
Wanita ini selalu saja membuat keonaran, baru pertama kali aku bawa ke kantor dia
sudah menjadi pusat perhatian banyak orang. Gerutu Lee dengan matanya menyapu seisi ruangan itu.
Lee melihat semua orang yang ada di kantor sedang melihat kearah Emilia dan juga Sena yang sedang bertengkar di tengah-tengah lobby utama kantor tersebut dengan suara lantang. Kalau Lee melihat Emilia gadis itu masih sangat wajar melakukan hal tersebut sebab usianya masih remaja namun melihat Sena yang sudah berusia sama dengannya hal ini sangat tidak sopan dan juga sudah melanggar aturan di dalam perusahaan tersebut yang melarang siapapun untuk membuat kegaduhan di selama berkerja.
“Tante kau sangat cantik tapi kenapa kau tidak bisa berpikir lagi lebih jernih, tadi kau sendiri yang tak sengaja menabrak ku lalu kenapa kau yang suruh aku meminta maaf lebih dulu,” Ucap Emilia dengan wajah kelihatan polos, melihat akan hal itu Sena seakan terbakar emosi. Karena Sena tau dengan sangat jelas apa arti dari ucapan gadis kecil yang ada di hadapannya saat ini.
“Kau berani sekali mencari masalah denganku, memangnya siapa dirimu ini berani menyuruh aku minta maaf,” teriak Sena dengan nada suara terdengar lantang dan juga sangat geram.
“Namaku Emilia aku bukan siapa-siapa tapi memangnya kamu siapa? Pacarnya pemilik perusahaan ini sampai kau bersikap begitu sombong dan juga penuh percaya diri
seperti itu!” ucap Emilia dengan menarik salah satu senyumanya seakan dia
sedang menghina Sena yang sedang menatapnya sedari tadi.
Semua orang menahan tawa di bibirnya karena melihat ada anak kecil yang berani mencari masalah dengan Sena. Karena
selama ini semua perkerja di kantor itu tidak akan ada yang berani menyinggung wanita
cantik dan juga seksi itu sedikitpun, walaupun Sena mencari masalah tetap saja tidak ada orang yang berani menegurnya, itu semua karena Sena selalu saja mengancam jika sampai ada orang yang membuatnya marah maka wanita itu tidak segan-segan akan melapor pada sang pemilik perusahaan.
Lee tidak pernah mengubris apa yang Sena lakukan selama ini asalkan tidak membuat kegaduhan di dalam perusahaan.
Mata semua orang yang tadi sedang sibuk mengamati pertengkaran yang ada di hadapannya saat ini mulai mengalihkan pandangan mereka, semua orang melihat kearah presdir Lee yang sedang berjalan mendekati Sena dan juga Emilia yang sedang adu mulut bahkan kedua orang itu tidak ada yang mau mengalah sedikitpun. Keduanya saling bersahut-sahutan seperti burung yang sedang berkicau di pagi hari sembari tersenyum terbang di udara.
“Ya, aku kekasihnya kenapa kau tidak suka?” tanya Sena dengan menyibakkan anak rambutnya ke belakang telinga dengan begitu anggun semakin membuat Emilia merasa geli
melihat hal itu.
Emilia menarik salah satu senyum di bibirnya membuat Sena kebingungan mengartikan senyuman sinis tersebut.
__ADS_1
“Benarkah mana mungkin Kak Lee punya kekasih tante,” ledek Emilia dengan menguncir kuda rambutnya.
ingin sekali aku tampar pipi gadis ini karena berani memanggil ku dengan sebutan Tante, sayang sekali di sini banyak orang jadi aku tidak bisa menyentuhnya kelak kau akan aku hajar jika sedang sendirian lihat saja nanti. Gumam Sena dalam hati dengan menyipitkan matanya menatap ke arah Emilia.
Wajak Emilia kelihatan polos dan juga sangat cantik bahkan sebenarnya lebih cantik Emilia dari pada Sena namun karena Sena memakai baju yang bisa di bilang sangat seksi maka semua pria menatap kearah Sena dengan pandangan kagum karna kecantikan
wanita itu.
Dan apa yang di ucapkan oleh sena hari ini akan menjadi kabar besar di perusahaan itu, sebab selama ini semua orang yang ada di dalam kantor itu hanya mengetahui jika Sena berteman dekat dengan Lee namun hari ini Sena mengakui sendiri jika dia sudah
menjadi kekasih dari anak sang pemilik perusahaan itu. Kabar ini pasti akan
menyebar dengan sangat cepat keseluruh perusahaan bagaikan kecepatan angin
topan yang sangat dahsyat dan mampu memporak porandakan apa saja yang di
lewatinya.
b v"Berani panggil aku Tante lagi, akan aku tampar wajahmu itu!" ancam Sena dengan nada suara terdengar separuh tertahan di tengorokan nya.
“Apa yang sedang kau lakukan?” tanya Lee dengan bertanya pada Emilia yang masih melotot kearah Sena dengan tatapan sinis.
Wajah Sena langsung pucat pias saat dia mengetahui siapa pemilik dari suara tersebut. Sena hanya asal bicara tentang mengenai dia adalah kekasih dari sang pemilik perusahaan ini namun yang tak di sangka-sangka Lee malah mendengarkan apa yang dia ucapkan barusan, mungkin yang di namakan dengan senjata makan tuan.
“Presdir Lee, wanita ini tadi menabrak ku dia memarahi aku dan membuat masalah denganku karena sebab itu aku memarahinya,” ucap wanita itu dengan nada suara terdengar menggoda dan hal itu membuat Emilia merasa rishi seakan ada sesuatu yang sedang menggelitik di dalan telinganya.
“Benarkah itu, kenapa kau harus bertengkar dengan anak ingusan seperti ini membuat keanggunan yang selama ini kau bangun hilang dengan sekejap,” ucap Lee dengan melirik tajam kearah Emilia yang masih memperhatikan mereka berdua secara bergantian.
Siall dia malah membela wanita ini dan tidak memperdulikan aku sedikitpun, hei ingat aku ini siapa kau seenaknya saja dengan wanita lain! Aku bukanya cemburu hanya saja aku tidak suka melihatnya. Wanita ini sangat kecentilan sekali. Lihat ya aku akan mengerjai mu lihat saja aku akan bongkar siapa dirimu sebenarnya, kalau kau sebenarnya bukan kekasihnya Kak Lee melainkan hanya salah satu dari banyak wanita yang sedang berlomba untuk mendapatkan hatinya. Gumam Emilia adalah hati dengan mengengam erat jari-jari tanganya sampai membentuk seperti sebuah tinju yang siap menghantam wanita yang ada di hadapannya saat ini.
__ADS_1
“Ya, sudah aku minta maaf Tante! Aku tidak mengerti jika hukum di kantor ini berbanding terbalik dengan kenyataanya, aku yang kau tabrak, justru aku yang harus minta maaf,” sindir Emilia balik sembari mengerdipkan satu matanya pada Sena.
Lee tidak suka banyak bicara hal yang menurutnya tidak penting, Lee menyuruh Sena melanjutkan kembali perkerjaan dan sekarang tinggal Emila dan juga Lee saja yang saling beradu pandang.
“Sudah ayo masuk ke kantorku kau membuat keributan saja,” gerutu Lee dengan berbalik arah berjalan mendahului Emilia.
Semua orang kembali melanjutkan perkerjaan mereka semua namun telinga mereka seakan terbuka lebar-lebar masih berusaha mendengarkan percakapan di lobby tengah itu. Sena mengeryitkan dahinya seakan tak percaya jika wanita yang baru saja dia marahi
malah datang bersama presdir Lee jika tau seperti itu kenyataanya maka Sena lebih memilih untuk meminta maaf lebih dulu dari pada dia harus merasa malu seperti ini.
Lee menghentikan langkahnya saat dia menyadari jika Emilia tidak berjalan di belakangnya, Lee berbalik arah dan melihat Emilia malah berjalan berlawanan arah dengannya, sepertinya wanita itu mau keluar dari perusahaan ini. Lee menepuk pelan jidatnya dan langsung menghampiri Emilia sedangkan para perkerja yang sedang sibuk dengan komputer yang ada di atas meja kerja masing-masing melirik kearah Presdir mereka yang setengah berlari menghampiri gadis kecil yang tadi sempat di maki oleh Sena.
“Kau mau ke mana?” tanya Lee dengan memegangi pergelangan tangan wanita itu erat sampai Emilia terpaksa menghentikan langkah kakinya di belakang pintu masuk perusahaan.
“Aku mau pulang.” Wanita itu bicara sembari membuang pandangannya.
Mendekatkan sedikit tubuhnya di samping Emilia, “Kau tidak takut jika kau membuka pintu dan melihat banyak makhluk tak kasat mata yang sedang bermain di ruang tamu rumah kita,” Lee bicara dengan senyum tipis di bibirnya. Mendengar apa yang di ucapka
oleh Lee barusan Emilia langsung kembali masuk ke dalam kantor. “hei kau mau
kemana? Katanya mau pulang?” tanya Lee dengan berjalan mengikuti Emil dari arah
belakang.
“Aku berubah pikiran, cepat tunjukkan di mana kantor mu Kak Lee,” gerutu Emilia dengan mengandeng lengan tangan Lee.
Senyuman tipis terlihat lagi di bibir Presdir perusahaan itu.
__ADS_1