
Kini Una dan Jhong sudah ada di dalam mobil yang dikemudikan oleh asisten Luwis. Jhong sangat tak sabar untuk melihat buah hatinya itu. Una sengaja tidak memberitahu akan kebenaran JIka Jhong dan Lee pernah bertemu secara tidak sengaja di taman bermain milik Jhong beberapa waktu yang lalu.
''Sayang, apakah Lee pernah menanyakan tentang aku?'' Bicara sembari menatap ke arah Una.
''Tentu saja pernah.''
''Bagaimana sikap Lee, aku sangat ingin memeluk anak kesayanganku itu.'' Jhong bicara sembari membayangkan akan pertemuannya dengan putranya nanti.
Mobil yang di kemudikan asisten Luwis terus berjalan menuju kediaman rumah Una, ini adalah sudah tiba waktunya makan siang. Kini mobil yang di kemudikan oleh asisten Luwis mulai memasuki halaman rumah Una. Setelah mesin mobil tersebut di matikan asisten Luwis bergegas membukakan pintu mobil untuk majikannya itu.
Di dalam rumah.
__ADS_1
Lee yang sedang membantu Bi Sun membersihkan sayur-sayuran yang mau di masak.
''Bi Sun, Mami sudah datang aku akan melihatnya.'' Ucap Lee dengan wajah kelihatan bahagia karna tidak biasanya Una makan siang di rumah.
Lee segera berlari menuju halaman rumah tersebut, kini anak kecil itu sudah berada di depan Una. Namun Lee melotot saat melihat siapa pria yang berdiri persis di samping Una.
Berlari kecil sembari menyunggingkan senyumannya pada Una, ''Mami.'' Sapa Lee sembari berhamburan memeluk Una.
''Sayang, sudah Mami bilang jangan lari,'' ucap Una sembari mencubit pelan hidung putrannya itu.
''Mami, siapa pria ini?'' Bisik Lee dengan nada suara pelan di telinga Una.
__ADS_1
Asisten Luwis berjalan mendekati Jhong, ''Tuan muda, dia kan anak kecil yang waktu bersama dengan Nona Narra! Pantaslah anak kecil itu sangat mirip dengan anda bahkan bukan hanya wajahnya saja bahkan sikapnya juga sama dengan Tuan muda,''
Hahahaa! Lihat itu Jhong sangat tersinggung saat mendengarkan ucapan asistennya barusan. Asisten itu bicara dengan sangat jujur seharusnya kau tak boleh tersinggung seperti itu kan. Una masih berusaha memberitahukan akan siapa Jhong sebenarnya. Lee adalah anak yang sangat pintar dan cerdas, apa yang di ucapkan oleh Una barusan pastinya sangat muda anak itu pahami jika di lihat dari cara Lee yang terus mendengarkan apa yang Una coba jelaskan.
Kini Lee mulai berjalan pelan mendekati Jhong dan begitu juga dengan sebaliknya. Jhong menundukkan badannya di depan putranya, kini untuk kali pertama kedua orang itu saling mengenali satu sama lain. Jhong langsung memeluk tubuh mungil yang ada di hadapannya itu dan begitu juga sebaliknya. Kedua orang yang sempat terpisah dengan sangat lama kini mulai bertemu lagi, rasa penasaran akan siapa ayah kandungnya dan pertanyaan yang sering Lee simpan dalam hati karna tak ingin melukai hati Una kini telah terjawab semuanya.
''Putraku!'' Ucap Jhong sembari mengecup lembut pipi putranya itu.
''Sayang, maafkan Mami yang pernah memisahkan kamu dari Daddy mu. Kini Mami sudah merasa bahagia karna akhirnya keluarga kecil kita yang sempat terpisah bisa berkumpul kembali,'' Una bergumam dalam hati sembari ikut melangkahkan kakinya mendekat ke arah kedua pria yang masih berpelukan itu.
Jhong mengendong Lee. Dan mereka bertiga berpelukan terlihat Lee mulai bergantian mencium Mami dan Daddy nya, wajah bahagia sangat jelas terlihat dari ketiga orang itu bahkan asisten Luwis ikut tersenyum melihat kebahagiaan majikannya itu.
Kini tinggal bagaimana carannya mereka menjelaskan pada Jim tentang rencana mereka akan bersama kembali karna Lee pantas mendapatkan kebahagiaan yang sempat di rengut darinya beberapa waktu yang lalu karna ke jadian yang lalu
__ADS_1