
Hanya satu orang saja yang membuat Una kelabakan seperti itu yaitu Jhong back.
Ya Jhong tak bisa mengendalikan lagi dirinya untuk bertemu dengan Una sejak dia bicara bersama Senjoo tadi. Jhong tak bisa menenangkan pikirannya rasa rindu yang selama bertahun-tahun lamanya bisa dia tahan kini sudah tidak bisa lagi sejak Senjoo menceritakan padanya tentang semua kesalahpahaman yang terjadi antar dia dan Una. Una masih diam mematung sembari menatap kearah Jhong dengan wajah pucat karna kaget.
Una tak menyangka jika Jhong akan datang kerumahnya secepat ini. Terlihat kristal bening di pelupuk matanya Una, sangat jelas rasa rindu yang terpancar dari wajah Una saat ini. Namun Una masih tetap mencoba menyembunyikan isi hatinya itu dihadapan Jhong hingga sebuah suara memecahkan perhatian Jhong dan Una kala itu.
"Mami, siapa yang datang malam-malam begini?" Ucap Lee sembari memeluk kaki Una dari arah belakang.
Flashback.
Lee terbangun dari tidurnya saat dia mendengar ada orang yang membunyikan bel pintu beberapa kali dan itu membuatnya kaget. Lee berjalan menghampiri kamar Una dan karna maminya tidak ada di sana jadi Lee bergegas menuruni tangga untuk mencari keberadaan mami cantiknya karna Lee tidak ingin jikalau sampai Una dalam bahasa.
Lee mencoba mengusir rasa kantuk yang sedang dia rasakan karena rasa kantuk itu tidak seberapa dibandingkan rasa khawatirnya pada Una.
_ _ _ _
__ADS_1
Mata Una melotot saat mendengar anak semata wayangnya kini berada didekatnya. Jhong mengarahkan pandangannya kearah anak laki-laki yang masih bersembunyi di belakang kaki maminya itu. Jhong sangat penasaran dengan wajah anak kecil laki-laki itu ketika Jhong hendak meraih tangan anak kecil itu namun segera dihentikan oleh Una.
"Jangan sentuh dia putraku! Tunggu di luar sebenar," Pinta Una sembari mendekap wajah anaknya agar tidak dilihat oleh Jhong atau bisa dibilang ayang kandung Lee sendiri.
Dengan berat hati Jhong pun keluar dari rumah Una, Jhong duduk di kursi yang ada dihalaman rumah tersebut.
Sedangkan Una mengandeng tangan Lee dan mengajaknya masuk kembali kedalam kamarnya. Kini Lee sudah duduk di atas ranjangnya dan Una juga duduk di samping Lee.
"Mami kenapa Lee tidak boleh melihat siapa yang datang tadi? Seolah-olah mami sedang menyembunyikan Lee dari orang yang datang tadi?" Tanya Lee dengan wajah terlihat penasaran. Ya Lee sangat pintar jadi dia bisa mengetahui maksud Una tadi walaupun Lee bersembunyi di balik kaki Una.
Jhong yang tengah duduk di halaman rumah Una Sontak menarik tubuhnya dari kursi dan dia segera berjalan menghampiri Una. Jhong yang sudah tidak bisa lagi mengendalikan emosi dan rasa cintanya pada Una itu segera memeluk tubuh kurus wanita yang sangat ia rindukan itu. Wanita yang selama bertahun-tahun lamanya masih mengusik pikirannya. Dan karna terlalu besar cinta Jhong pada Una, hingga sampai saat ini Jhong masih belum menikah juga.
Dua insan manja yang saling melepaskan kerinduannya itu terlihat sangat romantis namun hal tersebut tak berlangsung lama karna Una tiba-tiba mendorong kasar Jhong menjauhi tubuhnya.
"Apa yang kau lakukan! Kita sudah bercerai apa kamu lupa?" Celetuk Una sembari mengibas rambutnya yang jatuh ke depan pundaknya. Una mulai menelan Saliva nya yang terasa hambar itu sangat jelas terlihat jantung Una sangat sulit dikendalikan.
__ADS_1
Jantung kedua orang itu seakan berdetak semakin kencang dan rasa rindu jelas terlihat di pancaran mata keduanya. Jhong menatap menatap wajah yang dulu sempat menghiasi matanya setelah bangun tidur wajah cantik itu kini bisa dia lihat dengan jarak beberapa langkah saja darinya.
"Kau masih istriku sayang," Ucap Jhong sembari berjalan kembali mendekati Una
"Jangan bercanda Jhong! Aku sudah menandatangani surat perceraian kita sebelum meninggalkan Seoul." Ucap Una sembari membuang mukanya Una tidak sanggup menatap mata Jhong yang memancarkan cinta yang begitu besar untuknya.
Hyouna merasa bersalah karna dia tak mencoba mencari tau akan kebenaran hubungan Jhong dan Yera di masa lalu hingga Mereka sekarang terjebak di situasi seperti ini. Lebih lagi disini Lee kah yang menjadi korbannya. Seharusnya Lee hidup bahagia dengan kedua orang tuannya namun nasib berkata lain.
"Ya aku memang menerima surat itu, tapi aku tidak pernah menandatangani ya. Sayang!" Ucap Jhong sembari mengeluarkan secarik kertas putih yang dia lipat disaku kemejanya.
.Kertas putih yang terlihat masih rapi itu pasti sangat Jhong jaga selama ini. Karna udah bertahun-tahun lamanya surat itu masih terlihat seperti masih baru, Perlahan Jhong mulai membuka lipatan kertas putih itu dan Jhong menunjukan ya dihadapan Una.
"Lihatlah di sini hanya ada tanda tanganmu saja!" Ucap Jhong sembari menunjuk kesalah satu kolom yang masih kosong sedangkan kolom sebelahnya sudah terisi tanda tangan Una disana.
Una sama sekali tak pernah berfikir akan hal itu selama ini dia mengira jika hubungannya dan Jhong memang sudah lama berakhir tapi siapa sangka jika kenyataannya lain. Una berjalan sembari mendudukkan tubuhnya di kursi yang ada didalam halaman rumahnya itu sembari mata masih tak bergeming menatap kertas yang sedang dia bawah. Saat itu Una mengenakan baju tidur yang sangat mini dan angin berhembus semakin kencang memainkan rambut panjang Una bergerak kesana-kemari. Perlahan Jhong mulai melepaskan kancing kemejanya dan Jhong segera menaruh jas hitam tersebut menutupi bahu Una dan Una yang memang merasakan kedinginan hanya bisa diam saja tanpa penolakan.
__ADS_1