
Keduanya saling menatap satu sama lain, Lee menatap kearah Natalie dengan penuh kerinduan namun ketika bayangan Emilia muncul dalam
benaknya tanpa ia minta itu membuatnya langsung mundur kebelakang dengan posisi yang masih berjongkok. Seperti ada alarm di dalam otaknya yang memintanya untuk menjaga jarak.
“Lee, aku tidak menyangka akan bertemu dengan kamu di sini,”
ucap Natalie. Ia beranjak bangkit dari posisi duduknya namun urung ia lakukan ketika ia merasaka nyeri di bagian kakinya yang terluka.
“Hati-hati,” ucap Lee yang langsung beranjak berdiri dari posisinya berjongkok saat ia melihat Natalie meringis kesakitan akhibat luka di
kakinya.
Natalie adalah cinta pertama Lee, wanita itu adalah teman kampusnya dahulu saat cinta Lee sudah membara perempuan itu pergi begitu saja meninggalkannya tanpa kabar. Sikap Lee yang tadinya ceria langsung berubah menjadi dingin dan arogan hingga Emil mulai masuk kedalam hatinya dan mencairkan luka
yang di akhibatkan oleh Natalie.
Apa yang sedang semesta rencanakan? Kenapa dia menghadirkan masa lalunya ketika ia sudah move on dan siap melangkah menuju hidup yang baru, kini Lee tidak mengerti apa arti dari dentuman jantungnya yang semakin
menggila, tapi apapun itu ia tidak akan pernah mengkhianati Emilia yang telah menemaninya selama ini lebih lagi perempuan yang ia nikahi begitu polos dan juga tulus mencintainya.
“Terima kasih kamu masih mau membantu aku setelah apa yang
telah aku lakukan di masa lalu,” ujar Natalie sembari memegang tangan Lee yang sudah terulur kearahnya berniat untuk membantunya.
“Tidak masalah, semua sudah berlalu.” Lee mencoba bersikap
cuek walaupun tatapan sendu itu sungguh menggangu hatinya.
“Aku sangat merindukan kamu.” Tanpa meminta ijin dahulu pada
Lee, perempuan itu langsung memeluknya dengan sangat erat. Natalie bahkan tidak malu dengan kesalahannya di masa lalu sungguh wanita berwajah tembok.
Lee diam membeku di posisinya sekarang, sekalipun tidak pernah terpikirkan dalam benaknya bahwa perempuan dimasa lalunya itu akan
kembali lagi, Lee sudah menunggu kedatangan Natalie bertahun-tahun lamanya. Tapi cinta pertamanya itu seakan lenyap di telan bumi, bahkan asisten Luwis juga tidak bisa melacak keberadaanya. Apa maksud perempuan itu yang sebenarnya
kenapa ia kembali setelah sekian lama dan Lee juga merasa ragu melihat Natalie yang tiba-tiba ada di dekat sini.
“Apakah kamu bisa berdiri sendiri?” tanya lee. “Apakah kamu lari pagi sendirian?” imbuh Lee lagi sembari mengedarkan pandangan
kesekitarnya.
“Aku lari pagi sendirian, entah mengapa aku ingin lari pagi
hari ini dan ternyata aku bertemu dengan kamu, aku sungguh merindukan kamu,” ucap Natalie. Perempuan itu hendak memeluk Lee kembali. Tapi Lee tentu saja
langsung mundur beberapa langkah kebelakang mencoba untuk menjaga jarak dari perempuan yang pernah ada di masa lalunya.
__ADS_1
Aku akan mendapatkan mu, “Auch, sakit sekali,” rintih Natalie sembari memegangi lututnya yang berdarah. Luka kecil seperti ini sebenarnya
bukan masalah baginya. Tapi demi melancarkan aktingnya lebih baik ia
berpura-pura.
Bukankah perempuan seperti dirinya ini sudah pantas mendapatkan
piala Oscar karena aktingnya yang terlihat begitu natural dan meyakinkan targetnya.
“Biar aku bantu kamu duduk di pinggir jalan,” ucap Lee. Ia menaruh satu tangannya di bahu Natalie, Ia mungkin ingin sekali menjaga jarak
dengannya. Tapi melihat perempuan merintih kesakitan dihadapannya itu membuat Lee tidak tega lebih lagi Natalie terjatuh itu karena ulahnya.
Di sisi lain Emil dan juga Park sedang main kejar-kejaran agar lebih dahulu sampai di rumah, jika salah satu dari mereka sampai ke rumah lebih dulu
otomatis orang tersebut akan memenangkan permainan ini. Jim dan juga Jhong hanya mengelengkan kepalanya melihat sikap kedua perempuan yang sangat ia sayangi
itu. Senyuman mereka membuat keduanya sangat bahagia sekali.
“Park, ayo kejar aku, kau tidak pernah bisa menang dariku jika lari kamu seperti seekor sibuk yang kekenyangan begitu,” ledek Emil dengan menatap kearah Park yang kini sedang berlari dengan terengah-engah.
“Kau kan memang selalu melakukan aktifitas lari pagi jadi sangat wajar jika kamu lebih unggul dariku,” gerutu Park yang mengaku kalah dengan
begitu mudahnya. Dari pada ia harus menghabiskan banyak tenaga untuk melawan kakak iparnya itu belum tentu juga dia akan menang. Begitu pikirnya.
“Emil, kenapa kamu berhenti apakah kau sudah lelah dan mengaku kalah padaku kali ini?” tanya Park sembari melihat kearah wajah Emil yang
penuh selidik. Ia segera mengikuti arah Emil menatap dan ikut mengerutkan keningnya penuh tanya.
“Siapa wanita yang sedang di bantu oleh, Kak Lee?” tanya Park tanpa sadar.
Menatap kearah Park sembari berkata, “Aku dari tadi bersama
dengan kamu, mana mungkin aku tahu,” gerutu Emil kemudian. Emil juga merasa penasaran dengan perempuan yang di bantu oleh suaminya itu karena setahunya Lee
tidak pernah mempunyai banyak teman wanita. Tapi Ia harus tetap berpikir positif mungkin saja itu rekam bisnis suaminya yang kebetulan bertemu.
“Ayo kita hampiri mereka saja.” Setelah bicara Park dan juga
Emil kembali berlari kecil karena jarak mereka yang cukup jauh dari Lee dan
perempuan tersebut. Emil dan juga Park berlari dengan bergandengan tangan.
_ _ _
“Apakah kamu baik-baik saja, aku harus mencari istriku sekarang,” tanya Lee pada Natalie. Ia segera berdiri dari posisi duduknya namun perempuan itu memegang tangannya.
__ADS_1
“Sepertinya aku datang terlambat,” ucapnya dengan cairan bening yang menetes di kedua pipinya.
“Sayang,” sapa Emil yang kini sudah berada didekat suaminya.
Deg!
Lee begitu terkejut melihat kehadiran istrinya di sana. Pun ia langsung menarik balik tangan yang sempat di genggam oleh Natalie. Sedangkan
Natalie sendiri langsung mengusap cairan di kedua pipinya seolah tidak terjadi apa-apa diantara mereka.
“Sayang, aku mencari kamu tadi,” ujar Lee sembari memeluk tubuh istrinya dengan sangat erat. Ia harus meyakinkan hatinya jika hanya Emil saja perempuan yang sangat ia cintai sekarang dan juga nanti. Natalie hanya sepenggal kisah dari masa lalunya sedangkan Emilia adalah masa depannya.
Park melihat kearah perempuan yang kini sedang menatap sinis
kearah Natalie, ia mencoba mengingat-ingat wajahnya yang sangat familiar itu. Tapi ia lupa siapa wanita tersebut setelah berpikir cukup lama barulah Park ingat siapa Natalie.
“Apa rencana kamu ular bermuka dua, aku tidak akan pernah membiarkan kamu menghancurkan kebahagiaan kakakku untuk kali kedua,” janji Park
terucap dalam diam. Tapi sorot matanya menunjukkan kebencian yang begitu besar sekali.
Melepaskan pelukan suaminya, “Sayang, ada apa dengan perempuan ini?” tanya Emil yang kini sudah melihat luka di lutut perempuan yang
tadi sempat di bantu oleh suaminya itu.
“Aku tadi tidak sengaja menabraknya, Sayang,” bohong Lee. Ia tidak ingin membuat hati istri kesayangannya itu sedih dan karena sebab itu ia
lebih memilih untuk berbohong saja.
Melangkah mendekati Natalie sembari berkata, “Nona, maafkan
atas kesalahan suamiku, ia pasti tidak sengaja,” ucap Emil meminta maaf atas nama suaminya. “Apakah perlu saya suruh supir untuk mengantarkan, Anda pulang?”
imbuh Emil lagi dengan senyuman manis bagaikan malaikat penolong. Tanpa ia sadari jika kini yang sedang ada dihadapannya ini adalah wanita iblis yang sedang menyamar menjadi manusia.
Aku ingin menghancurkan senyuman itu, kita lihat saja nanti, “Tidak perlu, aku sudah meminat supir untuk menjemput sekarang dia pasti
sedang dalam perjalanan,” jawab Natalie sembari tersenyum palsu.
Park menatap Lee dengan tajam seolah ia sedang mengisyaratkan pada kakaknya itu agar tidak kembali pada jerat wanita yang telah
meninggalkannya begitu saja.
“Ada apa ini?” tanya Jim dan juga Jhong yang sudah ada disamping Park.
Natalie menatap keduanya sekilas kemudian ia menundukkan kepalanya.
Ekspresi wajah Jim dan juga Jhong tidak jauh berbeda dari Park tadi, sepertinya hanya Emil saja yang tidak tahu tentang siapa perempuan
__ADS_1
yang sedang ada dihadapannya sekarang.