
Setelah beberapa jam lamanya akhirnya Una sampai juga di Seoul. Una masih ada di bandara Seoul matanya menyapu seluruh bandara dia mencoba mencari-cari Narra sahabatnya. Sahabat yang telah lama dia rindukan sahabat baiknya yang selalu mendukungnya dimasa masa sulitnya, Una melihat wanita cantik yang berdiri ditengah bandara itu, wanita itu melambaikan tangannya pada Una sembari tersenyum sumringah menatap kearahnya.
Una berlari dan begitu juga dengan Narra mereka saling berpelukan, seperti dua anak kecil yang sudah lama tidak bertemu, sedangkan Lee dan Jim sesaat saling menatap mereka berdua bersamaan mengerutkan dagunya karna melihat sikap kedua sahabat yang saling melepaskan kerinduannya. Beberapa saat kemudian Narra melepaskan pelukannya dan dia beralih menatap Lee yang berdiri persis disamping Jimmi.
Berjalan menghampiri Lee sembari menyungingkan senyumannya, "Hei pangeran kecil, apakah kau tidak merindukan Bibik mu ini?" ucap Narra sembari memeluk tubuh Lee, namun Lee segera melepaskan pelan pelukan Narra. Karna Lee merasa tak nyaman jika dibilang anak kecil.
"Berhentilah bilang aku anak kecil bik, karna aku sudah dewasa dan harus melindungi Mami dari orang Jahat yang tingal di kota Seoul!" Ucap Lee dengan begitu polosnya. Ucapan itu bahkan membuat Narra terdiam seketika bagaimana mungkin anak masih seumurannya bisa berpikir dewasa seperti itu
Narra masih jongkok dihadapan Lee sembari menatap wajah anak kecil itu dengan detil. "Lee sangat mirip dengan Jhong back! Bahkan dari nada bicaranya saja sangat mirip sekali dengan pangeran Jhong. Apakah Una tidak salah membawa Lee kemari karena jika sampai Jhong mengetahuinya entah apa yang akan pria sadis itu lakukan jika mengetahui 7 tahun yang lalu Una tidak pernah mengalami keguguran," gumam Narra dalam hati sembari beralih menatap Una yang masih berdiri sembari menatap kearahnya.
"Lee, jangan cemberut gitu jagoan Kecilku! bik Narra belum mengetahui jika kamu bukan anak kecil lagi!" Ucap Jim sembari menaruh Lee dalam punggungnya dan Lee pun langsung tersenyum kegirangan karna sejak kecil Lee selalu senang jika dimanjakan oleh Jim. Lee seperti mendapatkan sosok ayah yang sangat dia rindukan.
__ADS_1
Jim jalan lebih dulu sembari masih menceritakan indahnya kota Seoul pada Lee karna anak kecil yang ada digendongnya itu baru kali pertama datang ke kota Seoul. Narra segera berdiri dari posisi duduknya dan berdiri persis didamping Una sahabat yang selalu dia rindukan. Sangat aneh karna mereka selalu bertiga namun karna Hyun sibuk mengurus bisnis orangtuanya hingga dia tak bisa datang ke Seoul untuk menemui Una. Narra dan Una berbincang-bincang sampai masuk kembali kedalam mobil mereka saling menceritakan apa yang terjadi selama tujuh tahun tak bertemu. Perbincangan mereka tak ada habisnya bahkan selama didalam mobil mereka berdua masih bicara dan membuat Lee dan Jim sampai menutup telinganya karna mendengarkan tawa kedua sahabat yang seakan memenuhi mobil yang mereka tumpangi itu. Mobil hitam yang mereka tumpangi berjalan menuju kerumah Jimmi nan.
Mobil mewah itu berhenti didepan gerbang Utama, dan ada beberapa penjaga yang menyambut kedatangan penghuni rumah tersebut mereka membungkukkan badannya sampai mobil Jim menghilang dari hadapan mereka dan mobil itu berhenti persis dihalaman rumah Jim, terlihat banyak pelayan dan bodyguard sedang berjejer didepan pintu, mereka berbaris dengan rapi sembari menyungingkan senyumannya pada Jim yang masih ada didalam mobil. Supir yang tadi menjemput Jim segera keluar dari mobil dan membuka pintu untuk majikanya itu.
Kini mereka semua sudah keluar dari dalam mobil, Una dan Narra sudah tidak asing dengan kemewahan rumah megah itu karna Una dan sahabatnya pernah bermain dirumah Jim beberapa kali. Namun beda halnya dengan Lee! anak kecil itu masih sibuk melihat kesana kemari, dia seakan takjup akan kemewahan rumah yang begitu megah bagaikan rumah di negri dongeng.
Mata Lee masih menyapu depan rumah tersebut, anak kecil itu tak menyangka jika Jim memiliki rumah yang begitu mewah dan megah bahkan bangunannya terlihat sangatlah kokoh begitu banyak tiang penyangga dan cat putih yang menambah hangat dan bersih rumah tersebut.
Masih tak bergeming dari depan mobil sembari mata masih menyusuri rumah mewah yang ada dihadapannya, "Paman, apakah ini benar rumah mu?" tanya Lee dengan tak menoleh.
Mendekati Lee sembari langsung menaruh anak kecil itu dalam pundaknya, "Benar jagoan Kecilku! Apakah kamu tidak menyukainya?" tanya Jim sembari membawa Lee masuk, Una dan Narra mengikuti langkah Jim dari belakang. Semua pelayan dan bodyguard yang berjejer didepan pintu masuk itu segera membungkukkan badannya bersamaan. Dan Lee semakin kagum melihat Pemandangan yang ada dihadapannya itu.
__ADS_1
Wah keren, ini persis seperti yang ada di sinetron Korea yang sering mami lihat! Aku baru tau jika paman Jim begitu kaya dan dihormati di kota ini. Seharusnya paman tau siapa Papi ku kan! Gumam Lee dalam hati.
Kini Jim dan yang lainnya sudah ada di ruang tamu rumah itu. Lagi lagi Lee dibuat kagum oleh isi didalamnya, Jim menurunkan Lee sembari membungkuk dan tangannya mencubit pelan hidung Lee. "Jagoan Kecilku, kamu bisa lakukan apapun yang kamu sukai ini juga rumahmu." ucap Jim dengan menyungingkan senyumannya.
"Jangan terlalu memanjakannya Jim!" Ucap Una yang merasa malu karna sering sekali merepotkan Jim selama ini.
SELESAI BACA JANGAN LUPA VOTE YANG BANYAK YA ☺️☺️☺️
SERTA TINGALKAN JUGA LIKE DAN KOMENTAR AGAR SAYA LEBIH SEMAKIN SEMANGAT LAGI UNTUK UPDATE TERATUR ☺️☺️☺️
BERIKAN JUGA KRITIK DAN SARAN SUPAYA SAYA BISA MEMBUAT NOVEL YANG LEBIH BAGUS LAGI, SELAMA KRITIK DAN JUGA SARAN MASIH DALAM BATAS WAJAR DAN SOPAN MAKA SAYA SANGAT MENGAPRESIASI 😊😊😊
__ADS_1
SALAM HANGAT DARI SAYA (KHAIRIN NISA)