung mengikuti langkah kaki wanita itu memasuki dapur. Lee melihat Emilia sedang mengambil beberapa macam ikan dan juga sayuran dari dalam kulkas, wanita itu marah tapi dia tidak lupa melakukan tugasnya sebagai seorang istri untuk memasak makan malam buat suaminya.


Lee sangat kagum dengan wanita yang baru saja dia nikahi ini, padahal jelas-jelas dia sedang marah tapi masih sempat memikirkan tentang makan malam, Lee mendekati Emil dengan perasaan semakin bersalah, sedang menyelimuti tubuhnya saat ini, Emil hanya diam namun wanita itu tidak mencoba menghindari


suaminya.


“Biar aku bantu,” Lee mencoba membuka perbincangan. Baru pertama kali ini presdir lee kelihatan binggung jika sedang berhadapan dengan seorang wanita padahal dulunya dia tidak pernah memikirkan perasaan orang lain tapi Emil tanpa sadar sudah merubah pria itu dengan sekejap mata.


Presdir Lee benar-benar sudah jatuh hati pada istrinya ini, siapa yang sangka jika Lee benar-benar bisa move-on dari mantan pacarnya dan memulai lembaran baru bersama dengan istrinya. Walaupun sang istri tidak suka padanya tapi Lee percaya jika suatu saat wanita itu akan mencintainya.


    “Hem,” jawab Emil dengan memberikan wartel dan juga kentang untuk di kupas oleh Lee.


   Lee sangat pintar memasak melakukan hal ini sangatlah muda baginya, dia ingin melihat sikap Emil yang sangat cerewet saat di dekatnya dan pria itu dengan sengaja malah menyayat tangannya dengan pisau dapur.


"Auch," teriak Lee sembari pura-pura meringis kesakitan.


Emilia yang sedang sibuk memotong sayuran lain segera menatap kearah tangan Lee yang mengeluarkan darah segar, melihat Emilia yang sudah mulai menatapnya Lee merasa sangat bahagia karena wanita itu ternyata masih perhatian padanya.


Presdir Lee apa sudah gila dia sampai melukai tangannya sendiri agar Emilia mau me perhatikan ya, cinta memang membuat orang buta dan juga menjadi seperti orang lain.


Lihat itu Emilia mulai menaruh pisau yang dia pegang dan melangkah pergi keluar dari dapur, sedangkan wajah Lee kelihatan sangat Kecewa setelah dia mengetahui jika wanita itu tidak memperdulikannya.

__ADS_1


APAKAH TRIK LEE AKAN BERHASIL, APAKAH EMILIA AKAN PERDULI PADANYA. .


__ADS_2