Sang Penakluk 2

Sang Penakluk 2
Kesedihan


__ADS_3

Jim kebingungan menjawab pertanyaan Lee hingga dia diam sesaat dan ketika Jim hendak membuka mulutnya, namun terlihat pintu kamar itu perlahan mulai terbuka. Hyouna sudah berdiri dengan memasang senyum manisnya. Setelah melihat Hyouna yang perlahan mulai masuk kedalam kamar, Lee langsung berbisik di telinga Jim, entah apa yang sedang anak kecil itu bicarakan.


"Kalian pasti sedang membicarakan Mami!" Ucap Una sembari menekuk mukanya dan menaruh paper bag yang dibawanya keatas meja. Dia segera mendudukkan tubuhnya di sofa samping Jim.


Dengan pintarnya Lee mengalihkan perhatian Una, Dia segera menarik tubuhnya dari pangkuan Jim dan perlahan berjalan menuju meja sembari berkata. "Mami, apa ini buat ku?" Ucapnya sembari membuka isi paper bag tersebut. Dilihatnya beberapa helai pakaian untuknya.


Hyouna segera menghampiri Lee dan mengambil baju yang baru dia beli untuk Lee coba, Lee terlihat ganteng dan tiba-tiba air mata Hyouna meleleh dengan sendirinya. Lee sangat mirip dengan Jhong! Itu membuat Hyouna masih tak bisa melupakan suami yang pernah dia cintai dan sekaligus pernah membuatnya jatuh kedalam jurang kesakitan yang paling dalam, hingga sampai beberapa tahun luka tersebut masih membekas dan mungkin sudah terpatri didalam lubuk hatinya yang paling dalam.


Cobaan apa yang sedang kau berikan pada ku tuhan? Setiap melihat putraku itu membuatku menjadi lebih semangat menjalani hari-hari yang sangat sulit ini, tapi di sisi lain aku juga merasa sakit jika mengingat kejadian 7 tahun yang lalu! Bagaimanapun juga aku tidak akan pernah membiarkan Lee bertemu dengan Jhong back, walaupun setelah hari ini aku dan Lee akan kembali ke Seoul. Tak akan pernah kubiarkan Jhong mengambil Lee dari ku! Karna hanya Lee lah satu-satunya yang bisa membuatku tetap semangatku dan orang yang kumiliki satu-satunya, karna setelah Ibu pergi aku tak memiliki siapapun lagi di dunia ini selain Jimmi nan yang selama ini selalu menemaniku disaat-saat yang sulit ini. Hingga sekarang aku bisa menjadi orang yang lebih sukses dan memiliki nama sendiri itu semua tak luput dari bantuan Jimmi.

__ADS_1


Anak laki-laki itu menatap wajah Mami ya, dengan raut wajah yang kelihatan bersedih, perlahan tangannya yang kecil mulai menyeka air mata wanita cantik yang ada dihadapannya itu. Lee tersenyum tipis ditengah rasa sedihnya karna melihat air mata Una yang mengalir semakin deras dikedua pipinya. Sedangkan Jim segera berdiri dari posisi duduknya dan menghampiri Una dan Lee yang sekarang sedang berpelukan. Ibu dan anak itu saling berpelukan satu sama lain.


Lee memang tidak mengetahui Kenapa Una tiba-tiba menangis, namun dia tetap saja ingin menenangkan hati Mami ya yang sedang dilanda kesedihan. Perlahan Lee melepaskan pelukannya pada Una sembari berkata, "Mami, Jangan menangis lagi. Lee akan selalu menjaga Mami dan aku juga tidak akan nakal ataupun merepotkan Mami." t


ucap Lee dengan polosnya.


"Pangeran kecil Mami, Kamu lah satu-satunya semangat Mami dan tak akan pernah Mami biarkan siapapun merebut mu dari dekapanku, Sayang."


Jim masih berdiri mematung menatap Ibu dan anak yang masih terlihat bersedih itu. Jim mencoba mencairkan suasana dengan berkata, "Apakah kalian berdua sudah melupakan keberadaan ku?" ucap Jim sembari menaruh tangannya di perut, dia berpura-pura marah untuk mengalihkan perhatian Lee yang masih memasang wajah bersedih.

__ADS_1


Hatiku terasa perih seakan ribuan anak panah telah tertancap di dadaku, bagaimana mungkin kamu bisa sekuat ini menjalani cobaan yang maha dahsyatnya dikehidupa mu! Bahkan kamu masih bisa tersenyum seperti tak memiliki beban sedikitpun. Kamu sangat pintar menyembunyikan duka, rasa sakit dan rasa kecewa yang telah kau alami bertahun-tahun lalu, aku tidak akan pernah membiarkan siapapun menyakitimu selama ada aku disamping mu.


Aku akan menjaga dan melindunginya dengan cinta dan kasih sayang yang aku punya, karna hanya dengan melihat senyumannya aku baru bisa merasa lebih bahagia, aku rela menderita asal kau bahagia.


 


🌺 Khairin Nisa 🌺


 

__ADS_1


__ADS_2